<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163</id><updated>2012-02-10T08:17:07.601-08:00</updated><category term='ilmu'/><category term='Industri'/><category term='harakah'/><category term='Muslimah'/><category term='halal-haram'/><category term='Orang Baik'/><category term='Daulah'/><category term='Solusi Islam'/><category term='pemimpin'/><category term='My Note'/><category term='dakwah'/><category term='wanita'/><category term='masalah'/><category term='Melamar Yukkk'/><category term='Dakwah kampus'/><category term='rokok'/><category term='Perkenalan'/><category term='Makanan Minuman'/><category term='amanah'/><category term='Lucu-lucuan'/><category term='Intelektual dakwah'/><category term='Hikmah Hari Ini'/><category term='Sujud Syukur'/><category term='Khilafah'/><category term='Pendidikan Islam'/><category term='Terorisme'/><category term='hikmah'/><title type='text'>Berbagi Pemikiran dan Perasaan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-284348629756023991</id><published>2012-02-10T08:13:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T08:17:07.623-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harakah'/><title type='text'>Renungan pebruari 2012</title><content type='html'>Berkunjung ke 2 kota berbeda dalam 4 bulan terakhir memunculkan banyak kekagetan dan pertanyaan. Dua kota spesial dalam hidupku karena berhasil membentuk karakterku yang sekarang, yang jauuh berbeda dari sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih rasanya ketika sahabat-sahabat kita yang sudah begitu lama berjuang bersama, yang bergulat dengan masalah yang sama, namun tiba-tiba kita mendapat kabar bahwa mereka sudah memilih jalan yang berbeda. Membuat kita bertanya, mereka kah yang salah atau sistem harakah ini yang salah? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita berada di suatu harakah tentu bukan karena teman kita kebanyakan ada di situ atau karena kita mendapatkan penghargaan atau pun perhatian di sana. Tapi, bukankah karena pemikirannya saja yang membuat kita terikat dengan sebuah jama'ah? Maka ketika sistem harakah tersebut belum lah sempurna adanya karena pelaksananya adalah manusia yang juga tidak sempurna, maka hal tersebut bukanlah menjadi alasan kita untuk mundur atau keluar dari harakah tersebut kan? Bagaimanapun kita sudah melakukan perbandingan dan mendapati satu harakah saja yang memang layak kita ikuti. Maka, langkah selanjutnya adalah berkontribusi di dalamnya termasuk memperbaiki sistem harakahnya jika memang ada yang salah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah proses yang tidak mudah. Sakit hati, kecewa dan putus asa dapat menghantui langkah kita dalam prosesnya. Dan saat itu terjadi, kita memang benar-benar membutuhkan penopang yang kuat yang sanggup membuat kita bertahan di tengah derasnya arus kejumudan dan kebatilan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun keputusan sahabat-sahabatku, aku hargai dan hormati, dan aku cukup tau diri untuk tidak mempermasalahkannya lebih jauh lagi. Bagaimanapun juga setiap orang punya jalan pikirannya sendiri dan punya pertimbangannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga langkah terbaik lah yang dipilih setiap orang.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-284348629756023991?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/284348629756023991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=284348629756023991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/284348629756023991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/284348629756023991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2012/02/renungan-pebruari-2012.html' title='Renungan pebruari 2012'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-9026865175037225872</id><published>2010-12-10T14:13:00.000-08:00</published><updated>2010-12-10T14:14:58.110-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Daulah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>PERAN INTELEKTUAL MUSLIMAH DALAM MENYELAMATKAN GENERASI UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA MENJADI MANDIRI, KUAT DAN TERDEPAN</title><content type='html'>Oleh: Muriani Emelda Isharyani, ST, MT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Kaum intelektual muslimah adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan, baik itu pendidikan yang dimulai dari kandungan sampai dengan pendidikan di perguruan tinggi.  Peran kaum intelektual muslimah sangat strategis dalam menentukan nasib bangsa. Merekalah yang mencanangkan tonggak sejarah kehidupan suatu bangsa, merekalah yang mewarnai dan menentukan profil suatu bangsa, sehingga bangsa yang berkepribadian mulia pasti lahir dari komunitas intelektual yang mulia pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan bangsa yang berkepribadian mulia, maka para intelektual muslimah mengemban amanah untuk turut serta menyelesaikan problematika masyarakat atau umat, baik dalam posisinya di sektor domestik maupun dalam posisinya di sektor publik. Dalam sektor domestik, intelektual muslimah memiliki kewajiban sebagai seorang ibu yang mengandung dan mendidik anak. Sedangkan dalam sektor publik, seorang intelektual muslimah juga memiliki kewajiban yang tidak mungkin dilakukan di dalam rumah, seperti menuntut ilmu dan dakwah. Juga kegiatan-kegiatan lainnya dalam sektor publik yang memberikan para intelektual muslimah peran penting dalam masyarakat, seperti aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan eksis di dalam perdagangan atau mencari nafkah. Namun, para intelektual muslimah yang seharusnya mengemban amanah menyelesaikan problematika masyarakat atau umat, mulai dibelokkan dari tujuan mulia ini dengan menggiring aktivitasnya untuk kepentingan yang sifatnya personal atau golongan tertentu, yang ujung-ujungnya untuk kemakmuran pribadi. Dampak semua ini adalah sebuah ironi bahwa lahirnya para intelektual muslimah ternyata justru meningkatkan kuantitas dan juga kualitas problematika umat. Gejala pergeseran orientasi peran strategis para intelektual muslimah terhadap keberlangsungan kehidupan dunia ini ternyata tidak hanya terjadi dalam lingkup Samarinda atau Kalimantan Timur ataupun Indonesia, melainkan sudah mendunia. Hal ini dapat kita lihat dari salah satu hasilnya yang berupa makin rusaknya kualitas generasi muda yang terbentuk pada masa sekarang ini, yang dalam makalah ini dibatasi pada ruang lingkup Kalimantan timur dan Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Potret Buram Generasi Masa Kini&lt;br /&gt;Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia memiliki generasi muda dengan keadaan yang memprihatinkan. Selain terbelit dengan masalah kemiskinan dan putus sekolah, banyak yang terjerat narkoba, perilaku seks bebas hingga terjangkit HIV/AIDS ataupun terlibat dalam kegiatan kriminal lainnya. Padahal sebagian besar generasi muda Indonesia yang bermasalah ini adalah kalangan terpelajar yang telah menempuh pendidikan sedikitnya sampai sekolah menengah. Masalah kemiskinan dalam masyarakat salah satunya terjadi karena sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia, sehingga memiliki gelar akademik pun tidak menjamin akan mendapat pekerjaan yang layak. Data dari Dirjen Dikti bahkan menyebut angka pengangguran sarjana menunjukkan kecenderungan yang terus naik hingga pada tahun 2008 angka pengangguran di Indonesia sudah mencapai 1,2 juta orang (Kaltim Post, Rabu 11 Maret 2009). Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim hingga Februari 2010 menyebutkan terdapat 10,45% dari jumlah penduduk, belum memiliki pekerjaan. Sementara, jika dilihat dari kelas pendidikan, masih banyak berstandar sekolah dasar yang mencapai 519.642 orang dari total 3,2 juta jiwa penduduk Kaltim. Sedangkan pekerja dengan tingkat pendidikan hingga perguruan tinggi hanya 5,66% (Kaltim Post, Selasa 11 Mei 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan dapat menyebabkan terjebaknya generasi muda pada narkoba sebagai pelarian dari permasalahan hidup yang mereka hadapi.  Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Gories Mere mengungkapkan jumlah pecandu narkoba pada survery BNN pada tahun 2008 diperkirakan mencapai 3,3 juta orang atau 1,99 persen penduduk Indonesia yang terdiri dari dua golongan, yaitu 1,3 juta pelajar atau mahasiswa dan sisanya 2 juta orang bukan pelajar dan mahasiswa (Berita Suara Media, 26 Juni 2010). Bahkan menurut hasil survei oleh BNK Makasar yang menyatakan 75 siswa SD adalah pengguna narkoba (Sabtu, 16 Januari 2010, http://masagemilang.blogspot.com/2010/01/narkoba-menjajah-generasi-muda.html).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusaknya generasi ini bertambah lagi dengan adanya budaya permisif yang kemudian menumbuh-suburkan pornografi-pornoaksi yang memicu adanya seks bebas. Sebagaimana data Depkes pada 2002-2003 yang mengungkapkan 60 persen remaja mengaku telah mempraktikkan seks pra nikah (Kaltim Post, 13 April 2010). Hasil yang cukup mengejutkan juga didapat dari hasil penelitian Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim terhadap remaja usia 12-21 tahun di Samarinda, Balikpapan, dan Paser, dimana pada tahun 2002 di Balikpapan sekitar 60 dari 300 remaja (20%) dan pada tahun 2009 di Kabupaten Paser sekitar 5% pelajar SMP dan SMA mengaku pernah berhubungan seksual (Kaltim Post, 9 Juni 2010). Juga diketahui dari hasil survei yang dilakukan  Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kaltim bahwa pada tahun 2009, dari 400 remaja usia sekolah hingga kuliah di Samarinda, 25% sudah pernah berhubungan seksual (Kaltim Post, 2 Desember 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seks bebas kemudian menyebabkan banyak kasus hamil tak diinginkan. Akibatnya, banyak remaja putri yang melakukan aborsi (2,3 juta kasus per tahun). Seks bebas juga menimbulkan semakin bertambahnya jumlah penderita HIV di Indonesia yang menjadikan laju pertumbuhan penderita kasus HIV/AIDS di Indonesia sebagai yang tercepat di Asia. Dalam setahun diperkirakan terjadi satu juta kasus baru HIV di Indonesia. Tragisnya, 92% diantaranya adalah usia produktif, termasuk anak-anak dan remaja. Sampai bulan September 2009, Kementerian Kesehatan telah melaporkan jumlah penderita AIDS pada anak dibawah 15 tahun telah mencapai 464 anak (Kalimantan-news, 1 Desember 2010, 07:36:04 WIB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran Peran Intelektual Muslimah&lt;br /&gt;Semua masalah yang menimpa generasi muda tersebut baru sebagian kecil dari permasalahan yang menimpa bangsa dan negara ini. Dan permasalahan serupa juga dihadapi oleh berbagai negara di dunia. Kenapa hal ini bisa terjadi serempak di seluruh dunia dan di seluruh lini kehidupan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya adalah sistem kehidupanlah yang menjadi faktor kuncinya. Ideologi kapitalisme-liberalisme yang diterapkan di seluruh dunia bersumber dari sekulerisme, yang telah memposisikan agama sebagai suatu ajaran yang harus dijauhkan/dikeluarkan dari siklus kehidupan manusia, menjadikan kebebasan meraih kebahagiaan dunia dan kenikmatan jasadiah menjadi instrumen atau alat ukur di seluruh lini kehidupan. Dan intelektual muslimah sebagai pendidik pertama dan utama generasi bangsa didorong untuk memperoleh peran dan kedudukan yang sama persis dengan laki-laki.  Ditanamkanlah asumsi bahwa rumah tangga adalah penjara bagi kaum perempuan yang menghalangi kiprahnya di sektor publik dan peran ibu adalah perbudakan.  Akibatnya, hanya sedikit perempuan yang tulus melakoni peran sebagai ibu, dan tidak ada yang bertanggung jawab penuh terhadap pendidikan anak.  Hal ini telah membawa intelektual muslimah mengabaikan peran keibuan (umamah) dan pengelola rumah tangga (rabbah al-bayt). Padahal peran inilah yang pertama dan utama untuk melahirkan generasi berkualitas. Sistem sosial yang rusak dan ancaman lost generation di depan mata. Perempuan juga harus menanggung hidup yang semakin berat akibat penghapusan berbagai UU yang memberi kekhususan bagi perempuan di tempat kerja, seperti cuti hamil, tidak adanya jam kerja malam dsb. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi inilah yang hari ini menguasai kehidupan para intelektual di era global, sehingga mereka sama sekali tidak diberi kesempatan untuk berproses dan melakukan aktualisasi diri secara fitrah, karena dibelenggu oleh tuntutan berpikir secara pragmatis dan instan. Ideologi tersebut dapat tumbuh subur karena menawarkan kemudahan-kemudahan untuk mencapai kebahagiaan semu yang banyak diidam-idamkan oleh manusia. Sistem kapitalistik telah menghancurkan peran utama para intelektual ini dan menjatuhkan kedudukan mereka sekedar sebagai agen ekonomi yang memperkuat bercokolnya para kapitalis. Para intelektual dalam sistem kapitalistik justru dipersiapkan untuk mempersiapkan undang-undang yang melegitimasi sepak terjang para kapitalis untuk merampok kekayaan alam. UU Penanaman modal, UU migas, UU ketenagalistrikan, UU sumber daya air, semua itu adalah hasil karya para intelektual pesanan para kapitalis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intelektual dalam sistem kapitalistik juga diarahkan untuk menjadi pemadam kebakaran dari masalah yang terus menerus diproduksi para kapitalis. Mereka diminta untuk mereklamasi lahan bekas tambang, menemukan tanaman yang tahan terhadap pencemaran, menemukan teknik bioenergi terbaik dan berbagai teknologi yang semua itu ada dalam arahan dan dominasi para kapitalis. Kapitalisme telah menjatuhkan pengetahuan dan para pemilik pengetahuan sebagai budak-budak mereka. Dengan sistem pendidikan yang ada di Indonesia misalnya, hampir bisa dipastikan akan semakin banyak mencetak intelektual yang hanya bertindak sebagai buruh-buruh murah bagi mereka. Kapitalisme juga membajak para intelektual untuk menjadi agen-agen asing yang melapangkan jalan disintegrasi bangsa. Dengan dukungan penuh kekuatan para kapitalis dari berbagai lini, negara tak sanggup menghadapi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, jumlah total intelektual di Indonesia dari berbagai disiplin ilmu, bukan hanya ribuan, melainkan jutaan, sebanding dengan jutaan permasalahan yang dihadapi oleh umat dewasa ini.  Mulai dari problematika yang bersifat ideologis, politis, ekonomis, sosial dan kultur budaya.  Sayangnya, semua problematika tersebut tidak secara tuntas dapat teratasi oleh para intelektual yang fitrahnya seharusnya berkompeten mengatasi problematika tersebut. Sebaliknya secara faktual, lahirnya para intelektual ternyata malah melahirkan masalah baru. Mulai dari penipuan, korupsi, pengangguran, pemborosan uang negara, manipulasi penggunaan uang rakyat, hingga penyalagunaan sumber daya alam yang semestinya dapat dikelola dengan optimal melalui pemberdayaan kepakaran kaum intelektual, malah berujung kesengsaraan rakyat dan generasi dalam bentuk ketergantungan bangsa ini terhadap produk luar negeri. Hal yang ironi karena bahan bakunya sangat surplus di Indonesia. Ini benar-benar kesalahan sistemik yang sulit diselesaikan, kecuali dengan metode sistemik pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita juga melihat fenomena lebih senangnya para intelektual berkiprah di negara-negara maju dibandingkan mengabdi dan membangun negerinya sendiri dikarenakan masalah pendapatan dan penghargaan yang tak sebanding dengan yang mereka terima jika mereka di luar negeri (LN). Warga negara Indonesia yang mendapat kesempatan bersekolah di LN dengan beasiswa atau berkiprah di sana pada dasarnya adalah SDM terpilih sehingga merupakan asset bangsa. Keunggulan merekalah yang menyebabkan mereka juga mendapat peluang untuk lebih lama di LN dengan tawaran penelitian lanjutan atau bekerja di perusahaan di sana. Betapa banyak dosen dan peneliti yang telah disekolahkan pemerintah, ternyata kemudian lebih senang bekerja di negara tetangga atau negara tempat mereka pernah bersekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reposisi Peran Intelektual Muslimah&lt;br /&gt;Intelektual muslimah adalah kelompok manusia tertentu yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT. Allah menyebut mereka yang menggunakan kecerdasan dan kapabilitas intelektualnya untuk mengambil pelajaran sebagai ulul albab. Allah berfirman :&lt;br /&gt;• Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendakinya. Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran, kecuali ulul albab. (QS: Al Baqarah:269)&lt;br /&gt;• Mereka adalah orang yang bisa mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia (QS: Yusuf:111)&lt;br /&gt;• Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah dan mereka itulah ulul albab (QS: Ali Imran:7)&lt;br /&gt;• “Katakanlah “Apakah sama, orang¬orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?” Hanya orang¬orang yang berakal sajalah yang bisa mengambil pelajaran.” (QS. Az-Zumar :9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ilmu yang dikuasai para intelektual tersebut, Islam memberikan posisi/kemuliaan dibandingkan dengan mereka yang tidak berilmu, selama ilmu itu disandarkan pada keimanan yang benar kepada Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt yang artinya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah mengangkat orang ¬ orang yang beriman diantara kalian dan mereka yang diberi ilmu dengan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadalah : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw juga bersabda: &lt;br /&gt;”Barangsiapa menempuh jalan yang padanya dia menuntut ilmu, maka Allah telah menuntunnya jalan ke surga.” &lt;br /&gt;(HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa didatangi kematian dimana dia sedang menuntut ilmu untuk menghidupkan Islam, maka antara dia dan para Nabi di surga adalah satu tingkat derajat.” &lt;br /&gt;(HR ad Darimi dan ibn sunni dengan sanad hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, Islam menempatkan para intelektual dalam kedudukan yang sangat mulia –hingga dikatakan bisa bersama dengan para Nabi di surga-, selama mereka melandasi keilmuannya dengan keimanan, dan mempergunakan/mengamalkan ilmunya dalam rangka menghidupkan (syariah) Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Intelektual muslimah sudah seharusnya tumbuh dan berkembang di atas pilar aqidah aqliyah, suatu proses pemahaman terhadap alam semesta, manusia dan kehidupannya melalui pemikiran secara utuh dan terintegrasi. Konsep ini harus ditanamkan sejak manusia mengenal dunia pendidikan baik secara formal maupun nonformal. Secara rinci dapat disebutkan bahwa niat untuk menjadi intelektual sudah harus diluruskan sejak awal dan akan secara otomatis terpenuhi, ketika seseorang paham akan posisi dirinya terhadap Sang Pencipta. Keahlian yang diraih melalui proses pembinaan berbasis aqidah dan syariat Islam pasti akan diperuntukkan sesuai tuntutan kompetensi yang diinginkan Islam, yaitu untuk menyelesaikan permasalahan dan mewujudkan kemaslahatan umat. Inilah alasannya, kenapa keahlian harus dibangun di atas pilar aqidah dan syariah Islam. Keahlian yang seperti inilah yang akan mewujudkan umat yang mulia di hadapan Sang Pencipta, yaitu umat yang bertaqwa. Seseorang yang ahli di bidang sains dan teknologi misalnya, harus paham benar untuk apa alam semesta ini diciptakan, apa yang terkandung di dalam alam semesta ini, bagaimana mengeksplorasinya, mengelolanya dengan benar dan memanfaatkannya dengan amanah untuk kelangsungan hidup manusia. Dengan bekerjasama secara sinergi, melibatkan para ahli dari berbagai bidang minat, akan terciptalah suatu sistem yang berkembang di atas kehidupan yang rahmatan lil’alamin secara global, bukan hanya di Indonesia. Allah menciptakan Islam untuk seluruh umat di dunia, sebagai satu-satunya agama yang telah disempurnakan untuk mengatur kehidupan manusia di dunia. Jadi keahlian yang dikembangkan berbasis pada aqidah dan syariah Islam merupakan jaminan untuk dapat menyelesaikan permasalahan umat sedunia. Visi ini akan terwujud secara riil, ketika pada tataran implementasinya ditopang oleh sistem yang kondusif dan mendunia pula, yaitu sistem kehidupan yang menerapkan syariah kaaffah di bawah naungan daulah khilafah Islamiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi yang harus dipegang oleh para intelektual muslimah adalah sebagai pembimbing dan pemersatu umat untuk mewujudkan bangsanya yang besar, kuat dan terdepan dalam naungan khilafah Islam, bukan mengabdi pada bangsa lain. Umat membutuhkan intelektual yang mampu memetakan potensi dan memberi solusi yang benar untuk memecahkan berbagai persoalan umat. Intelektual yang berani berkorban, berani mengungkapkan kebenaran. Umat membutuhkan intelektual sejati yang memahami ideologi Islam dan menanamkannya ke tengah-tengah umat. Merekalah Intelektual sejati (ulul albab) yang akan menghentikan penjajahan (non fisik) hari ini untuk menyelamatkan generasi sekarang dan di kemudian hari. Mereka adalah orang-orang yang dicirikan dengan karakter-karakter di bawah ini :&lt;br /&gt;1. Bersungguh-sungguh mencari ilmu (QS Ali-Imran:7) dan memikirkan ciptaan Allah (QS Ali Imran:190).&lt;br /&gt;2. Mampu memisahkan yang jelek dengan yang baik. Kemudian mereka memilih yang baik, walaupun ia harus sendirian mempertahankan kebaikan itu dan walaupun kejelekan itu dipertahankan oleh banyak orang (QS Al-Maidah:100)&lt;br /&gt;3. Kritis dalam mendengarkan pembicaraan, pandai menimbang-nimbang ucapan, teori, preposisi atau dalil yang dikemukan oleh orang lain. Mereka mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal (QS Az-Zumar:18)&lt;br /&gt;4. Menyampaikan ilmunya untuk memperbaiki masyarakatnya, memberikan peringatan kepada masyarakat (QS Ibrahim:52). &lt;br /&gt;5. Tidak takut kepada siapapun, kecuali kepada Allah (QS Al-Maidah:179 dan Ath-Thalaq:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas, agar seorang intelektual muslimah bisa mereposisi perannya menjadi intelektual sejati, maka ada tiga hal yang harus senantiasa melekat pada dirinya:&lt;br /&gt;1. Memiliki keahlian tertentu sesuai dengan bidang yang dikuasainya&lt;br /&gt;2. Memahami realita kehidupan yang ada di tengah-tengah masyarakat. Apa sesungguhnya persoalan-persoalan yang terjadi, mengurainya hingga bisa dipahami akar permasalahan yang sesungguhnya. Untuk itu dia harus memiliki metode berfikir yang benar, yang dia gunakan untuk memahami realitas sesungguhnya, yaitu metode berfikir aqliyah (rasional). Sebaliknya, sekalipun arus di dunia intelektual mengajarkan untuk menjadikan metode berfikir ilmiah sebagai satu-satunya metode berpikir, seorang intelektual muslim sejati akan tetap bisa menempatkan metode berfikir ilmiah sesuai dengan porsinya yang tepat.&lt;br /&gt;3. Memahami ideologi Islam sebagai sumber solusi yang dia gali untuk menyelesaikan semua jenis problematika masyarakat yang dihadapinya. Sehingga pemikiran/ konsep yang disampaikannya tidaklah bersifat praktis dan bertarget pragmatis saja. Tapi harus sampai pada tataran ideologi yang akan membentuk sistem. Dengan kata lain, seorang intelektual muslimah haruslah senantiasa ideologis, tidak a-politis dan tidak membatasi pemikirannya pada satu kebidangan/kepakaran tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Faizatul Rosyidah, Peran Intelektual Muslimah Dalam Menyelematkan Generasi Dengan Mewujudkan Indonesia yang Mandiri, Kuat dan Terdepan, 2 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2010/12/03/hanya-islam-yang-memuliakan-perempuan/,  Hanya Islam yang Memuliakan Perempuan, diakses tanggal 5 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2010/12/03/jubir-mhti-iffah-rochmah-kesetaraan-jender-salah-arah/, Kesetaraan Jender Salah Arah, diakses tanggal 5 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 16 Januari 2010, http://masagemilang.blogspot.com/2010/01/narkoba-menjajah-generasi-muda.html, Narkoba Menjajah Generasi Muda, diakses tanggal 5 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimantan-news, Desember, 01 2010, 07:36:04 WIB, Organisasi Wanita Kabupaten Landak Sosialisasikan Bahaya HIV/Aids.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.kaltimpost.co.id &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-9026865175037225872?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/9026865175037225872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=9026865175037225872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/9026865175037225872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/9026865175037225872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/12/peran-intelektual-muslimah-dalam.html' title='PERAN INTELEKTUAL MUSLIMAH DALAM MENYELAMATKAN GENERASI UNTUK MEWUJUDKAN INDONESIA MENJADI MANDIRI, KUAT DAN TERDEPAN'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-2993298119180682244</id><published>2010-09-04T06:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T06:28:25.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Idul Fitri dan Optimisme Perjuangan Khilafah</title><content type='html'>Perjuangan Khilafah adalah cita-cita besar yang sangat  penting, konsekuensinya tentu membutuhkan kerja yang besar, kecerdasan yang tinggi, pengorbanan yang besar sekaligus kesabaran yang super.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan berlalu, umat Islam bersiap-siap menyambut hari besar umat Islam  idul Fitri. Hari besar ini sering disebut hari kemenangan dan kegembiran umat Islam. Pertanyaan pentingnya benarkah kita telah meraih kemenangan yang hakiki? Benarkah kita pantas bergembira?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita pantas bergembira kalau memang kita benar-benar telah meraih apa yang dimaksudkan oleh Allah SWT dari shaum kita pada bulan Ramadhan yakni ketaqwaan. Inilah alat ukur dari keberhasilan shaum kita, apakah kita semakin bertaqwa atau malah sebaliknya. Ukuran ketaqwaan juga sangat jelas, apakah kita sudah menjalankan perintah Allah SWT dan meninggalkan seluruh larangannya atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al Hasan al Bashri  menjelaskan kepada kita pengertian taqwa dengan gamblang yakni menjaga dari apa-apa yang diharamkan Allah SWT dan melaksanakan segala perintah-Nya. Sementara Ibnu Abbas memberikan substansi taqwa itu dengan sikap khawatir  kaum Muslimin dari sanksi (uqubat) yang akan ditimpakan Allah  kepadanya (karena perbuatan yang dilakukannya), sekaligus harapan akan rahmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita jujur tentu kita akan mengatakan bahwa kita belum benar-benar bertaqwa. Itu artinya, kita belum benar-benar meraih kemenangan dari Ramadhan kita ini.  Buktinya masih banyak hukum-hukum Allah SWT yang belum kita terapkan. Padahal kita diperintahkan untuk taat kepada seluruh hukum-hukumnya  secara totalitas. Salahsatunya ditegaskan dalam Alquran: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu (QS Al Baqarah: 208).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tafsir Ibnu Katsir Juz I dijelaskan  makna ayat ini  yakni: Allah SWT memerintahkan hamba-Nya yang beriman kepada-Nya, membenarkan Rasul-Nya: agar mengambil seluruh pegangan Islam dan seluruh syariah, dan menjalankan seluruh perintah-Nya, dan meninggalkan seluruh larangan-Nya sesuai dengan kemampuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab mendasar tidak diterapkannya seluruh syariah Islam adalah karena kita tidak memiliki institusi politik (negara) ad daulah al Khilafah yang secara formal menerapkan syariah Islam. Tanpa negara Khilafah ini banyak syariah Islam yang tidak kita bisa kita terapkan. Kita memang bisa shalat meski tanpa negara Khilafah, namun tanpa Khilafah kita tidak bisa menghukum orang yang tidak shalat secara terang-terangan. Kita bisa shaum tanpa negara Khilafah, namun kita tidak bisa menghukum orang yang tidak shaum tanpa alasan syar’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa negara Khilafah kita bisa menasihati seseorang agar tidak berzina, tapi siapa yang akan menghukum orang yang berzina kalau tidak ada khilafah? Hukum-hukum yang lain jelas membutuhkan Daulah Khilafah: seperti penetapan mata uang resmi negara dinar dan dirham (yang berdasarkan emas dan perak), pencegahan barang tambang dikuasai oleh asing (swasta) karena merupakan pemilikan umum (al milkiyah al ‘amah), menjalankan politik luar negeri dakwah dan jihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang memperjuangkan kembalinya Khilafah adalah persoalan yang berat. Tapi itulah konsekuensi dari cita-cita besar yang  sangat  penting. Tentu membutuhkan kerja yang besar, kecerdasan yang tinggi, pengorbanan yang besar sekaligus kesabaran yang super. Karena itu kita tidak boleh pesimistis apalagi menganggap perjuangan ini utopis. Modal utama dari keberhasilan perjuangan ini adalah keyakinan yang kuat (aqidah Islam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Khilafah adalah merupakan konsekuensi keimanan, sebab menegakkan syariah Islam adalah wujud keimanan seorang Muslim. Tanpa Khilafah mustahil seluruh syariah Islam diterapkan. Apalagi, tidak akan mungkin Allah SWT mewajibkan kita bersatu dan menegakkan syariah Islam kalau perintah itu tidak mungkin kita laksanakan! Bukankah Allah tidak akan membebani kita dalam perkara-perkara yang memang kita tidak sanggup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk keyakinan akan janji kemenangan dari Allah SWT.  Dalam QS An Nuur: 55 Allah telah menjanjikan kemenangan ini kepada mereka yang beriman dan beramal shalih.  Demikian juga banyak hadits yang menjanjikan akan kembalinya Khilafah ‘ala minhaj an Nubuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang orang-orang kafir, musuh-musuh Allah tidak akan diam, mereka akan berbuat makar dengan berbagai cara menghalangi kemenangan ini. Tapi yakinlah mereka tidak akan pernah berhasil. Allah SWT telah  memastikan kekalahan mereka dalam firman-Nya: “ Tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-siapa belaka” (TQS al Mu’min: 25). Walhasil marilah kita meraih kemenangan yang hakiki dengan meraih ketaqwaan yang sesungguhnya dalam Idul Fitri ini dengan memperjuangkan tegaknya syariah dan Khilafah.  (Farid Wadjdi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://farid1924.wordpress.com/2010/08/31/idul-fitri-dan-optimisme-perjuangan-khilafah/#more-431&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-2993298119180682244?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/2993298119180682244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=2993298119180682244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2993298119180682244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2993298119180682244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/09/idul-fitri-dan-optimisme-perjuangan.html' title='Idul Fitri dan Optimisme Perjuangan Khilafah'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-9203121047500396682</id><published>2010-09-04T06:21:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T06:21:04.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan Islam'/><title type='text'>Universitas Kelas Dunia</title><content type='html'>Diskusi seputar kualitas perguruan tinggi tidak hanya menarik setiap tahun ajaran baru.  Untuk Indonesia yang rasio sarjana ke jumlah penduduk baru 6%, menjadi sarjana masih menjadi cita-cita banyak orang, dan merupakan salah satu cara naik ke jenjang sosial dan ekonomi yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tentu saja cita-cita itu hanya akan terwujud kalau perguruan tinggi yang memberikan gelar sarjana adalah perguruan tinggi yang bermutu.  Karena itu, informasi tentang kualitas perguruan tinggi menjadi sangat penting, walaupun orang tetap seharusnya tahu diri, apakah dia memiliki bakat yang dibutuhkan untuk kuliah di perguruan tinggi favorit itu.  Ini karena perguruan tinggi yang bermutu biasanya juga diserbu peminat, bahkan dari manca negara.  Karena itu, rasio kapasitas dengan peminat serta rasio mahasiswa mancanegara sering dijadikan aspek-aspek yang dinilai dalam pemeringkatan perguruan tinggi, misalnya oleh Academic Ranking of World Universities (ARWU), Times Higher Education (THES), ataupun Webometrics.  Aspek penilaian lainnya adalah jumlah paper internasional yang dihasilkan, penyerapan dan persepsi di dunia kerja dan kualitas sarana dan prasarana pendidikan seperti jumlah dan kualitas dosen, perpustakaan, laboratorium serta sarana informasi dan akses internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemeringkat itu kemudian membuat ranking perguruan tinggi sedunia.  Terang saja, mayoritas 100 atau 500 perguruan tinggi top di dunia berada di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang atau Australia.  Sebagian kecil ada di Singapura, China, Korea, India atau Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana seandainya pemeringkatan ini dilakukan seribu tahun yang lalu?&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maka universitas yang paling top di dunia saat itu tak pelak lagi ada di Gundishapur, Baghdad, Kufah, Isfahan, Cordoba, Alexandria, Cairo, Damaskus dan beberapa kota besar Islam lainnya.  Perguruan tinggi di luar Daulah Islam paling-paling hanya ada di Konstantinopel yang saat itu masih menjadi ibukota Romawi Byzantium, di Kaifeng ibu kota China saat itu atau di Nalanda, India.  Selain itu, termasuk di Eropa Barat, seribu tahun yang lalu belum ada perguruan tinggi.  Di Amerika Serikat apa lagi.  Benua itu baru ditemukan tahun 1492.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya di Yunani tahun 387 SM pernah didirikan Universitas oleh Plato, namun pada awal Milenium-1 universitas ini tinggal sejarah.  Berikutnya adalah Universitas di Konstantinopel yang berdiri tahun 849 M, meniru universitas di Baghdad dan Cordoba.  Universitas tertua di Itali adalah Universitas Bologna berdiri 1088.  Universitas Paris dan Oxford berdiri abad ke-11 hingga 12, dan hingga abad-16 buku-buku referensinya masih diimpor dari dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, dari sekian universitas di dunia Islam itu, dua yang tertua dan hingga kini masih ada adalah Universitas al-Karaouiyinne di Fez Maroko dan al-Azhar di Cairo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas al-Karaouiyinne di Fez – Maroko, menurut Guiness Book of World Record merupakan universitas pertama di dunia secara mutlak yang masih eksis.  Kampus legendaris ini awalnya mengambil lokasi di mesjid Al Karaouiyinne yang dibangun tahun 245 H/ 859 M, di kota Fes – Maroko.  Universitas ini telah mencetak banyak intelektual Barat seperti, Silvester II, yang menjadi Paus di Vatikan tahun 999 – 1003 M, dan memperkenalkan “angka” arab di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas ke dua tertua di dunia adalah al-Azhar yang mulai beroperasi sejak tahun 975 M. Fakultas yang ada waktu itu yang paling terkenal adalah hukum islam, Bahasa Arab, Astronomi, Kedokteran, Filsafat Islam, dan Logika.  