Minggu, 23 Mei 2010

Larangan Meniup Minuman dan Bahayanya

Oleh: Badrul Tamam



Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.

Makan dan minum seorang muslim tidak sebatas aktifitas memuaskan nafsu, menghilangkang lapar dan dahaga semata. Karenanya, seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat,

نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.“

Dari sini, maka seorang muslim dalam makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)

Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Dan juga hadits Abu Sa'id al-Khudri radliyallah 'anhu, Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam air minum." (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau menyahihkannya)

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu."

Dalam Zaadul Ma'ad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya.

Apa Hikmahnya?

Apa hikmahnya, sering menjadi pertanyaan kita sebelum mengamalkannya. Padahal dalam menyikapi tuntunan Islam hanya sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami taat), tanpa harus terlebih dahulu mengetahui hikmahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khathab sesudah mencium hajar Aswad, "Sesungguhnya aku tahu engkau hanya seonggok batu yang tidak bisa menimpakan madharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat. Kalau seandainya aku tidak melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, pasti aku tidak akan menciummu." (HR. Al-Bukhari no. 1494 dan Muslim no. 2230)

Namun yang jelas bahwa setiap yang disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari Al-Qur'an dan Sunnah sudah mencukupi.

Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan.

Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.

senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan. (Dikutip Dari : Apa Aja: Bahaya Meniup Minuman Panas Kerja Sama Dengan blog-apa-aja.blogspot.com)

Dari sini juga semakin jelas hiikmah dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Sumber:
http://voa-islam.com/islamia/ibadah/2010/05/22/6288/larangan-meniup-minuman-dan-bahayanya/

Baca Selengkapnya......

BERATNYA MENJADI PEMIMPIN

Renungan ini adalah untuk kita semua. Karena pada hakikatnya kita semua adalah pemimpin, baik bagi diri kita pribadi, maupun untuk keluarga dan orang-orang lain di sekitar kita. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Tiap-tiap diri kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban kepemimpinan kalian". (HR. Bukhari)

Menjadi pemimpin memang bukan pekerjaan mudah. Salah langkah atau salah memutuskan dapat menjadi penghalang dalam memasuki surga-Nya. Karena jika satu saja dari orang-orang yang dipimpin tidak ridha atas diri sang pemimpin ataupun keputusan-keputusan yang dibuat, maka dapat menahan langkah sang pemimpin kelak di yaumul akhir, karena Allah akan menunda rahmat-Nya ketika ada satu mahluknya yang tidak ridha. Karena itulah, setiap keputusan yang dibuat oleh seorang pemimpin haruslah dipikirkan secara matang dan terencana. Bukan sekedar mengikuti arus, atau mengikuti situasi dan kondisi yang ada. Karena itulah amanah menjadi seorang pemimpin adalah berat adanya, sehingga Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab dan para sahabat Rasulullah lainnya ketika terpilih menjadi khalifah sempat menangis karena membayangkan betapa beratnya pertanggungjawaban mereka kelak di akhirat. Karena satu saja dari rakyat mereka tidak ridha atas kepemimpinan mereka, maka surga yang dijanjikan Allah akan tidak pernah diraih.

Memang benar, seorang pemimpin pada hakekatnya tetaplah seorang manusia yang tidak luput dari khilaf dan dosa. Apalagi seorang manusia tidak akan pernah luput dari cobaan dan ujian dari Allah selama hidupnya. Sebagaimana firman Allah:

“Wahai Hambaku! Sesungguhnya kamu pasti melakukan kesalahan siang dan malam…….
(Hadis Qudsi diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Dzar dari Nabi SAW, dari Allah ‘Azza wa Jalla)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
"Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk: 2)

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut: 2)

Sehingga sangat mungkin dalam perjalanannya sebagai seorang pemimpin, seseorang melakukan kesalahan dan kekhilafan karena pengaruh dari masalah-masalah yang dihadapinya. Maka tidak heran jika setiap malam Khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis meminta ampun kepada Allah atas setiap kelalaian dirinya dalam mengurus umat.

Karena itulah, maka empati dan simpati harus kita berikan kepada pemimpin-pemimpin kita yang sudah berusaha sekuat tenaga menunaikan amanahnya sesuai dengan hukum-hukum Allah namun tetap terjadi kesalahan dan kekhilafan pada diri mereka. Karena mungkin hal itu terjadi karena keterbatasan mereka sebagai manusia yang juga memiliki masalah-masalah pribadi yang butuh diselesaikan. Juga karena keterbatasan mereka dari sisi ihsas dan pemikiran yang belum bisa ‘terbang’ dalam melihat masalah sehingga keputusan-keputusan yang mereka buat tidak menyelesaikan masalah yang ada karena belum menyentuh akar permasalahannya.

Namun, catatan penting bagi seorang pemimpin yang mengharapkan pengertian dari orang lain akan keterbatasannya, bahwa seorang pemimpin pun harus memberikan empati dan simpatinya pada orang-orang yang dipimpinnya jika menginginkan diberikan feed-back yang serupa. Sudahkah sang pemimpin memberikan yang dibutuhkan oleh para ‘bawahannya’? Sudahkah sang pemimpin berempati dan bersimpati terhadap permasalahan-permasalahan pribadi mereka yang juga membutuhkan arahan sang pemimpin untuk menyelesaikannya?

Jika belum, maka jangan mengharapkan ada empati dan simpati yang diberikan. Karena pada hakikatnya, hubungan antara sesama muslim adalah saling memberi dan saling menerima.
U’ll take what u’ve given.

Maka, bagi kalian yang telah dan sedang berproses menjadi pemimpin, berhati-hatilah dalam melangkah dan mengambil keputusan. Karena pada hakikatnya, bukan hanya amal diri yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, tapi juga amal orang-orang yang kita pimpin.

Wallahu’alam bi shawab…….

Baca Selengkapnya......

APA KAMU PUNYA MASALAH?

Setiap manusia pasti punya masalah, karena masalah itulah yang menjadikan hidup ini menjadi dinamis dan bermakna, bukan sekedar numpang lewat sebelum masuk ke alam berikutnya. Bahkan orang mati punya masalah, masalah apakah mereka akan masuk neraka atau surga nantinya padahal pada saat itu mereka sudah tidak punya kesempatan lagi untuk menambah pahala ataupun mengurangi dosa-dosa mereka, bahkan mereka sudah tidak punya kesempatan untuk berdo’a lagi agar anak cucu mereka bisa mengirimkan do’a ke kubur mereka untuk meringankan timbangan dosa-dosa mereka nantinya. Ini masalah besar, bukan?

Kalo orang mati saja punya masalah, apalagi manusia yang hidup, pastilah punya masalah yang jauh lebih besar dan kompleks karena mereka yang hidup masih diberi kesempatan untuk menambah pahala ataupun mengurangi dosa-dosa mereka selama di dunia. Karena itulah cobaan dan halangan yang datang bertubi-tubi seakan-akan tiada habisnya untuk menguji manusia apakah masih konsisten beribadah kepada Allah sementara mereka menghadapi ujian-ujian tersebut.

Dan ini sudah diberitakan Allah dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang beriman akan terus-menerus diuji selama mereka hidup dan istirahat orang-orang beriman tersebut adalah ketika kaki-kaki mereka sudah menginjak surga. Dan di situlah baru manusia tidak akan punya masalah.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-Ankabut: 2)

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
"Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Al-Mulk: 2)

Karena itu, jangan pernah menganggap bahwa ketika tingkat keimanan seseorang sudah tinggi, maka dia tidak akan punya masalah lagi dengan hidupnya. Justru semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka cobaan yang diberikan Allah akan semakin berat. Dan ketika saat itu tiba, seorang manusia akan sangat membutuhkan manusia lainnya untuk menguatkan dan membantu dia menyelesaikan masalahnya. Maka, jangan berasumsi bahwa seseorang yang tinggi keimanannya tidak perlu dibantu lagi dalam sisi tausiyah dan bantuan lainnya, karena justru mereka sangat membutuhkannya. Apalagi buat orang-orang yang masih belum sempurna syakhsiyahnya, sehingga belum bisa menyelesaikan seluruh permasalahannya sesuai aturan Allah.