Universitas al-Azhar didirikan pada 358 H (969 M) oleh penguasa Mesir saat itu, yaitu dinasti Fathimiyah – yang menganut aliran syiah Ismailiyah, sebuah aliran syiah yang oleh kalangan Sunni dianggap sesat karena sangat mengkultuskan Ali dan mencampuradukkan Islam dengan ajaran reinkarnasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahun 1160 M kekuasaan Fatimiyah digulingkan oleh bani Mameluk yang sunni – sebagai persiapan untuk memukul balik pendudukan tentara Salib di Palestina -, pendidikan al-Azhar yang disubsidi total ini sempat terhenti.  Konon di beberapa jurusan yang sensitif syiah, “pause” ini berjalan hingga 17 tahun!  Mungkin sebuah cara untuk “memotong generasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pasukan Mongol menyerang Asia Tengah dan menghancurkan kekuatan kaum muslimin di Andalusia, Al Azhar mernjadi satu-satunya pusat pendidikan bagi para ulama dan intelektual muslim yang terusir dari negeri asal mereka. Para pelajar inilah yang kemudian berjasa mengharumkan nama Al Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa dinasti Utsmaniyyah, Al Azhar mampu mandiri, lepas dari subsidi negara karena besarnya dana wakaf dari masyarakat.  Wakafnya pun tak main: ada wakaf berupa kebun, jaringan supermarket, armada taksi dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan di Al Azhar sempat terhenti ketika pasukan Prancis di bawah Napoleon Bonaparte mengalahkan Mesir pada tahun 1213 H / 1789 M. Napoleon sendiri menghormati Al Azhar para ulamanya. Bahkan ia membentuk semacam dewan yang terdiri dari sembilan syaikh untuk memerintah Mesir. Namun hal itu tidak menghentikan perang antara kaum muslimin di bawah pimpinan Syaikh Muhamad Al Sadat melawan imperialis Prancis. Melihat situasi waktu itu akhirnya Imam Agung Al Azhar dan para ulama sepakat untuk menutup kegiatan belajar di Al Azhar karena aktivitas jihad fi sabilillah.  Tiga tahun setelah pasukan Prancis keluar dari Mesir, barulah Al Azhar kembali dibuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jika kembali ke “world-class-university”, sudah selayaknya kita tidak perlu ikut-ikutan pada standar yang ditetapkan Barat.  Islam tentu memiliki standar sendiri, seperti apa kualitas manusia yang ingin dicetak oleh sebuah universitas.  Mereka tidak cuma harus mumpuni secara intelektual, namun juga memiliki kedalaman iman, kepekaan nurani, kesalehan sosial dan keberanian dalam menegakkan amar ma’ruf – nahi munkar serta siap mati syahid dalam jihad fii sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang di Indonesia, beberapa IAIN telah diubah menjadi islamic university yang ingin meraih kembali taraf world-class-university seperti di masa peradaban Islam.  Di Malaysia bahkan sudah lama berdiri International Islamic University of Malaysia (IIUM).  Namun melihat struktur kurikulum dan budaya keilmuan yang ada saat ini, sepertinya masih perlu upaya keras dari para civitas akademika agar upaya itu memang menghasilkan produk kelas dunia yang khas Islam.  Bahasa filosofinya, ada “ontologi” dan “epistemologi” Islam di sana.  Untuk itu tentu wajib ada dukungan politik Islam yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kita tetap optimis.  Karena istilah college yang lazim dipakai di Amerika, ternyata diambil dari istilah Arab “kulliyyat” yang artinya merujuk pada sesuatu yang urgen yang harus dimengerti keseluruhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://famhar.multiply.com/journal/item/189&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-9203121047500396682?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/9203121047500396682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=9203121047500396682' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/9203121047500396682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/9203121047500396682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/09/universitas-kelas-dunia.html' title='Universitas Kelas Dunia'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-9037733278163104850</id><published>2010-09-04T06:15:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T06:15:04.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi Islam'/><title type='text'>Krisis Nuklir Dunia dan Solusinya</title><content type='html'>Perlombaan senjata nuklir dunia tak pelak menghasilkan persediaan ribuan hulu ledak nuklir, berikut alat dan sistem transportasinya, baik di daratan, lautan, maupun di luar angkasa. Untuk menyembunyikan kebusukannya, AS dan Rusia berpura-pura mengupayakan perdamaian dan keamanan dunia. Sepanjang tahun 70-an, 80-an dan 90-an, mereka mengadakan negosiasi panjang yang bertujuan untuk mengurangi (bukan dimaksudkan untuk mengeliminasi) pertumbuhan senjata nuklir. Sejumlah perjanjian ditandatangani dan direvisi, meski realitas di lapangan menunjukkan adanya berbagai perbedaan dengan apa yang tertulis di atas kertas. Tak mengherankan jika jumlah arsenal nuklir yang ada di bumi ini tidak semakin berkurang, namun justru semakin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah berbagai perjanjian nuklir itu menunjukkan dengan sangat jelas bahwa masalah kunci terletak pada implementasi yang jujur, dan fakta bahwa perjanjian-perjanjian tersebut mencerminkan perimbangan kekuatan dunia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;AS sama sekali tidak pernah menghormati komitmen internasional yang mereka sepakati apabila kepentingannya mengarahkan mereka ke tujuan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun negara-negara nuklir di luar kelima kekuatan yang disebut di atas—Afrika Utara, Ukraina, Kazakhstan dan Belarusia—semuanya sudah mengembangkan kemampuan nuklirnya sesuai NPT. Selain itu ada pula Israel, India, Pakistan dan Korea Utara. Sementara itu, Barat terus melancarkan tuduhan terhadap Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India dan Israel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;India dan Israel sama sekali tidak berpikir untuk mengembangkan kemampuan nuklirnya sesuai NPT. Namun demikian, Barat dan AS khususnya seolah menutup mata terhadap program persenjataan nuklir Israel. Sebaliknya, mereka terus memberikan bantuan ekonomi dan militer kepada Israel, dan tidak pernah meminta—apalagi menekan—Israel untuk bergabung dalam Perjanjian NPT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu terkait dengan India, AS telah menandatangani sebuah perjanjian kerjasama nuklir meskipun India menolak kesepakatan NPT. AS juga terus mengembangkan kemampuan nuklir dan peluru kendali India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini diambil agar AS dapat memanfaatkan posisi India sebagai saingan utama melawan Cina, meski hubungannya dengan Pakistan terpaksa harus dipertaruhkan. AS berharap mampu merangkul partai berkuasa di India melalui perjanjian kerjasama nuklir, dan menghadapkan India dengan Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, AS sangat berkepentingan membangun sistem persenjataan nuklir India yang berbatasan dengan Cina. Pengembangan sistem persenjataan India ini diyakini akan mampu membuat Cina sibuk menghadapi risiko potensial sehingga mengurangi kemampuan Cina dalam menghalangi kepentingan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, ketika membahas program pengembangan nuklir di Israel dan India, maka yang menjadi pertimbangan strategis adalah kepentingan AS, bukan kepentingan kemanusiaan atau keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korea Utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar kemungkinan rezim Korea Utara—yang didukung oleh Cina—akan menerima sebuah penyelesaian sebagai ganti sejumlah jaminan keamanan dan bantuan ekonomi. Cina tidak menghendaki adanya sebuah rezim bersenjata nuklir di perbatasannya. Hal ini mendorong Korea Utara untuk membuat sebuah penyelesaian damai bagi program pengembangan nuklirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan India, Pakistan dipandang oleh pemerintah AS sebagai negara yang tidak bertanggung jawab dalam program nuklirnya antara lain dengan tudingan jual-beli nuklir ilegal. Hal ini menjadi alasan bagi pemerintah AS untuk mengakhiri kerjasama pengembangan nuklir dengan Pakistan. AS juga membangun opini tentang adanya ancaman potensial jika bom-bom nuklir Pakistan jatuh ke pihak yang disebut AS sebagai kelompok militan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Cina dan Pakistan mengumumkan kerjasama mereka untuk membangun dua reaktor nuklir di Pakistan pada akhir April 2010 lalu, AS menyatakan protes kerasnya, dan menuduh Cina telah melanggar kewajibannya dalam Perjanjian NPT. Demikianlah, secara efektif AS menggunakan segala cara untuk melucuti kemampuan nuklir Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas nuklir Iran dimulai sejak masa Shah Iran, ketika pemerintah Iran bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan Prancis dan Jerman. Iran telah menandatangani NPT pada tahun 1970. Setelah Revolusi 1979, rezim Iran menghentikan program nuklirnya hingga Presiden Rafsanjani memulainya lagi pada pertengahan 1990-an. Pada tahun 1995, pemerintah Iran menjalin kerjasama dengan Rusia yang menyelesaikan pembangunan instalasi nuklir yang ditinggalkan perusahaan-perusahaan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis nuklir antara Iran dan Eropa bermula pada tahun 2003, ketika tokoh-tokoh oposisi Iran melancarkan tuduhan bahwa Iran tidak melaporkan aktivitas dan instalasi nuklir rahasia kepada IAEA. Pada 23 Desember 2006, Dewan Keamanan mengeluarkan Resolusi 1737. Selama itu, AS tidak ikut campur dalam pembicaraan dengan Iran, hingga ia terjun dalam persoalan tersebut setelah resolusi ini keluar. AS bersama negara-negara Eropa (5 anggota tetap DK PBB) dan Jerman bertugas mencari penyelesaian dalam kasus tersebut. Negara-negara Eropa, plus Israel, terus berusaha melibatkan AS dalam persoalan nuklir Iran ini, karena mereka merasa tidak mampu menyelesaikannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS meminta Turki dan Brazil sebagai perantara untuk mendapatkan kompromi. Pada saat-saat akhir, Iran setuju dengan inisiatif Turki dan Brazil yang didukung AS untuk melaksanakan proses pengayaan lanjutan di luar Iran, yaitu di Turki, dan menandatangani perjanjian di Teheran pada tanggal 7 Mei 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika negara-negara Eropa dan Israel menganggap bahwa kesepakatan tersebut hanyalah pura-pura saja, AS segera mengenakan serangkaian sanksi baru yang akhirnya disetujui oleh DK PBB dengan resolusi no. 1929 pada tanggal 9 Juni 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, pola itu berlangsung berulang-ulang: tiap kali Eropa dan Israel memanaskan suasana, AS akan terjun untuk mendinginkan krisis tersebut untuk menghindari penggunaan serangan militer sebagai bentuk sanksi terhadap Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepentingan AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas dapat dikatakan bahwa Eropa dan Israel ingin menyelesaikan kasus nuklir Iran secara langsung dengan serangan militer atas fasilitas nuklir Iran, atau paling tidak mengenakan sanksi yang mampu melumpuhkan kekuatannya. Di pihak lain, AS ingin menyelesaikan krisis dengan tingkat intensitas yang rendah, yang diselesaikan dengan sanksi-sanksi yang bersifat umum, yang dikenakan setelah melewati pembicaraan yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS ingin memperpanjang krisis nuklir Iran karena sejumlah alasan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ingin menggunakan ancaman nuklir Iran sebagai alasan untuk menebarkan misil-misil AS yang berbasis di Eropa (Polandia, Cekoslovakia), untuk mengepung Rusia dengan sistem rudal mutakhir yang mampu mencapai pedalaman Rusia. Hal ini juga membuat Eropa tetap berada di bawah payung perlindungan AS dari ancaman potensial yang berasal dari Iran dan Korea Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Agar dapat menggunakan Iran sebagai ancaman yang menakutkan negara-negara Teluk sehingga negara-negara tersebut berada dalam kondisi tidak stabil. Hal ini akan menyebabkan AS mempunyai argumentasi untuk memperluas jaringan pangkalan-pangkalan militernya di wilayah tersebut semata-mata karena menghadapi ancaman dari Iran. Sebagaimana diketahui, di wilayah tersebut terdapat tiga negara penghasil minyak terbesar di dunia: Arab Saudi, Kuwait dan Iran. Langkah politik tersebut akan memberikan jaminan bagi AS agar dapat mengontrol wilayah kaya minyak tersebut sehingga membuat AS dapat mengontrol kondisi perekonomian global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai pihak yang berperan sebagai penentu sanksi atas Iran, AS dapat menunjukkan citranya sebagai pemimpin yang “bijaksana”, meski sesungguhnya AS hanya mengelola/memperpanjang krisis tanpa sedikit pun niat bersikap “lemah-lembut”. Demikianlah cara AS “melipat karpet” dari bawah Eropa maupun Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah tampak jelas bahwa negara-negara pemilik senjata nuklir berusaha memonopoli senjata nuklir, berikut teknologi yang terkait dengannya, dan membatasi penggunaannya hanya untuk mereka. Amerika, melalui berbagai strategi penyesatannya, mengadakan sejumlah pertemuan dan konvensi, seperti pertemuan tingkat tinggi tentang keamanan nuklir yang diadakan di Washington pada tanggal 13 April 2010. Empat puluh tujuh negara berkumpul bersama mendiskusikan apa yang disebut sebagai keamanan nuklir internasional di balik upaya organisasi-organisasi teroris untuk mendapatkan material nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS juga berusaha memperlihatkan upaya serius untuk menciptakan dunia yang bebas senjata nuklir. Obama, misalnya, menandatangani Perjanjian START II di Praha pada tanggal 8 April 2010 bersama Presiden Rusia Medvedev, dengan tujuan untuk menyampaikan pesan kepada dunia bahwa kedua bangsa itu berkomitmen untuk mengurangi secara drastis hulu ledak nuklir yang mereka miliki, diperkuat dengan opini media yang menyebarluaskan informasi tentang bahaya senjata nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan diadakannya pertemuan tingkat tinggi itu bukanlah untuk menghapuskan senjata nuklir, tetapi untuk mencegah pengembangannya. Meski demikian, kita melihat kemudian pertunjukan standar ganda AS ketika berurusan dengan India dan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan itu juga untuk mencegah penyebaran dan perbanyakan (proliferasi) uranium yang diperkaya berikut teknologinya ke negara-negara yang tidak diizinkan untuk memilikinya. Walhasil, pertemuan tingkat tinggi itu tidak lebih merupakan sebuah upaya konsolidasi monopoli senjata nuklir untuk mengokohkan kolonialisme poros-poros kekuatan dunia terhadap negara-negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Hizbut Tahrir adalah pandangan Islami yang digali dari nash-nash syariah. Di antara pandangan itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tujuan jihad dalam Islam adalah untuk membangkitkan manusia dengan menyebarluaskan Islam kepada umat manusia, dan bukan dimaksudkan untuk membasmi atau menghancurkan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Islam adalah risalah dari Allah SWT yang diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia (QS al-Anbiya’: 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam haram melukai warga sipil, merusak pepohonan, dan menghancurkan bangunan (HR Abu Dawud dari Anas bin Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ketika Khalifah Abu Bakar ra memberangkatkan sebuah pasukan ke Suriah, beliau berpesan kepada komandan pasukan, “Saya menasihati engkau dengan sepuluh perintah: jangan membunuh wanita, anak, atau orang tua; jangan memotong pohon berbuah; jangan menghancurkan rumah; jangan membunuh hewan (domba atau unta), kecuali untuk (tujuan) makan; jangan membakar pohon palem dan menebangnya; jangan mencuri; jangan pengecut.” (HR Malik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Semua dalil di atas bertolak belakang dengan politik perang dengan cara pemusnahan umat manusia dan menghasilkan kehancuran yang bersifat massal sebagaimana halnya senjata nuklir. Karena itu, membuat senjata nuklir pada asalnya merupakan perkara yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Namun, ketika satu atau lebih dari satu negara memiliki sistem persenjataan yang sangat mematikan, seperti senjata nuklir, sedangkan kemungkinan penggunaannya semakin meningkat, maka wajib bagi Negara Islam untuk berupaya memiliki sistem persenjataan yang sama (QS al-Baqarah [2]: 194; QS an-Nahl [16]: 126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Negara Islam diwajibkan memiliki senjata nuklir, jika musuh-musuhnya juga memiliki senjata nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Allah SWT memerintahkan kita untuk mempersiapkan kekuatan maksimal yang kita miliki untuk menggentarkan orang-orang yang memusuhi kita (QS al-Anfal [8]: 60). Jika musuh memiliki senjata nuklir maka mereka tidak akan merasa gentar berhadapan dengan Negara Islam, kecuali bila Negara Islam memiliki senjata nuklir pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam melarang Negara Islam menandatangani Perjanjian NPT yang membolehkan negara lain memiliki senjata nuklir. Namun, Islam membolehkan penandatanganan perjanjian-perjanjian yang diarahkan untuk menghapuskan senjata nuklir. Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah berbuat madarat dan hal yang menimbulkan madarat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berpendapat itulah tugas yang diemban oleh sebuah negara yang seharusnya menaungi kaum Muslim; negara yang berani berdiri tegak di hadapan negara-negara yang memiliki senjata nuklir; negara yang mampu memaksakan pemboikotan terhadap negara-negara tersebut hingga mereka menghancurkan dan menghapuskan senjata-senjata pemusnah massal semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pendapat Hizbut Tahrir mengenai persoalan Krisis Nuklir Internasional; dan inilah pandangan Negara Islam, Khilafah Rasyidah yang akan tegak dengan izin Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://hizbut-tahrir.or.id/2010/08/31/krisis-nuklir-dunia-dan-solusinya/&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-9037733278163104850?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/9037733278163104850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=9037733278163104850' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/9037733278163104850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/9037733278163104850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/09/krisis-nuklir-dunia-dan-solusinya.html' title='Krisis Nuklir Dunia dan Solusinya'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-5963368098305165401</id><published>2010-08-25T20:46:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T20:46:21.797-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Intelektual dakwah'/><title type='text'>Dr. Ir. Imaduddin Abdulrahim</title><content type='html'>Bang Imad, begitu dia biasa disapa. Namanya sangat tidak asing lagi bagi para intelektual Muslim di Indonesia. Kiprahnya dalam dunia dakwah di kampus sangat fenomenal. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Malaysia. Banyak mahasiswa dan sarjana berubah pikiran setelah mendengar ceramah Bang Imad atau membaca tulisannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang Imad! Nama lengkapnya adalah Muhammad Imaduddin Abdulrahim. Ia lahir di Tanjungpura, Langkat, Sumatera Utara, pada 21 April 1931/ 3 Zulhijjah 1349H. Ayahnya, Haji Abdulrahim, adalah seorang ulama yang juga tokohMasyumi di Sumatera Utara. Sedangkan ibunya, Syaifiatul Akmal, seorangwanita yang merupakan cucu dari sekretaris Sultan Langkat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bang Imad dibesarkan dalam tradisi pendidikan Islam yang kuat. Sejak kecil ayahnya sendiri yang langsung mengajarnya al-Qur’an,  berupa tajwid dan tafsir setiap usai shalat subuh.Dalam mengkaji al-Qur’an, ayahnya sering menyelipkan berbagai cerita tentang tokoh-tokoh besar Islam. Cara itu sangat membekas dalam diri Bang Imad, sehingga membentuk semangat perjuangan Islam. Ayahnya juga menyediakan banyak buku dan majalah keislaman di rumah sebagai sumber bacaan baginya. Sementara ibunya berulang-ulang mengingatkan, “Imaduddin”  itu berarti ‘penegak tiang agama’. Ia mengingatkan,  agar anaknya selalu menegakkan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didikan kuat sejak kecil, berbekas dalam diri Imaduddin, sehingga tidaklah mengherankan, sedari muda Imaduddin telah memiliki ghirah keislaman yang menyala-nyala. Semangat ini kemudian membawanya berkecimpung dalam berbagai kegiatan dakwah dan perjuangan Islam.&lt;br /&gt;Meskipun aktif dalam kegiatan Islam sejak muda, Imaduddin tidak meneruskan pendidikannya dalam bidang ilmu-ilmu keislaman. Ia justru memilih kuliahTeknik Elektro di ITB. Pilihan ini didukung oleh ketekunan dan kecerdasannya semasa di bangku sekolah.Sejak HIS hingga SMA ia selalu berusaha menjadi yang terbaik di kelasnya. Demikianlah yang diajarkan ayahnya untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqulkhairat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belajar di perguruan tinggi secular, semangat perjuangan Islam Bang Imad bukannya luntur, tapi malah semakin membara. Begitu diterima sebagai mahasiswa, ia langsung bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bandung dan menggalakkan kegiatan mengkaji al-Qur’an dan tafsirnya di kalangan para aktivis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1963 Bang Imad berangkat keluar negeri melanjutkan S2-nya di Iowa State University, Ames, Iowa, AmerikaSerikat. Tahun 1965 iamenyelesaikan S2-nya dan langsung melanjutkan S3-nya di Chicago. Baru dua bulan di Chicago Bang Imad mendapat kabar tentang terjadinya pemberontakan PKI. Beberapa diindikasikan terlibat sehingga terjadi penangkapan terhadap sejumlah dosen ITB. Akibatnya, terjadi kekosongan pengajar di berbagai jurusan. Bang Imad kemudian diminta pulang untuk membantu mengatasi kelangkaan pengajar tersebut. Sebagai aktivis, Bang Imad memberanikan diri menjadi dosen Agama Islam, disamping juga mengajar pada mata kuliah lain di DepartemenTeknik Elektro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsistensinya dengan ajaran Tauhid membuatnya tidak segan-segan mengritik hal-hal yang dirasanya tidak sesuai dengan al-Qur’an dan al-Hadits. Termasuk pihak penguasa, tak luput dari kritik kerasnya. Tidak mengherankan banyak orang menganggap dirinya sebagai tokoh garis keras. Buku Tauhid yang dikarang oleh Bang Imad, telah menginspirasi ribuan generasi muda Muslim di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 23 Mei 1978, seusai memberikan ceramah di Masjid Salman ITB, sekelompok orang berpakaian preman datang kerumahnya. Ia lalu dijebloskan ke penjara di samping Taman Mini Indonesia Indah, selama empat bulan. Akhirnya,  Prof. Dr. Dodi Tisna Amidjaya dating, meminta kepada Pengkopkamtib Sudomo,  waktu itu, agar membebaskan Bang Imad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiprah Bang Imad dalam dakwah sampai menembus dunia internasional. Ia aktif di lembaga-lembaga International Islamic Federation of Student Organization (IIFSO) danWorld Assembly Moslem Youth (WAMY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1970, setelah  hubungan Indonesia dengan Malaysia kembali normal, Bang Imad menjadi dosen tamu di Universitas Teknologi Malaysia.  Di sini, ia terus menggalakkan dakwah. Saat merancang kurikulum, ia sengaja memasukkan pelajaran agama sebagai mata kuliah wajib agar mahasiswa yang dibentuk di sana bukan hanya menguasai sains modern tetapi juga memahami agama dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulanya hal ini ditentang oleh rektor  karena tidak masuk dalam program pemerintah. Namun Bang Imad bersikeras dan mengancam pulang ke Indonesia jika usulannya ditolak. Dalam kuliah pertama yang juga dihadiri rektor, dosen, dan mahasiswa,  Bang Imad meyakinkan bahwa agama Islam tidak bertentangan dengan sains dan teknologi. Ceramah ini ditanggapi positif dan menginspirasi banyak orang Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliah-kuliah yang disampaikan Bang Imad ternyata member kesan yang dalam bagi mahasiswa dan dosen, sehingga beberapa di antaranya meminta Bang Imad membuat pelatihan sejenis Latihan Mujahid Dakwah (LMD) sebagaimana yang pernah dilakukannya di ITB. Jika di Indonesia,  pelatihan ini diberi nama LMD, di Malaysia pelatihan ini digelari LatihanTauhid. Peserta pelatihan ini diwajibkan membawa al-Qur’an ke kampus. Pelatihan ini membawa perubahan besar di kalangan mahasiswa Malaysia. Sebagaicontoh, mahasiswa yang sebelumnya merasa malu membawa al-Qur’an dan membungkusnya kedalam majalah, setelah pelatihan ini menjadi bangga membawa al-Qur’an ke kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sempat tertunda, Bang Imad akhirnya meraih Doktor Filsafat Teknik Industri dan Engineering Valuation dari Iowa State University. Jasanya dalam dunia dakwah sangatlah besar. Pada 2 Agustus 2008, Bang Imad dipanggil Allah SWT. Bang Imad telah berjasa besar dalam upaya mendekatkan antara sains dengan Islam, antara pribadi saintis Muslim dengan Islam itu sendiri.  Bang Imad telah melakukan rintisan besar dalam dunia dakwah di kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi berikutnya berkewajiban melanjutkan perjuangannya. (Oleh: Hidayat, M.T., Wendi Zarman, M.Si., Peneliti PIMPIN (InstitutPemikiran Islam dan Pembangunan Insan, Bandung)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-5963368098305165401?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/5963368098305165401/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=5963368098305165401' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/5963368098305165401'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/5963368098305165401'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/08/dr-ir-imaduddin-abdulrahim.html' title='Dr. Ir. Imaduddin Abdulrahim'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-2540374646609055887</id><published>2010-08-22T04:36:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T06:22:33.416-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah kampus'/><title type='text'>TANTANGAN GHAZWUL FIKRI BAGI AKTIVIS DAKWAH KAMPUS</title><content type='html'>Oleh : M. Shiddiq al-Jawi**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bertujuan menjelaskan tiga hal. Pertama, menerangkan bagaimana peta kampus di Indonesia dalam tinjauan ideologi, sekaligus menjelaskan bagaimana perang pemikiran (Ghazwul Fikri) berlangsung atas dasar peta ideologi tersebut. Kedua, menerangkan bagaimana sikap yang harus diambil mahasiswa menghadapi beratnya tantangan perang pemikiran. Ketiga, menerangkan bagaimana mahasiswa muslim mempersiapkan diri agar mampu terjun dalam perang pemikiran ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Kampus dalam Ghazwul Fikri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang pemikiran (al-ghazw al-fikriy) merupakan keniscayaan bagi umat Islam. Sebab Islam memang agama perjuangan (diin shira') sejak Rasulullah SAW diutus sebagai nabi hingga Hari Kiamat nanti. Perang pemikiran itu intinya adalah pertarungan antara ide Islam (mafahim al-islam) melawan ide kufur (mafahim al-kufr), meski pun bentuk kekufuran itu bisa jadi berbeda-beda pada setiap zaman. (Hatmiyah al-Shira' al-Hadharat, 2002, hal. 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tinjauan ideologis, dewasa ini terdapat tiga ideologi (mabda') yang ada di dunia, yaitu : Islam, demokrasi-kapitalisme (sekularisme), dan sosialisme (termasuk di dalamnya komunisme). Maka dalam arena perang pemikiran kontemporer, ide kufur (mafahim al-kufr) yang menjadi musuh Islam tersebut saat ini ada dua ideologi, yaitu demokrasi-kapitalisme dan sosialisme. (Hizb al-Tahrir (al-Ta'rif), 2010, hal. 60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks sejarah Indonesia, pertarungan tiga ideologi itu nampak jelas sejak paruh pertama abad ke-20 hingga saat ini. Ketiga ideologi itu dikenal dengan sebutan : nasionalis, agama (Islam), dan komunis (ingat istilah "nasakom"). Ideologi Islam dianut oleh gerakan-gerakan Islam seperti Sarekat Dagang Islam (berdiri 1905) yang lalu bertransformasi menjadi Sarekat Islam (berdiri 11 Nopember 1912), Muhammadiyah (berdiri 18 Nopember 1912), Persatuan Islam (Persis) (berdiri awal 1920-an), dan Nahdlatul Ulama (berdiri 31 Januari 1926).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ideologi nasionalis (baca : sekuler) dianut misalnya oleh Boedi Utomo (berdiri 20 Mei 1908) dan Partai Nasional Indonesia (berdiri tahun 1927). Sementara ideologi sosialis/komunis dianut oleh PKI (berdiri 23 Mei 1920), sebagai transformasi ISDP (Indische Sociaal Democratische Vereniging) yang juga peralihan dari ISDV (Indische Sociaal Democratische Partij). (Deliar Noer, Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942, hal. 138 dan 243).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga saat ini, ketiga ideologi tersebut dapat dikatakan masih eksis, tentu dengan dominasi di tangan kaum nasionalis (sekuler) yang memenangkan persaingan ideologi ini. Sedang dua ideologi lain, Islam dan komunis, telah mengalami proses deideologisasi, yaitu proses perlucutan dan penjinakan sebagai ideologi bernegara, sebagai akibat penggunaan strategi penggunaan senjata untuk merebut kekuasaan. (DII/TII tahun 1950-an, dan G 30 S/PKI tahun 1965). Jadi DII/TII dan PKI dilarang di Indonesia sebenarnya bukan karena ideologinya, tapi lebih karena mengadopsi strategi penggunaan senjata untuk memperoleh kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah, maka kita akan dapat melihat peta kampus Indonesia dalam Ghazwul Fikri menurut perspektif ideologi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, maka kondisi kampus dapat dikatakan adalah potret mini dari masyarakat luas. Jika di masyarakat eksis tiga ideologi besar dunia, maka demikian pula realitas di kampus. Tentu saja kampus memiliki perbedaan dengan kondisi masyarakat di luar kampus, karena kampus merupakan masyarakat ilmiah sebagai wahana intelektual dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survei membuktikan eksisnya tiga ideologi tersebut. Pada tahun 2006 dilakukan survei oleh sebuah gerakan nasionalis terhadap para mahasiswa dari lima perguruan tinggi terkemuka di Indonesia (UI, ITB, UGM, UNAIR, dan UNIBRAW). Mereka ditanya apa pilihan pandangan hidup berbangsa dan bernegara yang paling layak untuk Indonesia. Hasilnya, yang memilih Syariah (Islam) sebanyak 80 %, yang memilih Sosialisme 14,5%, dan yang memilih Pancasila hanya 4,5% (Kompas, 4 Maret 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari besar kecilnya persentase, survei tersebut dengan jelas menunjukkan eksistensi tiga ideologi yang ada di kampus. Namun meski yang memilih Islam berjumlah mayoritas, bukan berarti dalam peta Ghazwul Fikri mahasiswa Islam dominan mewarnai kehidupan kampus. Secara umum mahasiswa Islam masih menjadi pihak pecundang dan terjajah oleh ideologi asing. Sebab perlu diingat, kampus itu sendiri itu adalah bagian dari sistem pendidikan yang tetap mengacu kepada ideologi sekularisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, Nasim Butt dalam bukunya Sains dan Masyarakat Islam menegaskan bahwa kurikulum pendidikan di sebagian besar di negeri-negeri Islam saat ini adalah produk kolonial murni, yaitu sistem pendidikan yang didasarkan pada sekularisme yang mendikotomikan antara agama dan negara. (Nasim Butt, Sains dan Masyarakat Islam, 1996, hal. 22 dan 129).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uraian ini, jelaslah siapa saja pihak yang menjadi lawan mahasiswa Islam dalam Ghazwul Fikri di lingkungan kampus. Pertama, adalah kelompok-kelompok dari dua ideologi lain, yaitu sosialisme dan sekularisme. Kedua, adalah sistem pendidikan di kampus itu sendiri yang mendasarkan kurikulumnya pada sekularisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok sosialis jumlahnya lebih sedikit daripada kelompok sekuler, meski mungkin mereka lebih militan. Sedikitnya kelompok sosialis itu mungkin karena dampak hancurnya Uni Soviet awal tahun 1990-an yang membuat orang tak percaya lagi pada sosialisme. Namun kepedulian mereka kepada rakyat kecil masih menyisakan daya tarik, apalagi di tengah penerapan neoliberalisme saat ini yang terus menerus membuat rakyat menderita. Anak muda yang bersemangat tapi awam ideologi masih dapat tertarik dengan propaganda murahan mereka yang terkesan pro-rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi kelompok sosialis ini dapat ditengarai dengan beberapa indikasi. Misalnya aksi-aksi demo tertentu yang khas gaya kaum kiri, yaitu selalu mencoba membenturkan pemerintah dan rakyat. Juga adanya buku-buku tertentu yang terindikasi dari golongan kiri. Misalnya, buku berjudul Lekra Tak Membakar Buku, dengan editor Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M. Dahlan (Yogyakarta : Merakesumba, 2008). Muhidin M. Dahlan yang dikenal dekat dengan Pramoedya Ananta Toer ini pernah menulis buku yang amat mendiskreditkan aktivis Islam, judulnya Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! (Jakarta : Melibas, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi lainnya adalah adanya klub-klub kajian buku-buku sosialis lama. Misalnya yang ada di sebuah kampus negeri terkenal di Yogyakarta. Beberapa buku yang mudah didapatkan di kalangan sosialis itu misalnya; buku karya Lenin berjudul Negara dan Revolusi Adjaran Marxis Tentang Negara dan Tugas2 Proletariat di Dalam Revolusi (Djakarta : Jajasan Pembaruan, 1961). Juga buku karya F. Engels berjudul Perkembangan Sosialisme Dari Utopia Mendjadi Ilmu (Djakarta : Jajasan Pembaruan, 1963); dan buku karya Stalin berjudul Materialisme Dialektik dan Histori (Djakarta : Jajasan Pembaruan, 1955).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian aktivis Islam ada yang mencoba melakukan sinkretisme (yang gagal) antara Islam dan Sosialisme. Buku Sosialisme Religius karya Awalil Rizki menjadi satu contohnya. Termasuk kategori ini penulis produktif (dan provokatif) seperti Prasetyo dengan karyanya seperti Orang Miskin Dilarang Sakit, Orang Miskin Dilarang Sekolah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kelompok sekuler (liberal) lebih mudah dijumpai di kampus daripada kelompok sosialis. Mereka ini macam-macam bentuknya, jangan dibayangkan hanya JIL (Jaringan Islam Liberal) saja, yang pernah dipimpin oleh manusia gagal Ulil Abshar Abdalla. Sebagai aktivis yang gemar memanipulasi ajaran Islam, barangkali Ulil dapat dibilang cukup berani dan vulgar. (Lihat bukunya Menjadi Muslim Liberal (Jakarta : Jaringan Islam Liberal – Freedom Institute, 2005). Namun sebagai insan akademis, orang patut meragukan kemampuan berpikir Ulil. Karena ternyata Ulil mengalami DO (drop out) dua kali; pertama dari program S-1 LIPIA Jakarta dan kedua dari program doktoral Harvard University di AS. (www.voa-islam.