Maka, jangan tinggalkan mereka, kawan, sodara-sodara kita pastilah mempunyai masalah dalam hidupnya. Dan kadang yang mereka perlukan hanya tempat bercerita dan itu bisa kita mulai dengan bertanya, “Apa kabarmu hari ini, ukhti sholehah? Adakah masalah yang sedang kau hadapi?”

Jangan beranggapan bahwa orang-orang beriman (pengemban dakwah) adalah orang-orang yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan harus dibiarkan sendiri. Justru, keadaan mereka saat itu adalah yang paling rapuh yang akan dimanfaatkan oleh setan untuk memalingkan mereka dari jalan yang benar ini. Karena itu, bantu mereka dalam menyelesaikan masalah-masalah mereka, paling tidak berikan empati dan simpati terhadap permasalahan mereka.

Baca Selengkapnya......

Kamis, 01 April 2010

Rokok...Oh...Rokok....

Saya dari dulu berpendapat bahwa orang yg merokok adalah orang yg tidak bisa menghargai dirinya sendiri. Jika sudah begitu, tentu orang tersebut juga tidak bisa menghargai orang lain kan? Bagaimana bisa dia menghargai orang lain, jika apa yg dilakukannya, yaitu merokok justru lebih membahayakan orang lain daripada dirinya sendiri. Jika hanya dirinya sendiri yang sakit atau mati, sih gak masalah. Tapi, jika hal tersebut justru mengakibatkan kanker atau bahkan kematian bagi orang lain, kan berabe tuh....


Kerugian akibat merokok bukan hanya dari sisi kesehatan, tapi juga mencakup kerugian ekonomi, politik dan agama. Lho, kok bisa?? Ya, bisa donk, mari kita lihat fakta-fakta berikut:
1. Total penduduk dunia 6.5 Milyar.
2. Total Muslim dunia 1.3 Milyar.
3. Total perokok di dunia 1.15 Milyar.
4. Total Muslim yang merokok tidak kurang dari : 400 juta orang dan 140 juta orang adalah kaum Muslimin di Indonesia.
5. Produser rokok terbesar di dunia adalah Phillip Morris.
6. Donasi Phillip Morris kepada Israel adalah 12% dari profit yang mereka raih.
7. Kalau kaum Muslimin yang merokok menghabiskan satu bungkus/hari, berarti mereka membakar 400 juta bungkus rokok/hari.
8. Kalau harga rokok rata-rata $ 1.00/bungkus, berarti konsumsi mereka untuk rokok $ 400 juta/hari
9. Kalau 50% kaum Muslimin yang merokok membeli produk Philip Morris, berarti mereka menghisap 200 juta bungkus rokok produk Philip Morris/hari.
10. Total dana kaum Muslim yang masuk ke Morris sekitar $200 juta/hari
11. Rata-rata keuntungan rokok produk Philip Morris : 10% /bungkus
12. Berarti profit Philip Morris dari belanja rokok kaum Muslimin $ 20 juta/hari
13. Dengan demikian, kamu Muslim yang merokok menyumbang ke Israel $ 2.4 juta/hari dan $ 28.8 juta/tahun atau $ 288 juta/10 tahun
Ini fakta terkait dengan sumbangan kaum Muslilimin di dunia kepada negera Yahudi. Bayangkan, mereka yang merokok membakar uang sebanyak $ 400 juta/hari, sambil merusak diri sendiri (kesehatan sendiri) serta menyumbang pula ke Israel. Padahal menurut para Mujahidin Palestina, untuk memerdekakan Palestina dan Masjid Aqsha dari penjajahan bangsa yahudi diperlukan dana $ 500 juta/tahun. Sedangkan orang yang merokok menghabiskan untuk belanja rokok saja $ 400 juta/hari, atau sekitar $ 4.8 Milyar / tahun? Apakah ini perbuatan yang bisa diterima akal sehat? Apakah perbuatan ini tidak akan memancing murka Allah?
Dana yang dihabiskan untuk merokok akan lebih baik digunakan kepada hal-hal yang bermanfaat lainnya, di antaranya tabungan untuk menunaikan ibadah haji misalnya. Jika kita menabung setiap hari senilai satu bungkus rokok, atau sekitar Rp 10,000 maka uang kita akan terkumpul sebanyak Rp 300.000/bulan, atau sekitar Rp 3.6 juta pertahun. Dalam sepuluh tahun kita akan mampu menunaikan ibadah Haji yang biayanya tahun ini hanya sekitar Rp 30 juta.