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi yang berideologi sekuler-liberal bukan hanya JIL. Bisa jadi dia adalah dosen atau malah rektor di sebuah kampus negeri yang terkenal. Atau seorang tokoh nasional yang banyak dikagumi orang. Atau seorang aktivis dan peneliti dari NGO tertentu. Bacalah misalnya buku berjudul Gerakan Islam Syariat Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia (Jakarta : PSAP, 2007) yang diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif. Juga buku Ilusi Negara Islam Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia karya sejumlah orang yang tidak jelas, dengan editor KH. Abdurrahman Wahid (Jakarta : LibForAll, 2009). Atau karya M. Imdadun Rahmat berjudul Ideologi Politik PKS (Yogyakarta : LKiS, 2008). Atau buku karya M. Hasbi Amiruddin berjudul Konsep Negara Islam Menurut Fazlur Rahman (Yogyakarta : UII Press, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekedar contoh bahwa ide sekuler-liberal sesungguhnya telah diemban oleh orang-orang dari berbagai kelompok dan lapisan, bukan hanya diemban oleh JIL yang telah difatwakan sesat oleh MUI tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan juga menjadi satu pihak yang perlu dihadapi dalam Ghazwul Fikri antara Islam versus sekularisme ini. Salah satu modusnya adalah pengajaran agama Islam yang tidak komprehensif. Islam hanya diajarkan sebatas agama spiritual dan pribadi, bukan agama yang mengatur segala aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, peserta didik tak tahu apa itu Khilafah (Imamah), dan tak tahu bahwa Khilafah adalah juga suatu kewajiban agama, sebagaimana kewajiban sholat, zakat, haji, dan sebagainya. Jelas ini manipulasi ajaran Islam, atau setidaknya adalah tindakan menyembunyikan ilmu (kitman al-'ilm) yang amat jahat oleh pihak-pihak pembuat sistem pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun diajarkan Fikih Siyasah yang membahas persoalan Khilafah, yang dijadikan acuan dan dianggap benar selalu literatur yang menentang wajibnya Khilafah dan membenarkan demokrasi. Misalkan buku Khilafah dan Pemerintahan dalam Islam (Al-Islam wa Ushul al-Hukm) karya Ali Abdur Raziq (Bandung : Pustaka, 1985). Atau paling tidak mahasiswa dianjurkan membaca buku-buku Noercholish Madjid semisal Islam, Doktrin, dan Peradaban (Jakarta : Yayasan Wakaf Paramadina, 1992), atau yang berjudul Islam, Kemoderenan, dan Keindonesiaan (Bandung : Mizan, 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca buku-buku ini, mahasiswa di kampus akan digiring untuk berpandangan bahwa dalam Islam tidak ada Negara Islam (Khilafah/Imamah). Sebaliknya mereka akan diarahkan untuk meyakini sistem pemerintahan yang justru dari negara penjajah, yaitu demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Yang Harus Dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan mahasiswa menghadapi fenomena gencarnya Ghazwul Fikr yang selalu marak dan berpusat di pusaran intelektual kampus? Tentu yang utama adalah tetap istiqomah, dan selanjutnya melakukan persiapan (isti'dad) untuk terjun dalam Ghazwul Fikri menghadapi ideologi kufur Sosialisme dan Sekularisme yang mencengkeram kehidupan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqomah, artinya teguh pendirian dan tetap meyakini Islam sebagai cara hidup (ideologi/the way of life). Juga berarti sabar, tidak mudah tunduk dan tergiur untuk mengikuti ajakan-ajakan batil dari ideologi-ideologi selain Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ان من ورائكم أيام الصبر، الصبر فيهن مثل القبض على الجمر للعامل فيهن أجر خمسين رجلا يعملون مثل عمله، قيل : يا رسول الله أجر خمسين منهم؟ قال: بل أجر أجر خمسين منكم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya di belakang kalian akan ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada hari-hari itu bagaikan memegang bara api. Namun bagi orang yang mengamalkan (ajaran Islam) pada hari-hari itu, akan mendapat pahala 50 orang yang mengamalkan semisal ajaran itu." Ada yang bertanya,"Wahai Rasulullah, apakah maksudnya mendapat 50 pahala dari orang di kalangan mereka?" Rasulullah SAW menjawab,"Tidak, tapi mendapat 50 pahala dari orang di antara kalian (para sahabat)." (HR Abu Dawud, dengan sanad hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menerangkan bahwa setelah wafatnya Rasulullah SAW akan datang masa-masa sulit, di mana saat itu orang yang istiqamah dengan ajaran Islam, akan seperti memegang segenggam bara api. Memang sangatlah panasnya. Tapi pahalanya ternyata sangat agung dan mulia, karena setara dengan pahala 50 orang sahabat Nabi SAW yang mengamalkan ajaran itu. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;َألاَ إِنَّ رَحَى الإِسْلاَمِ دَائِرَةٌ؛ فَدُورُواْ مَعَ الإِسْلاَمِ حَيْثُ دَارَ، أَلاَ إِنَّ الْكِتَابَ وَالسُّلْطَانَ سَيَفْتَرِقَانِ، فَلاَ تُفَارِقُواْ الْكِتَابَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perhatikanlah, sesungguhnya roda Islam akan berputar, maka berputarlah bersama Islam di mana saja Islam itu berada. Ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur'an dan kekuasaan akan terpisah. Maka janganlah kamu memisahkan diri dari al-Qur'an." (HR at-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Shaghir, hadits no. 794; Lihat juga Al-Haitsami, Majma' az-Zawa'id, V/225-226).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini memerintahkan kita mengikuti Islam, di mana pun juga Islam berada. Hadis ini juga menjelaskan pada suatu saat urusan kekuasaan akan terpisah dari ajaran Islam yang berpangkal pada Al-Qur'an. Maka jika suatu saat kondisi ini terjadi –barangkali seperti saat ini ketika Sekularisme dipaksanakan setelah hancurnya Khilafah di Turki 1924— kita umat Islam diperintahkan Nabi SAW untuk tetap istiqamah dan setia berpegang teguh dengan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَيَنْقضَنَّ عُرَى الإسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً ، فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيْهَا، وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضاً الْحُكْمُ؛ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh buhul-buhul ajaran Islam akan terurai satu demi satu. Setiap kali satu buhul ajaran terurai, orang-orang akan bergelantungan pada buhul tali selanjutnya yang tersisa. Yang pertama akan terurai adalah pemerintahan, dan yang terakhir adalah sholat." (HR Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad V/251 dengan isnad sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis ini Nabi SAW menjelaskan ajaran Islam akan hancur (tak diamalkan lagi) satu demi satu. Menurut Syaikh Hisyam al-Badrani dalam kitabnya an-Nizham as-Siyasi Ba'da Hadm Daulah al-Khilafah, bahwa yang pertama terurai adalah pemerintahan, maksudnya adalah ketika sistem pemerintahan berubah dari sistem syura (pilihan rakyat) pada masa Khulafa' Rasyidin, menjadi sistem turun temurun yang mirip sistem kerajaan pada masa Bani Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang yang terakhir terurai adalah sholat, maksudnya adalah ketika seluruh hukum-hukum Islam tidak diamalkan lagi dengan hancurnya Khilafah di Turki tahun 1924. Karena lafazh "sholat" dalam hadis ini maknanya adalah makna kinayah, yaitu menyatakan sebagian ajaran/hukum Islam (sholat) namun yang dimaksud adalah keseluruhan hukum-hukum Islam (dalam negara Khilafah). (Hisyam al-Badrani, an-Nizham as-Siyasi Ba'da Hadmi Daulah al-Khilafah, hal. 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Ghazwul Fikri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk terjun ke dalam kancah Ghazwul Fikri, terdapat dua persiapan utama yang harus dilakukan mahasiswa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mengkaji ajaran Islam (mafahim al-islam) secara benar sehingga diperoleh pemahaman komprehensif tentang Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengkaji ide-ide kufur (mafahim al-kufr) yang akan menjadi sasaran serangan kita dalam Ghazwul Fikri, khususnya Sosialisme dan demokrasi-sekularisme, beserta segala ide dan faham yang menjadi derivat dari keduanya. Misalnya demokrasi, pluralisme, nasionalisme, dialog antar agama, globalisasi, privatisasi, feminisme, relativisme, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua langkah di atas hendaklah dilaksanakan secara berurutan. Belajarlah Islam lebih dulu, barulah belajar ide-ide kufur. Sebab secara alamiah orang umumnya akan meyakini ide yang lebih dulu dipelajari. Ide awal ini biasanya akan dijadikan standar (miqyas) untuk menilai ide-ide yang dipelajari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah pertama, Islam yang dikaji hendaknya dikaji melalui bagian-bagian pokok ajaran Islam, yaitu Aqidah Islam lebih dahulu, kemudian Syariah Islam. Tentu bukan Syariah secara parsial (misal hanya rukun Islam), melainkan Syariah Islam secara komprehensif, termasuk sistem pemerintahan Islam (Khilafah), sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, politik luar negeri, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian akan diperoleh gambaran konsep Islam secara utuh sebagai sebuah ideologi atau cara hidup (the way of life). Barangkali kitab Nizhamul Islam karya Imam Taqiyuddin an-Nabhani dapat menjadi contoh untuk kajian Islam yang demikian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memahami bagian-bagian pokoknya, kajian dapat diperdalam dengan mengkaji Islam melalui ilmu-ilmu dasarnya (tsaqafah Islamiyah), yang meliputi : Ulumul Qur'an, Ulumul Hadits, Ushul Fiqih, Bahasa Arab, Fiqih, dan Sirah Nabi / Tarikh (Sejarah Islam). Sebelum menerjuni masing-masingnya secara mendalam, ada baiknya mengkaji garis-garis besar ilmu-ilmu itu. Mungkin kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz I karya Imam Taqiyuddin an-Nabhani dapat menjadi salah satu contoh kitab untuk tujuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap cabang ilmu dasar itu, diperlukan kajian terhadap ide-ide kaum orientalis kafir yang senantiasa berusaha melontarkan keragu-raguan kepada umat Islam. Misal dalam Ulumul Qur'an, perlu dikaji ide-ide orientalis yang berusaha meragukan keabsahan mushaf Utsmani. Demikian juga dalam Ulumul Hadits, dan seterusnya. Buku-buku Muhammad Mustafa al-A'zhami sangat bagus untuk keperluan ini, misalkan bukunya yang berjudul The History of The Qur'anic Text (Jakarta : GIP, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah kedua, yaitu mempelajari ide-ide kufur (khususnya ideologi Sosialisme dan Sekularisme), hendaknya dipelajari materi pengantar yaitu perbandingan ideologi (muqaranah al-mabadi') antara ideologi Islam, Sosialisme, dan Sekularisme. Mungkin kitab Ath-Thariq karya Ahmad 'Athiyat dapat dipergunakan untuk tujuan ini. Dapat juga kita menambah wawasan dengan membaca Isme-Isme Dewasa ini (Today's Isms) karya Ebenstein dan Frank Vogel, atau buku Ideologi Politik Mutakhir (Political Ideology Today) karya Ian Adams.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah materi pengantar itu, barulah dikaji secara rinci masing-masing ideologi kufur secara mendalam. Misalnya untuk mengkaji Sosialisme, dapat dikaji kitab Naqdh al-Isytirakiyah al-Marksiyah karya Syaikh Ghanim Abduh. Untuk mengkaji Sekularisme/Kapitalisme dapat dikaji kitab Hatmiyah Inhidam Ar-Ra'sumaliyah Al-Gharbiyah karya Syaikh Fahmi Thabib. Bagus juga kitab karya Abul Hasan Ali an-Nadwi yaitu ash-Shira' Baina Al-Fikrah al-Islamiyyah wa al-Fikrah al-Gharbiyah. Buku Modernism karya Maryam Jameelah bagus juga untuk keperluan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk kritik terhadap ide Sekularisasi Nurcholish Madjid, dapat dibaca buku karya Faisal Ismail berjudul Membongkar Pemikiran Nurcholish Madjid Seputar Isu Sekularisasi Islam (Jakarta : Lasswell Visitama, 2010). Untuk mengkaji ide-ide liberal secara kritis, bagus kalau kita menelaah buku semisal Orientalis &amp; Diabolisme Pemikiran, karya Syamsuddin Arif (Jakarta : GIP, 2008). Untuk menjawab buku Ilusi Negara Islam, baik juga dibaca buku Ilusi Negara Demokrasi karya Farid Wadjdi dkk (Bogor : Al Azhar Press, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, untuk melakukan berbagai kajian di atas, sangatlah dianjurkan menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Bahasa Arab akan sangat membantu dalam kajian ide Islam. Sedang bahasa Inggris, atau mungkin bahasa lainnya seperti bahasa Perancis, Jerman, dll, akan sangat diperlukan saat kita mempelajari ide selain Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara hukum, melakukan persiapan Ghazwul Fikri ini hukumnya adalah wajib karena ia merupakan bagian aktivitas dakwah yang hukumnya wajib (QS An-Nahl : 125; QS Fushilat : 33). Hanya saja kewajiban ini sifatnya fardhu kifayah, bukan fardhu 'ain. Sebab melakukan Ghazwul Fikri termasuk aktivitas yang memerlukan keahlian khusus, seperti halnya menjadi ahli tafsir, ahli fiqih, dan sebagainya yang hukumnya fardhu kifayah, bukan fardhu ain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, terjun ke dalam pergolakan pemikiran ini sangat berat. Karena persiapannya saja memerlukan kajian yang tidak ringan dan tak sedikit. Apalagi saat kita nanti benar-benar terjun di dalamnya, tentu kesulitan dan tantangannya akan lebih berat lagi. Ingat bagaimana Ismail Raji al-Faruqi dan Lamiya isterinya yang mati syahid diberondong Mossad karena sering mengkritik negara Yahudi (Israel). Atau Sayyid Quthub dan Abdul Qadir Audah yang harus menghadapi tiang gantungan lantaran menentang pemerintahan Mesir yang menerapkan sekulerisme sekaligus militerisme yang kejam atas umat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik beratnya melakukan tugas suci nan mulia ini, Allah SWT sudah pasti tiada menyia-nyiakan amal para hamba-Nya. Allah SWT menjajikan pula pahala yang besar. Semakin berat kesulitan kita, akan semakin agung pahala dari Allah, insya Allah. Kaidah fiqih menyebutkan : Maa kaana aktsara fi'lan kaana aktsara fadhlan (Apa saja yang lebih banyak susah payahnya, akan lebih besar pula pahalanya). (Muhammad Shidqi al-Burnu, Mausu'ah al-Qawa'id al-Fiqhiyah, IX/171). Wallahu a'lam bi al-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= = =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Makalah disampaikan dalam Sekolah Singkat Lembaga Dakwah Kampus, dengan tema "Fight Against Ghazwul Fikri", diselenggarakan oleh Panitia Ramadhan di Kampus (RDK) Jamaah Shalahuddin UGM, 22 Agustus 2010, di Asrama Haji Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir Indonesia. E-mail : shiddiq_aljawi@hizbut-tahrir.or.id. No HP : 081328744133&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-2540374646609055887?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/2540374646609055887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=2540374646609055887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2540374646609055887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2540374646609055887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/08/tantangan-ghazwul-fikri-bagi-aktivis.html' title='TANTANGAN GHAZWUL FIKRI BAGI AKTIVIS DAKWAH KAMPUS'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-433175124335995714</id><published>2010-08-04T06:11:00.001-07:00</published><updated>2010-09-04T06:23:52.371-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Poros Kehidupan</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku, tahukah apa artinya menjadikan dakwah sebagai poros?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya memilih dan melakukan setiap aktivitas dengan mempertimbangkan bahwa dakwah akan tetap terlaksana bagaimanapun keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya tidak akan mengambil jalan kompromi atau jalan tengah hanya agar tidak ada satupun kepentingan kita yang terkorbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya tetap melaksanakan dakwah tanpa takut akan hinaan orang-orang yang menghina, celaan orang-orang yang mencela, dimarahi orangtua, kehilangan pekerjaan, kehilangan teman-teman bahkan kehilangan nyawa sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada dasarnya kita telah membeli surga Allah dengan harta dan jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, yang kita takutkan bukanlah kehilangan pekerjaan sehingga tak ada uang untuk makan hari ini.&lt;br /&gt;Bukanlah kemarahan orangtua karena kita menomorduakan kuliah atau pekerjaan kita setelah dakwah.&lt;br /&gt;Bukan pula kehilangan teman-teman karena kita lebih memilih untuk berdakwah hari ini daripada “nongkrong” bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAPI…….&lt;br /&gt;Yang kita takutkan adalah amarah Allah ketika kita menomorduakan kewajiban dakwah ini,&lt;br /&gt;Takut akan azab Allah yang menggantikan surga yang tadinya ingin kita beli dengan harta dan jiwa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadi……&lt;br /&gt;Tunggu apa lagi saudaraku?&lt;br /&gt;Jangan menunggu hingga malaikat Izrail datang………&lt;br /&gt;Bahkan jangan menunggu hingga kiamat tiba……&lt;br /&gt;Dan kita baru tergesa-gesa ingin segera menunaikan kewajiban ini&lt;br /&gt;Setelah semuanya terlambat&lt;br /&gt;Dan tidak ada artinya lagi……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-433175124335995714?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/433175124335995714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=433175124335995714' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/433175124335995714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/433175124335995714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/08/saudaraku-tahukah-apa-artinya.html' title='Poros Kehidupan'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-2814149878913589513</id><published>2010-06-29T04:54:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T06:23:28.391-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Solusi Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><title type='text'>Mengkaji Politik Perindustrian dalam Islam</title><content type='html'>&lt;b&gt;Oleh Dr.-Ing. Fahmi Amhar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peneliti Bakosurtanal dan Pengajar Program Studi Teknik Industri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Universitas Muhammadiyah Magelang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di negeri-negeri muslim seperti Indonesia, ada beberapa persoalan perindustrian yang sering terangkat ke permukaan.  Persoalan-persoalan ini dapat dikelompokkan dalam tiga besar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama teori bahwa perindustrian adalah kunci pertumbuhan ekonomi karena dianggap mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.  Namun di sisi lain, hal ini juga menyimpan resiko pada saat krisis ekonomi, seperti tampak dari kasus-kasus perburuhan akibat rasionalisasi atau penutupan pabrik-pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah pandangan bahwa perindustrian akan mengakselerasi kemampuan teknologi.  Maka tak heran bahwa indikator kemampuan teknologi selalu diukur dari sejauh mana sebuah bangsa atau negara memiliki atau membangun suatu industri strategis secara mandiri, seperti telah dikerjakan pemerintah Orde Baru di Indonesia dengan industri pesawat terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga adalah keyakinan bahwa perindustrian merupakan asset vital –bahkan strategis- dalam mempertahankan tujuan-tujuan politik dan/atau ekonomi.  Berbagai proyek besar seperti Krakatau Steel, PT Pupuk Sriwijaya, PT Semen Gresik dsb. semua dibuat dalam rangka meraih tujuan-tujuan tersebut secara makro.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fakta teori pertumbuhan ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan bahwa teori pertumbuhan ekonomi oleh perindustrian kita ternyata hanya sebagian terwujud dalam kenyataan.  Dalam kurun waktu tertentu, perindustrian di Indonesia memang mampu menyerap banyak tenaga kerja dan mengurangi pengangguran.  Namun ada beberapa alasan yang menjadikan perindustrian di negeri ini tidak benar-benar mampu menjaga kelanjutan pertumbuhan ekonomi itu, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, meski industri kita ada di negeri ini dan dimiliki warga negara ini, namun nasibnya sering tidak ditentukan di sini.  Teknologi yang dipakai pada umumnya adalah lisensi dari induknya di luar negeri.  Meski alih teknologi telah dijalankan, dan kita pada dasarnya telah mampu membuat sendiri produk tersebut, namun aturan-aturan paten dan rahasia dagang akan menjaga sehingga kita hanya boleh membuat produk itu sesuai aturan lisensi pemilik paten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, output produk industri itu sering sangat tergantung pasar ekspor (pasar dunia).  Bahkan beberapa investor sengaja membangun industri di negeri ini hanya untuk pasar ekspor, bahkan dengan merek asing.  Akibatnya, industri semacam ini cukup rentan terhadap berbagai peristiwa internasional.  Jauh sebelum krisis, sudah banyak industri tekstil yang gulung tikar hanya karena quota tekstil di negara tujuan.  Belakangan ada berbagai aturan lain seperti keramahan terhadap lingkungan (&lt;i&gt;eco-labeling&lt;/i&gt;), tidak menggunakan tenaga anak-anak (&lt;i&gt;kidsworker-free-labeling&lt;/i&gt;), hingga tidak berkaitan dengan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bagi investor, Indonesia yang saat ini sedang hiruk pikuk dengan berbagai peristiwa politik ini serta budaya KKN yang tak banyak berubah, dianggap tak lagi menguntungkan secara bisnis, sehingga jangankan warga negara asing, WNI konglomeratpun ada yang justru memindahkan pabriknya ke luar negeri seperti ke Vietnam atau Kamboja yang “ongkos sosialnya” dianggap lebih ringan.  Kasus pabrik sepatu Nike adalah contoh yang cukup besar yang sampai sekarang belum tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fakta pandangan kebangkitan teknologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pada aspek kebangkitan teknologi, industri yang ada di negara-negara muslim masih lebih sering baru bisa bermanismuka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta, teknologi itu sering hanya ada dalam seminar atau pameran namun jarang ada realita produksinya.  Sebagai contoh: PT Dirgantara sampai “komma” karena kekurangan order (pesawatnya tak laku) padahal pada saat yang sama TNI-AU sampai memesan pesawat tempur Sukhoi dan beberapa helikopter dari Russia.  Demikian juga Mabes Polri telah membeli hampir 18 helikopter dari Amerika Serikat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang sama terjadi dengan para penemu (inventor) di perguruan-perguruan tinggi ternama di negeri ini.  Meski secara teknis dan ilmiah karya mereka unggul, namun jalan untuk menerapkannya di dunia industri terbentur pada kenyataan, bahwa mayoritas industri besar di negeri ini hanya mau membuat dan menjual produk dengan brand-image kelas dunia.  Itu berarti, temuan-temuan teknologi itu tidak ada artinya, sepanjang tidak menjadi bagian dalam merek-merek dagang internasional.  Pendek kata, para pengusaha dan investor di negeri ini lebih suka meraih profit jangka pendek sebagai pedagang (atau calo) daripada profit jangka panjang sebagai pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas industri yang berusaha mandiri dengan pengembangan teknologi lebih sering terancam intervensi dari luar.  IMF melarang pemerintah menyuntikkan subsidi lagi untuk BUMN seperti PT Dirgantara Indonesia.  Sementara itu kalangan perbankan enggan mengucurkan kredit pada calon pembeli bus-bus buatan Texmaco Engineering (sebuah perusahaan swasta nasional murni).  Malah justru impor bus bekas yang kini dilakukan, dan Texmaco dibiarkan menjadi pasien BPPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi lain, aktivitas pengembangan teknologi di negeri ini sering justru larut dalam pola budaya korup yang ada.  Memang, teknologi tinggi hanya bisa dimulai dengan subsidi dari negara.  Namun ini sebenarnya hanya perlu pada tahap inisiasi.  Seharusnya pada level tertentu, teknologi itu sudah mencapai kematangan dan meningkatkan kinerja dalam industri, sehingga penghematan yang dihasilkannya bisa disisihkan untuk pengembangan teknologi lebih lanjut.  Namun yang terjadi, subsidi itu justru membuat para peneliti menjadi malas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sistem rekrutmen yang ada, seperti pola yang diikuti dalam pegawai negeri sipil (PNS), masih belum mampu membuat para peneliti PNS memiliki komitmen pada aktivitas penelitiannya, terutama yang berhubungan dengan teknologi dan industri.  Yang sering terjadi justru &lt;i&gt;braindrain&lt;/i&gt;, yakni mereka yang terbaik akan lari ke luar negeri, bekerja pada perusahaan asing atau bekerja di luar bidang keahliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sisi perburuhan, kemajuan teknologi yang diraih sering justru menempatkan dunia industri pada situasi dilematis.  Pada awalnya, industri bisa didesain untuk berjalan secara padat karya – dan bukan padat modal / padat teknologi.  Namun berbagai peraturan dan standardisasi yang diterapkan agar bisa masuk ke pasar global (seperti kelompok ISO 9000 dan ISO 14000) sulit terpenuhi tanpa penggunaan teknologi yang lebih intensif – dan ini berarti rasionalisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fakta industri dan kemandirian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya kemandirian, strategi pembangunan industri ala Orde Baru dengan mencari investor asing baik secara langsung maupun melalui berbagai pinjaman pemerintah dari IGGI, CGI, &lt;i&gt;Paris Club&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;World Ban&lt;/i&gt;k, ADB dan sebagainya, lebih sering justru menjadikan kita sulit menjadi mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua investor asing itu memberikan berbagai syarat yang pasti dalam jangka panjang akan menguntungkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya pada model kontrak BOT (&lt;i&gt;Built-Operation-Transfer&lt;/i&gt;), di mana investor akan membangun lebih dahulu dengan jaminan dari pemerintah untuk mengoperasikan proyek itu selama kurun waktu tertentu (10-25 tahun), dan kemudian asset itu dialihkan ke negara.  Sepertinya negara diuntungkan, karena tidak perlu mengeluarkan dana dari APBN untuk pembangunan pertama.  Kemudian proyek itu akan menyerap banyak tenaga kerja dan memasukkan pajak yang juga tidak kecil.  Dan pada akhirnya, proyek itu menjadi milik negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Model seperti ini banyak dipakai pada proyek-proyek dengan investasi sangat besar, seperti di Freeport, Arun-LNG dan sejenisnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hampir tak pernah ada akuntabilitas yang sesungguhnya, seberapa besar sebenarnya keuntungan asing dari proyek-proyek semacam itu.  Apalagi biasanya sebelum kontrak pertama berakhir, pihak asing itu sudah akan menyiapkan proyek berikutnya.  Sementara itu, pada saat transfer ke pemerintah, teknologi pada proyek lama sering sudah sangat ketinggalan, atau cadangan sumber daya alam dan lingkungan yang mendukungnya sudah sangat tipis, sehingga proyek itu tidak akan ekonomis lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, sistem ekonomi yang ada membuat banyak industri yang semula dinilai strategis, bahkan juga untuk keperluan militer di saat perang, kemudian justru dilego untuk menutup defisit APBN akibat krisis perbankan.  Masih segar ingatan kita akan penjualan Indosat ke STT Singapore, atau sekarang yang masih dalam wacana adalah PT Dirgantara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, strategi perindustrian yang ada selama ini belum pernah berhasil menjadikan kita bangsa yang benar-benar mandiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perindustrian kita gagal menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  Gagal pula membangkitkan kemampuan teknologi.  Dan teknologi yang telah kita kuasaipun ternyata sulit menjadi andalan perindustrian kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Strategi Perindustrian dalam Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Islam mengatur seluruh aspek kehidupan.  Namun bicara tentang perindustrian dalam Islam, orang sering hanya terfokus pada cabang industri yang mendukung aspek ruhiyah Islam, seperti industri penerbitan Islam, industri busana dan asesori muslim, atau industri yang mendukung ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seharusnya seluruh cabang perindustrian diwajibkan untuk tunduk kepada syariat Islam.  Seluruh cabang industri, baik yang menghasilkan produk untuk konsumen akhir maupun yang menghasilkan alat-alat berat atau bahan baku industri yang lain, seharusnya dibangun dan diatur dalam satu kerangka berpikir dan paradigma yang dilandasi oleh aqidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan melihat fakta-fakta di muka, maka bisa kita simpulkan bahwa suatu politik perindustrian dalam Islam akan terkait erat dengan bagaimana merubah pola berpikir dalam masyarakat, dan juga satu set aturan-aturan dalam sistem ekonomi seperti hukum kepemilikan; politik moneter; perdagangan luar negeri; aturan-aturan tentang hak atas kekayaan intelektual (HaKI); dan perburuhan; sampai sistem pendidikan dan sistem politik dan pertahanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma negara dalam Islam adalah untuk melindungi dan memelihara jiwa, akal, agama, nasab, harta, kemuliaan, keamanan dan negara.  Karena itu, seluruh politik perindustrian akan disinergikan untuk mewujudkan apa yang disebut &lt;i&gt;maqashidus syariah&lt;/i&gt; itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perindustrian dikembangkan agar ekonomi bisa berputar, sehingga jiwa-jiwa bisa tertolong (misalnya industri makanan atau obat-obatan), akal bisa dihidupkan (misalnya industri penerbitan Islam serta alat-alat edukasi), kehidupan beragama bisa lebih semarak (misalnya industri konstruksi sarana ibadah atau alat-alat transportasi jamaah haji), kehidupan keluarga lebih harmonis (misalnya industri peralatan untuk bayi dan ibu hamil), dan seterusnya.  Perindustrian diarahkan untuk mampu mengatasi seluruh kebutuhan dari rakyat negara Islam, baik muslim maupun non muslim.  Tidak ada artinya berproduksi yang berorientasi ekspor, jika pada saat yang sama untuk berbagai kebutuhan yang mendasar harus mengimpor, bila itu sudah bisa dipenuhi kemampuan industri dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada saat yang sama perindustrian juga dibangun atas dasar strategi dakwah dan jihad, defensif maupun offensif, baik yang sifatnya non fisik maupun fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi non fisik, seluruh pembangunan industri harus dibangun dalam paradigma kemandirian.  Tak boleh sedikitpun ada peluang yang akan membuat kita menjadi tergantung kepada orang-orang kafir, baik dari sisi teknologi (melalui aturan-aturan lisensi), ekonomi (melalui aturan-aturan pinjaman atau ekspor-impor) maupun politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Allah sekali-kali tak akan memberi jalan pada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (Qs. 4:141)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang dari sisi fisik, seluruh industri yang ada, harus mampu dimodifikasi untuk menyediakan keperluan untuk jihad pada saat dibutuhkan.  Industri alat-alat berat yang pada saat damai akan membuat kereta api atau alat-alat dapur, pada saat perang harus mampu dengan cepat disulap menjadi industri tank atau senapan otomatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak tahu; sedang Allah mengetahuinya.  Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Qs. 8:60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan semacam ini pula yang dimiliki oleh setiap negara industri maju.  Pada saat Perang Dunia Kedua, banyak pabrik panci di Jerman yang oleh Hitler diperintahkan untuk segera menyiapkan puluhan ribu pucuk senapan untuk tentara.  Di Amerika Serikatpun, pabrik-pabrik pesawat seperti Boeing atau Lockheed Martin, memiliki cetak biru baik untuk pesawat sipil maupun militer.  Pada saat Perang Teluk mereka diperintahkan menukar prioritas produksi ke pesanan-pesanan Pentagon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Revolusi Industri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semua kemampuan tersebut di atas tentu saja tidak bisa didapat kecuali ada suatu revolusi teknologi dan industri.  Pola alih teknologi yang ada selama ini, apalagi dalam frame pinjaman asing, tidak akan pernah membuat kita benar-benar mandiri.  Kita hanya dididik untuk memakai teknologi afkiran produksi negara donor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya akan mampu mandiri, bila kita melalui loncatan teknologi, yaitu sebuah revolusi industri.  Revolusi ini akan terjadi, bila pada masyarakat terdapat pemikiran untuk mandiri, bukan pemikiran untuk tergesa-gesa menikmati.  India dan Cina adalah contoh terbaik abad 20. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang rekan penulis yang pernah mengunjungi Pusat Ruang Angkasa India menyaksikan, bahwa institusi yang telah berhasil membuat dan meluncurkan sejumlah satelit India itu terkesan amat sederhana.  Bahkan yang berpendingin udara hanyalah ruang pimpinan dan ruang rapat.  Selain itu hanya kipas angin.  Namun yang menyolok, baik AC maupun kipas angin itu, dan juga seluruh fasilitas yang sangat canggih di sana, semua buatan India!  Di jalan-jalan juga jarang disaksikan kendaraan Jepang atau Eropa.  Biarpun belum bisa ngebut “kayak setan”, tapi buatan India! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Cina.  Ketika Mao Tse Tung ditanya kapan Cina akan melakukan intensifikasi pertanian dengan menggunakan traktor, dia menjawab, “Kita akan pakai traktor, setelah kita bisa bikin traktor!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, impor barang-barang industri buatan Luar Negeri tetap berstatus mubah seperti hukum asalnya.  Hanya saja, Khalifah berhak mentabanni aturan-aturan yang membatasinya baik itu bersifat bilateral (seperti tarif bea masuk atau quota) maupun unilateral bila itu dipandang perlu untuk melindungi negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Investasi dan Kepemilikan Industri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Membangun sebuah industri yang mandiri, apalagi itu sebuah revolusi industri, memerlukan investasi yang sangat besar.  