Kalau ada orang yang merokok selam 30 tahun, maka orang tersebut akan mampu berangkat haji dan dengan dua orang anggota keluarga yang lain. Tapi, biasanya alasan yang keluar adalah saya belum bisa menunaikan ibadah haji karena Allah belum memberi rezki yang cukup. Faktanya adalah, orang yang merokok dengan sengaja membakar setiap hari sebagian rezki yang Allah berikan itu dan digunakan untuk merusak diri sendiri, orang-orang lain di sekitar Anda. Dan lebih miris lagi, secara tidak sadar mereka menyumbang kepada Israel yang sedang mencaplok tempat suci kaum muslimin sendiri dan setiap hari membunuh saudara-saudara mereka di Palestina?
Walaupun hukum merokok adalah mubah, namun besarnya mudharat akibat merokok menempatkan sang perokok sebagai orang yang kurang bersyukur akan nikmat Allah. Bahkan membahayakan kaum muslimin yang lain. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lupa bersyukur kepada Allah. Sebagaimana janji Allah sebagai balasan orang-orang yang bersyukur dan mengingkari nikmat Allah:
"Jika kamu bersyukur pasti Kutambah nikmatKu kepadamu; sebaliknya jika kamu mengingkari nikmat itu, tentu siksaanku lebih dahsyat. (Ibrahim: 7)
Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu atas seruanku ini, kecuali hanya kasih sayang dalam kekeluargaan. Siapa yang mengerjakan kebaikan, Kami lipat gandakan kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penilai. (Ash-Syura: 23)
Wallahu’alam bishawab…..

Referensi: http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/believe-it-or-not.htm

Baca Selengkapnya......

Senin, 17 Agustus 2009

PERJUANGAN SYARIAH DAN KHILAFAH BUKANLAH TERORISME

Peristiwa meledaknya bom di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton pada hari Jum’at tanggal 17 Juli 2009 lalu membuat isu terorisme yang sempat “mendingin” di Indonesia menjadi topik hangat kembali di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan dunia. Isu terorisme semula populer setelah runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) yang kemudian menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi apa yang diklaim Amerika sebagai Terorisme Internasional. Pembentukan opini global seperti ini telah berlangsung selama 8 tahun sehingga dampaknya terasa juga di Indonesia, seperti adanya tuduhan-tuduhan yang keji seakan-akan sarang teroris berada di Indonesia. Bahkan ada upaya untuk mengkaitkan terorisme dengan perjuangan syariah dan khilafah dengan menganggapnya sebagai ideologi kekerasan, semata-mata karena yang dituduh sebagai pelaku pemboman juga mencita-citakan hal yang sama. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan opini ummat Islam yang memperjuangkan syariah dan khilafah adalah teroris.

Faktor rendahnya pemahaman terhadap Islam adalah akar utama munculnya terorisme. Dengan kesahihan dan komprehensivitas pemahaman Islam, terorisme justru tidak akan dapat hidup. Sebab, di antara muatan dakwah Islam yang komprehensif mengajarkan syariah mengharamkan tindakan teror atau menakut-nakuti penduduk sipil. Pelaku teror diancam dengan hukuman mati. Dengan demikian, upaya dakwah justru dapat mengikis pemikiran dan tindakan teror. Sikap tersebut meneladani dakwah Rasulullah SAW yang tanpa kekerasan. Perjuangan syariah Islam dan Khilafah pada hakekatnya adalah mengubah masyarakat Jahiliah (tidak Islam) menjadi masyarakat Islam. Metode perjuangan Nabi SAW dalam mengubah masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat Islam di Madinah dengan melakukan pertarungan pemikiran dan perjuangan politik sekaligus mensterilkan perjuangannya itu dari kekerasan fisik dan angkat senjata. Ancaman-ancaman fisik yang diterima beliau dan para sahabatnya dihadapi dengan thalab an-nushrah (menggalang dukungan/pertolongan). Nabi SAW tidak melakukan aktifitas fisik karena saat itu memang belum Allah Swt. perintahkan. Allah Swt. berfirman:
”Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tangan kalian (dari berperang), dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut lagi dari itu.” (QS an-Nisa’ [4]: 77).