Di dunia Barat, investasi itu biasa didapatkan dengan pinjaman dari konsorsium perbankan atau dengan divestasi saham kepemilikan ke publik, misalnya melalui Bursa Efek.  Pada sistem kapitalis, negara hanya menjadi regulator, tidak terlibat langsung.  Maka ketika investor asing masuk ke negeri-negeri Islam, mereka menginginkan sistem yang sama.  Walhasil, industri-industri besar dan padat modal di negeri-negeri ini dimiliki oleh kapitalis-kapitalis besar, yang mayoritas tentu saja orang asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan sangat berarti bila industri tersebut berkaitan dengan sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti sektor pertambangan, energi, atau infrastruktur telekomuinikasi; di mana masyarakat yang tidak punya pilihan akhirnya terpaksa membeli dengan harga yang monopolistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menetapkan bahwa sejumlah sumber daya tidak bisa dimiliki oleh individu.  Kepemilikannya adalah milik seluruh ummat.  Negara menjadi pengelolanya untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat.  Kalaupun ada individu yang terlibat dalam pencarian, produksi atau distribusinya, maka ia hanya dibayar sesuai dengan kerjanya; bukan dengan pola bagi hasil seperti seakan-akan dia bagian dari pemiliknya.  Karena pada hakekatnya, hak kepemilikan umum tersebut tidak bisa dialihkan kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum perindustrian dalam sektor yang merupakan kepemilikan umum akan mengikuti hukum asalnya, yaitu hukum kepemilikan umum.  Negaralah yang sebagai pengelolanya akan menghimpun dana guna membangun teknologinya, eksplorasi sumber alamnya hingga distribusinya.  Bila Rasulullah menyebut “air, api dan padang gembalaan”, maka hal ini berarti termasuk seluruh industri pertambangan, pembangkit listrik dan industri pengolahan hasil hutan.  Bila Rasulullah menyebut jalan-jalan yang tidak boleh dikapling-kapling, maka ini berarti termasuk seluruh infrastruktur transportasi dan telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dikatakan negara tidak punya uang, maka negara bisa menarik pajak secara temporer kepada para aghniya di negeri itu, dan bukan berhutang ke luar negeri, dan bukan pula mengizinkan swasta masuk dengan prinsip BOT ataupun konsesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila dikatakan bahwa industri yang dikelola oleh negara akan tidak efisien dan merupakan ladang KKN, maka pertanyaannya, apakah tidak mungkin swasta juga tidak efisien dan ladang KKN.  Atau jangan-jangan KKN di sektor swasta tidak disebut KKN, karena dianggap milik individu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini tampak bahwa masalah perindustrian dalam Islam tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terpadu dalam satu paket dengan aturan-aturan syariah yang lain.  Misalnya aturan-aturan syirkah, perekrutan karyawan, ijarah, pengawasan harta pejabat manajemen; bahkan lebih jauh lagi dengan aturan-aturan pendikan, pergaulan, makanan-minuman dan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa membuat seluruh aturan-aturan ini terislamisasi tentu saja hanyalah revolusi aqidah pada masyarakat.  Karena seluruh sistem itu, termasuk sistem perindustrian, harus terpancar dari aqidah Islam.  Karena itu, revolusi industri harus didahului dengan revolusi aqidah.  Aqidahlah yang akan membuat kepemimpinan ideologis, sehingga seluruh cara berpikir ummat berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini pulalah yang membuat Rasulullah memulai dengan dakwah aqidah yang bersifat ideologis.  Ketika dakwah ini berhasil diemban oleh sebuah negara, maka seluruh politik, termasuk politik perindustrian dilaksanakan di atas dasar ideologi itu, sehingga kemudian makin memperkuat kemandirian negara Islam itu sehingga bisa menundukkan adi kuasa-adi kuasa saat itu.&lt;br /&gt;Masa tersebut akan terulang, bila dakwah kita meniru pola dari Rasulullah.  Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan Lanjut:&lt;br /&gt;Abdurrahman al-Maliki: POLITIK EKONOMI ISLAM (Siyasah Iqtishadiyah al-Musla).  Bangil: Al-Izzah. 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad Y. al-Hassan dan Donald R. Hill: TEKNOLOGI DALAM SEJARAH ISLAM (Islamic Technology).  Mizan, 1993.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-2814149878913589513?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/2814149878913589513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=2814149878913589513' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2814149878913589513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2814149878913589513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/06/mengkaji-politik-perindustrian-dalam.html' title='Mengkaji Politik Perindustrian dalam Islam'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-648520131173302212</id><published>2010-06-29T04:50:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T06:24:18.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri'/><title type='text'>Dibalik Penemuan Kacamata</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TCnd9n_sAmI/AAAAAAAAAEU/UFUmej6nkvU/s1600/kacamata.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TCnd9n_sAmI/AAAAAAAAAEU/UFUmej6nkvU/s200/kacamata.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kacamata merupakan salah satu penemuan terpenting dalam sejarah kehidupan umat manusia. Setiap peradaban mengklaim sebagai penemu kacamata. Akibatnya, asal-usul kacamata pun cenderung tak jelas dari mana dan kapan ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lutfallah Gari, seorang peneliti sejarah sains dan teknologi Islam dari Arab Saudi mencoba menelusuri rahasia penemuan kacamata secara mendalam. Ia mencoba membedah sejumlah sumber asli dan meneliti literatur tambahan. Investigasi yang dilakukannya itu membuahkan sebuah titik terang. Ia menemukan fakta bahwa peradaban Muslim di era keemasan memiliki peran penting dalam menemukan alat bantu baca dan lihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat tulisannya bertajuk &lt;i&gt;The Invention of Spectacles between the East and the West&lt;/i&gt;, Lutfallah mengungkapkan, peradaban Barat kerap mengklaim sebegai penemu kacamata. Padahal, jauh sebelum masyarakat Barat mengenal kacamata, peradaban Islam telah menemukannya. Menurut dia, dunia Barat telah membuat sejarah penemuan kacamata yang kenyataannya hanyalah sebuah mitos dan kebohongan belaka.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;''Mereka sengaja membuat sejarah bahwa kacamata itu muncul saat &lt;i&gt;Etnosentrisme&lt;/i&gt;,'' papar Lutfallah. Menurut dia, sebelum peradaban manusia mengenal kacamata, para ilmuwan dari berbagai peradaban telah menemukan lensa. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lensa juga dikenal pada beberapa peradaban seperti Romawi, Yunani, Hellenistik dan Islam. Berdasarkan bukti yang ada, lensa-lensa pada saat itu tidak digunakan untuk &lt;i&gt;magnification&lt;/i&gt; (perbesaran), tapi untuk pembakaran. Caranya dengan memusatkan cahaya matahari pada fokus lensa/titik api lensa.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, mereka menyebutnya dengan nama umum "pembakaran kaca/&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;burning mirrors&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;". ''Hal ini juga tercantum dalam beberapa literatur yang dikarang sarjana Muslim pada era peradaban Islam,'' tutur Lutfallah. Menurut dia, fisikawan Muslim legendaris, Ibnu al-Haitham (965 M-1039 M), dalam karyanya bertajuk Kitab al-Manazir (tentang optik) telah mempelajarai masalah perbesaran benda dan pembiasan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu al-Haitam mempelajari pembiasan cahaya melewati sebuah permukaan tanpa warna seperti kaca, udara dan air. "Bentuk-bentuk benda yang terlihat tampak menyimpang ketika terus melihat benda tanpa warna". Ini merupakan bentuk permukaan seharusnya benda tanpa warna," tutur al-Haitham seperti dikutip Lutfallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah salah satu fakta yang menunjukkan betapa ilmuwan Muslim Arab pada abad ke-11 itu telah mengenali kekayaan perbesaran gambar melalui permukaan tanpa warna. Namun, al-Haitham belum mengetahui aplikasi yang penting dalam fenomena ini. Buah pikir yang dicetuskan Ibnu al-Haitham itu merupakan hal yang paling pertama dalam bidang lensa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak, peradaban Islam telah mengenal dan menemukan lensa lebih awal tiga ratus tahun dibandingkan Masyarakat Eropa. Menurut Lutfallah, penemuan kacamata dalam peradaban Islam terungkap dalam puisi-puisi karya Ibnu al-Hamdis (1055 M- 1133 M). Dia menulis sebuah syair yang menggambarkan tentang kacamata. Syair itu ditulis sekitar 200 tahun, sebelum masyarakat Barat menemukan kacamata. Ibnu al-Hamdis menggambarkan kacamata lewat syairnya antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;''Benda bening menunjukkan tulisan dalam sebuah buku untuk mata, benda bening seperti air, tapi benda ini merupakan batu. Benda itu meninggalkan bekas kebasahan di pipi, basah seperti sebuah gambar sungai yang terbentuk dari keringatnya,'' tutur al-Hamdis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hamdis melanjutkan, ''Ini seperti seorang yang manusia yang pintar, yang menerjemahkan sebuah sandi-sandi kamera yang sulit diterjemahkan. Ini juga sebuah pengobatan yang baik bagi orang tua yang lemah penglihatannya, dan orang tua menulis kecil dalam mata mereka.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syair al-Hamids itu telah mematahkan klaim peradaban Barat sebagai penemu kacamata pertama. Pada puisi ketiga, penyair Muslim legendaris itu mengatakan, "Benda ini tembus cahaya (kaca) untuk mata dan menunjukkan tulisan dalam buku, tapi ini batang tubuhnya terbuat dari batu (&lt;i&gt;rock&lt;/i&gt;)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dalam dua puisi, al-Hamids menyebutkan bahwa kacamata merupakan alat pengobatan yang terbaik bagi orang tua yang menderita cacat/memiliki penglihatan yang lemah. Dengan menggunakan kacamata, papar al-Hamdis, seseorang akan melihat garis pembesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puisi keempatnya, al-Hamdis mencoba menjelaskan dan menggambarkan kacamata sebagai berikut: "Ini akan meninggalkan tanda di pipi, seperti sebuah sungai". Menurut penelitian Lutfallah, penggunaan kacamata mulai meluas di dunia Islam pada abad ke-13 M. Fakta itu terungkap dalam lukisan, buku sejarah, kaligrafi dan syair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu syairnya, Ahmad al-Attar al-Masri telah menyebutkan kacamata. "Usia tua datang setelah muda, saya pernah mempunyai penglihatan yang kuat, dan sekarang mata saya terbuat dari kaca." Sementara itu,sSejarawan al-Sakhawi, mengungkapkan, tentang seorang kaligrafer Sharaf Ibnu Amir al-Mardini (wafat tahun 1447 M). "Dia meninggal pada usia melewati 100 tahun; dia pernah memiliki pikiran sehat dan dia melanjutkan menulis tanpa cermin/kaca. "Sebuah cermin disini rupanya seperti lensa,'' papar al-Sakhawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta lain yang mampu membuktikan bahwa peradaban Islam telah lebih dulu menemukan kacamata adalah pencapaian dokter Muslim dalam ophtalmologi, ilmu tentang mata. Dalam karanya tentang ophtalmologi, Julius Hirschberg , menyebutkan, dokter spesialis mata Muslim tak menyebutkan kacamata. ''Namun itu tak berarti bahwa peradaban Islam tak mengenal kacamata,'' tegas Lutfallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eropa dan Penemuan Kacamata&lt;br /&gt;Pada abad ke-13 M, sarjana Inggris, Roger Bacon (1214 M - 1294 M), menulis tentang kaca pembesar dan menjelaskan bagaimana membesarkan benda menggunakan sepotong kaca. "Untuk alasan ini, alat-alat ini sangat bermanfaat untuk orang-orang tua dan orang-orang yang memiliki kelamahan pada penglihatan, alat ini disediakan untuk mereka agar bisa melihat benda yang kecil, jika itu cukup diperbesar," jelas Roger Bacon. Beberapa sejarawan ilmu pengetahuan menyebutkan Bacon telah mengadopsi ilmu pengetahuannya dari ilmuwan Muslim, Ibnu al-Haitam. Bacon terpengaruh dengan kitab yang ditulis al-Haitham berjudul Ktab al-Manazir Kitab tentang Optik. Kitab karya al-Haitham itu ternyata telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Ide pembesaran dengan bentuk kaca telah dicetuskan jauh sebelumnya oleh al-Haitham. Namun, sayangnya dari beberapa bukti yang ada, penggunaan kaca pembesar untuk membaca pertama disebutkan dalam bukunya Bacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julius Hirschberg, sejarawan &lt;i&gt;ophthalmologi&lt;/i&gt; (ilmu pengobatan mata), menyebutkan dalam bukunya, bahwa perbesaran batu diawali dengan penemuan kaca pembesar dan barulah kacamata tahun 1300 atau abad ke-13 M. "Ibnu al-Haitham hanya melakukan penelitian mengenai pembesaran pada abad ke - 11 M," cetusnya Hirschberg.&lt;br /&gt;Kacamata pertama disebutkan dalam buku pengobatan di Eropa pada abad ke-14 M. Bernard Gordon, Profesor pengobatan di Universitas Montpellier di selatan Perancis, mengatakan di tahun 1305 M tentang tetes mata (obat mata) sebagai alternatif bagi orang-orang tua yang tidak menggunakan kacamata. Tahun 1353 M, Guy de Chauliac menyebutkan jenis obat mata lain untuk menyembuhkan mata, dia mengatakan lebih baik menggunakan kacamata jika obat mata tidak berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain para ilmuwan di atas, adapula tiga cerita yang berbeda disebutkan oleh sarjana Italia, Redi (wafat tahun 1697). Cerita pertama, disebutkan dalam manuskrip Redi tahun 1299 M. Disebutkan dalam pembukaan bahwa pengarang adalah orang yang sudah tua dan tidak bisa membaca tanpa kacamata, yang ditemukan pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita kedua, juga diceritakan oleh Redi, menunjukkan bahwa kacamata disebutkan dalam sebuah pidato yang jelas tahun 1305 M, dimana pembicara mengatakan bahwa perlatan ini ditemukan tidak lebih cepat dari 20 tahun sebelum pidato tersebut diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ketiga, menyebutkan bahwa biarawan (&lt;i&gt;the monk&lt;/i&gt;) Alexander dari Spina (sebelah timur Itali) belajar bagaimana menggunakan kacamata. Dia wafat tahun 1313 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tiga versi cerita berbeda tersebut menyebarluas, karena banyak buku lain yang mengadopsi cerita-cerita yang disebutkan Redi setelah dia wafat. Namun, beberapa sejarahwan ilmu pengetahuan mengatakan bahwa Redi telah membuat cerita bohong dan mereka tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, dalam buku Julius Hirschberg, juga disebutkan tentang cerita Redi itu, ditulis antara tahun 1899 dan 1918 di Jerman dan banyak informasi yang sudah tua dan banyak yang diperbaharui. Buku tersebut kemudian diterjemahkan (tanpa revisi) ke dalam bahasa Inggris dan dipublikasikan tahun 1985. Hasilnya, cerita Redi menyebar di Inggris, artikel penelitian itu ditolak kebenaran ceritanya dan ini ditolak Julius Hirschberg.Beberapa cerita bohong lain juga ditulis oleh seorang jurnalis di pertengahan abad ke 19 M. Dia mengklaim Roger Bacon merupakan penemu kacamata seperti. Bahkan ia juga menyebutkan bahwa biarawan (the Monk) Alexander juga telah diajarkan Roger Bacon bagaimana menggunakan kacamata. Kabar ini tentu saja dengan cepat menyebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan lain juga terlihat pada sebuah nisan. Seorang pengarang menunjukkan bahwa sebuah nisan di kuburan Nasrani yang berada di gereja, tertulis sebuah kalimat, "disini beristirahat Florence, penemu kacamata, Tuhan mengampuni dosanya, tahun 1317". Masih banyak cerita atau mitos lainnya tentang penemu dan pembuatan kacamata di Eropa. Semua mengklaim sebagai penemu pertama alat bantu baca dan melihat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.republika.co.id/berita/47404/Rahasia_di_Balik_Penemuan_Kacamata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-648520131173302212?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/648520131173302212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=648520131173302212' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/648520131173302212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/648520131173302212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/06/dibalik-penemuan-kacamata.html' title='Dibalik Penemuan Kacamata'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TCnd9n_sAmI/AAAAAAAAAEU/UFUmej6nkvU/s72-c/kacamata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-356631239871925022</id><published>2010-05-23T14:51:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:18:37.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='halal-haram'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ilmu'/><title type='text'>MAU DIKEMANAKAN ILMUKU?</title><content type='html'>Alhamdulillah…….&lt;br /&gt;Setelah melalui serangkaian rutinitas kuliah yg panjang dan kadang terasa membosankan, dibarengi dengan tugas-tugas kuliah dan laporan-laporan yg menumpuk, akhirnya hari wisuda ini datang juga. Hari di mana semua jerih payah selama bertahun-tahun terbayar sudah, dengan diberikannya sebuah gelar yang menandai diakhirinya sebuah perjuangan dan dimulainya perjuangan kehidupan yang baru.