Perjuangan atas dasar pergolakan pemikiran dan perjuangan politik itulah yang merupakan hakikat dakwah tanpa kekerasan. Jangan sampai kaum Muslimin terperosok ke dalam jebakan yang hendak mengalihkan konfrontasi pemikiran dan politik menjadi konfrontasi kekuatan fisik.

Referensi:
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/08/08/terorisme-dan-stigmatif-negatif-perjuangan-syariah-dan-khilafah/
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/26/bola-liar-bom-marriot-calton/
Khoiri Sulaiman, “Mencabut Terorisme dengan Dakwah”, Jawa Pos Kamis, 13 Agustus 2009
MR Kurnia, “Dakwah Tanpa Kekerasan”, Senin,1 Agustus 2009, http://iinsolihin.wordpress.com/2008/10/11/dakwah-tanpa-kekerasan/

Baca Selengkapnya......

Kamis, 25 Desember 2008

Just For Fun

Kepada Rekan-Rekan yang punya simpanan di Perbankan Indonesia :

Mohon kiranya bagi siapa yg memiliki rekening di bank yg tercantum dibawah ini agar waspada dan terus memonitor
perkembangan bank dimaksud sebelum terjadi kesulitan utk mencairkan dananya.

"DAFTAR BANK YANG AKAN TUTUP"

KARENA KRISIS GLOBAL

Dengan krisis global yang melanda dunia secara menyeluruh , maka nasabah saat ini harus pandai2 menilai & memilih bank yg sehat sebagai partner, dalam aktivitas usaha ataupun tempat untuk menyimpan dana. Dengan belum tentunya Barack Obama memenangkan Pemilihan Presiden di Amerika membuat pasar bursa dan perbankan tetap dihantui krisis panjang yang bias berakibat resesi besar seperti tahun 1929, dari para pengamat financial internasional di Bursa Saham Jakarta secara tersirat menyatakan akan ada beberapa bank lagi yang akan tutup, berdasarkan hasil investigasi yang kami peroleh.

Berikut daftar bank bank yang akan tutup:


1. Bank Bukopin
2. Bank BRI
3. Bank Mandiri
4. Bank BTN
5. Bank Danamon
6. Bank BCA
7. Bank BII
8. Bank Permata
9. Bank Niaga
10. Bank Agro
11. Bank ABN
12. Citibank
13. Bank HSBC
14. Bank Panin
15. Bank Standard Chartered
16. Bank BNI

Bank-bank tersebut di atas akan tutup sore hari setiap harinya sekitar pukul 17.00 dan akan dibuka kembali esok pagi setiap harinya sekitar pukul 08.00.

Baca Selengkapnya......

Selasa, 23 Desember 2008

Ditilang Polisi , dan Polisi itu temenku

Cerita ini dari milis klubtmi98uii:

Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala
hijau.
Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat.
Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah
biasanya menyala cukup lama.
Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning.
Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera.
Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang,
haruskah ia berhenti atau terus saja.
"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya
sambil terus melaju.

Priiiit!


Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya
berhenti.
Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.
Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu
asing.
Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
Hati Jono agak lega.
Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
"Hai, Bob.. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
"Hai, Jon." Tanpa senyum.
"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
Istri saya sedang menunggu di rumah.."
"Oh ya?"
Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.

"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan
segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu
melintasi lampu merah di persimpangan ini."

Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti
strategi.

"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu
merah.. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."

Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.

"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."

Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan
menutup kaca jendelanya.
Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat
kemudian Bobi mengetuk kaca jendela.
Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela
itu sedikit.
Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa
berkata-kata Bobi kembali ke posnya..
Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca
jendela.
Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota.
Kenapa ia tidak menilangku.
Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka
dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.

"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak
perempuan.
Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos
lampu merah.
Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa
bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.
Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada.
Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan
mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya.
Begitu juga kali ini.. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami
terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".

Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi.
Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana.
Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu
sambil berharap
kesalahannya dimaafkan... ....

************ ****

Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain.
Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita.
Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.

Drive Safely Guys..

Baca Selengkapnya......