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ya, hari ini adalah hari bahagia di mana semua usaha kita sebagai mahasiswa dan orangtua kita sebagai sponsor utama pendidikan kita (dalam bentuk apapun itu, moril maupun finansial) berbuah manis. Namun, pertanyaan baru kemudian muncul dalam benak kita, mau apa kita setelah lulus? Kerja, kuliah lagi atau menjadi entrepreneur? Apapun pilihannya, minumannya tetap teh ….. (ups…..malah jadi iklan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun pilihannya, seringkali kita terjebak pada pemanfaatan ilmu pengetahuan yang berdasar pada asas manfaat saja tanpa memperhatikan ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam). Padahal pemanfaatan ilmu pengetahuan bagi seorang muslim wajib menjadikan ketentuan halal-haram (hukum-hukum syariah Islam) sebagai tolak ukur dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan, bagaimana pun bentuknya. Ilmu yang boleh dimanfaatkan adalah yang telah dihalalkan oleh syariah Islam, sedangkan ilmu yang tidak boleh dimanfaatkan adalah yang telah diharamkan syariah Islam. Keharusan tolak ukur syariah ini didasarkan pada banyak ayat dan juga hadits yang mewajibkan umat Islam menyesuaikan perbuatannya (termasuk dalam menggunakan ilmu pengetahuan) dengan ketentuan hukum Allah dan Rasul-Nya. Antara lain firman Allah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan…”&lt;/i&gt; (Qs. an-Nisaa` [4]: 65). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya…” &lt;/i&gt;(Qs. al-A’raaf [7]: 3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Saw: &lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Barangsiapa yang melakukan perbuatan yang tidak ada perintah kami atasnya, maka perbuatan itu tertolak.”&lt;/i&gt; [HR. Muslim]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangat kontras dengan apa yang ada di dunia Barat sekarang dan juga negeri-negeri muslim yang mengikuti Barat secara membabi buta. Standar pemanfaatan ilmu pengetahuan menurut mereka adalah manfaat, apakah itu dinamakan pragmatisme atau pun utilitarianisme. Selama sesuatu itu bermanfaat, yakni dapat memuaskan kebutuhan manusia, maka ia dianggap benar dan absah untuk dilaksanakan. Meskipun itu diharamkan dalam ajaran agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan standar manfaat itulah yang dapat menjelaskan, mengapa orang Barat mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara tidak bermoral, tidak berperikemanusiaan, dan bertentangan dengan nilai agama. Misalnya menggunakan bom atom untuk membunuh ratusan ribu manusia tak berdosa, memanfaatkan bayi tabung tanpa melihat moralitas (misalnya meletakkan embrio pada ibu pengganti), mengkloning manusia (berarti manusia bereproduksi secara a-seksual, bukan seksual), mengekploitasi alam secara serakah walaupun menimbulkan pencemaran yang berbahaya, dan seterusnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, sudah saatnya standar manfaat yang salah itu dikoreksi dan diganti dengan standar yang benar. Yaitu standar yang bersumber dari pemilik segala ilmu yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, yang amat mengetahui mana yang secara hakiki bermanfaat bagi manusia, dan mana yang secara hakiki berbahaya bagi manusia. Standar itu adalah segala perintah dan larangan Allah SWT yang bentuknya secara praktis dan konkret adalah syariah Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika standar halal-haram ini dijadikan prinsip dasar oleh umat Islam dengan baik, insyaallah akan ada berbagai berkah dari Allah kepada umat Islam dan juga seluruh umat manusia. Sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”&lt;/i&gt; (Qs. al-A’raaf [7]: 96). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;PERAN ISLAM DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI, M. Shiddiq Al Jawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-356631239871925022?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/356631239871925022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=356631239871925022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/356631239871925022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/356631239871925022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/05/mau-dikemanakan-ilmuku.html' title='MAU DIKEMANAKAN ILMUKU?'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-7538484032921299644</id><published>2010-05-23T14:45:00.000-07:00</published><updated>2010-06-01T13:37:47.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makanan Minuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='halal-haram'/><title type='text'>Larangan Meniup Minuman dan Bahayanya</title><content type='html'>Oleh: Badrul Tamam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TAVviAP0ZcI/AAAAAAAAADk/MUi30Vxbies/s1600/jangan+tiup.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="143" src="http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TAVviAP0ZcI/AAAAAAAAADk/MUi30Vxbies/s200/jangan+tiup.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan dan minum seorang muslim tidak  sebatas aktifitas memuaskan nafsu, menghilangkang lapar dan dahaga semata. Karenanya, seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.“&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, maka seorang muslim dalam makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga hadits Abu Sa'id al-Khudri radliyallah 'anhu, Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam air minum." (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau menyahihkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Zaadul Ma'ad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Hikmahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hikmahnya, sering menjadi pertanyaan kita sebelum mengamalkannya. Padahal dalam menyikapi tuntunan Islam hanya sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami taat), tanpa harus terlebih dahulu mengetahui hikmahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khathab sesudah mencium hajar Aswad, "Sesungguhnya aku tahu engkau hanya seonggok batu yang tidak bisa menimpakan madharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat. Kalau seandainya aku tidak melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, pasti aku tidak akan menciummu." (HR. Al-Bukhari no. 1494 dan Muslim no. 2230)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang jelas bahwa setiap yang disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari Al-Qur'an dan Sunnah sudah mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan. (Dikutip Dari : Apa Aja: Bahaya Meniup Minuman Panas Kerja Sama Dengan blog-apa-aja.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini juga semakin jelas hiikmah dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;br /&gt;http://voa-islam.com/islamia/ibadah/2010/05/22/6288/larangan-meniup-minuman-dan-bahayanya/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-7538484032921299644?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/7538484032921299644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=7538484032921299644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/7538484032921299644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/7538484032921299644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/05/larangan-meniup-minuman-dan-bahayanya.html' title='Larangan Meniup Minuman dan Bahayanya'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TAVviAP0ZcI/AAAAAAAAADk/MUi30Vxbies/s72-c/jangan+tiup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-5657054956929075381</id><published>2010-05-23T05:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:16:31.158-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='amanah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pemimpin'/><title type='text'>BERATNYA MENJADI PEMIMPIN</title><content type='html'>Renungan ini adalah untuk kita semua. Karena pada hakikatnya kita semua adalah pemimpin, baik bagi diri kita pribadi, maupun untuk keluarga dan orang-orang lain di sekitar kita. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tiap-tiap diri kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban kepemimpinan kalian"&lt;/i&gt;. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pemimpin memang bukan pekerjaan mudah. Salah langkah atau salah memutuskan dapat menjadi penghalang dalam memasuki surga-Nya. Karena jika satu saja dari orang-orang yang dipimpin tidak ridha atas diri sang pemimpin ataupun keputusan-keputusan yang dibuat, maka dapat menahan langkah sang pemimpin kelak di yaumul akhir, karena Allah akan menunda rahmat-Nya ketika ada satu mahluknya yang tidak ridha. Karena itulah, setiap keputusan yang dibuat oleh seorang pemimpin haruslah dipikirkan secara matang dan terencana. Bukan sekedar mengikuti arus, atau mengikuti situasi dan kondisi yang ada. Karena itulah amanah menjadi seorang pemimpin adalah berat adanya, sehingga Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab dan para sahabat Rasulullah lainnya ketika terpilih menjadi khalifah sempat menangis karena membayangkan betapa beratnya pertanggungjawaban mereka kelak di akhirat. Karena satu saja dari rakyat mereka tidak ridha atas kepemimpinan mereka, maka surga yang dijanjikan Allah akan tidak pernah diraih. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang benar, seorang pemimpin pada hakekatnya tetaplah seorang manusia yang tidak luput dari khilaf dan dosa. Apalagi seorang manusia tidak akan pernah luput dari cobaan dan ujian dari Allah selama hidupnya. Sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Wahai Hambaku! Sesungguhnya kamu pasti melakukan kesalahan siang dan malam……. &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;(Hadis Qudsi diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Dzar dari Nabi SAW, dari Allah ‘Azza wa Jalla)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."&lt;/i&gt; (QS. Al-Mulk: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"&lt;/i&gt; (QS. Al-Ankabut: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga sangat mungkin dalam perjalanannya sebagai seorang pemimpin, seseorang melakukan kesalahan dan kekhilafan karena pengaruh dari masalah-masalah yang dihadapinya. Maka tidak heran jika setiap malam Khalifah Umar bin Abdul Aziz menangis meminta ampun kepada Allah atas setiap kelalaian dirinya dalam mengurus umat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah, maka empati dan simpati harus kita berikan kepada pemimpin-pemimpin kita yang sudah berusaha sekuat tenaga menunaikan amanahnya sesuai dengan hukum-hukum Allah namun tetap terjadi kesalahan dan kekhilafan pada diri mereka. Karena mungkin hal itu terjadi karena keterbatasan mereka sebagai manusia yang juga memiliki masalah-masalah pribadi yang butuh diselesaikan. Juga karena keterbatasan mereka dari sisi ihsas dan pemikiran yang belum bisa ‘terbang’ dalam melihat masalah sehingga keputusan-keputusan yang mereka buat tidak menyelesaikan masalah yang ada karena belum menyentuh akar permasalahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, catatan penting bagi seorang pemimpin yang mengharapkan pengertian dari orang lain akan keterbatasannya, bahwa seorang pemimpin pun harus memberikan empati dan simpatinya pada orang-orang yang dipimpinnya jika menginginkan diberikan &lt;i&gt;feed-back&lt;/i&gt; yang serupa. Sudahkah sang pemimpin memberikan yang dibutuhkan oleh para ‘bawahannya’? Sudahkah sang pemimpin berempati dan bersimpati terhadap permasalahan-permasalahan pribadi mereka yang juga membutuhkan arahan sang pemimpin untuk menyelesaikannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum, maka jangan mengharapkan ada empati dan simpati yang diberikan. Karena pada hakikatnya, hubungan antara sesama muslim adalah saling memberi dan saling menerima. &lt;br /&gt;&lt;i&gt;U’ll take what u’ve given&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bagi kalian yang telah dan sedang berproses menjadi pemimpin, berhati-hatilah dalam melangkah dan mengambil keputusan. Karena pada hakikatnya, bukan hanya amal diri yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, tapi juga amal orang-orang yang kita pimpin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Wallahu’alam bi shawab&lt;/i&gt;…….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-5657054956929075381?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/5657054956929075381/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=5657054956929075381' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/5657054956929075381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/5657054956929075381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/05/beratnya-menjadi-pemimpin.html' title='BERATNYA MENJADI PEMIMPIN'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-3899254905036873298</id><published>2010-05-23T05:15:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:17:19.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masalah'/><title type='text'>APA KAMU PUNYA MASALAH?</title><content type='html'>Setiap manusia pasti punya masalah, karena masalah itulah yang menjadikan hidup ini menjadi dinamis dan bermakna, bukan sekedar numpang lewat sebelum masuk ke alam berikutnya. Bahkan orang mati punya masalah, masalah apakah mereka akan masuk neraka atau surga nantinya padahal pada saat itu mereka sudah tidak punya kesempatan lagi untuk menambah pahala ataupun mengurangi dosa-dosa mereka, bahkan mereka sudah tidak punya kesempatan untuk berdo’a lagi agar anak cucu mereka bisa mengirimkan do’a ke kubur mereka untuk meringankan timbangan dosa-dosa mereka nantinya. Ini masalah besar, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo orang mati saja punya masalah, apalagi manusia yang hidup, pastilah punya masalah yang jauh lebih besar dan kompleks karena mereka yang hidup masih diberi kesempatan untuk menambah pahala ataupun mengurangi dosa-dosa mereka selama di dunia. Karena itulah cobaan dan halangan yang datang bertubi-tubi seakan-akan tiada habisnya untuk menguji manusia apakah masih konsisten beribadah kepada Allah sementara mereka menghadapi ujian-ujian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan ini sudah diberitakan Allah dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang beriman akan terus-menerus diuji selama mereka hidup dan istirahat orang-orang beriman tersebut adalah ketika kaki-kaki mereka sudah menginjak surga. Dan di situlah baru manusia tidak akan punya masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آَمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"&lt;/i&gt; (QS. Al-Ankabut: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Dzat Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."&lt;/i&gt; (QS. Al-Mulk: 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, jangan pernah menganggap bahwa ketika tingkat keimanan seseorang sudah tinggi, maka dia tidak akan punya masalah lagi dengan hidupnya. Justru semakin tinggi pohon, semakin kencang anginnya. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, maka cobaan yang diberikan Allah akan semakin berat. Dan ketika saat itu tiba, seorang manusia akan sangat membutuhkan manusia lainnya untuk menguatkan dan membantu dia menyelesaikan masalahnya. Maka, jangan berasumsi bahwa seseorang yang tinggi keimanannya tidak perlu dibantu lagi dalam sisi tausiyah dan bantuan lainnya, karena justru mereka sangat membutuhkannya. Apalagi buat orang-orang yang masih belum sempurna syakhsiyahnya, sehingga belum bisa menyelesaikan seluruh permasalahannya sesuai aturan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jangan tinggalkan mereka, kawan, sodara-sodara kita pastilah mempunyai masalah dalam hidupnya. Dan kadang yang mereka perlukan hanya tempat bercerita dan itu bisa kita mulai dengan bertanya, “Apa kabarmu hari ini, ukhti sholehah? Adakah masalah yang sedang kau hadapi?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan beranggapan bahwa orang-orang beriman (pengemban dakwah) adalah orang-orang yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan harus dibiarkan sendiri. Justru, keadaan mereka saat itu adalah yang paling rapuh yang akan dimanfaatkan oleh setan untuk memalingkan mereka dari jalan yang benar ini. Karena itu, bantu mereka dalam menyelesaikan masalah-masalah mereka, paling tidak berikan empati dan simpati terhadap permasalahan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-3899254905036873298?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/3899254905036873298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=3899254905036873298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/3899254905036873298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/3899254905036873298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/05/apa-kamu-punya-masalah.html' title='APA KAMU PUNYA MASALAH?'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-7051418107860575034</id><published>2010-04-01T03:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:12:56.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rokok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Note'/><title type='text'>Rokok...Oh...Rokok....</title><content type='html'>Saya dari dulu berpendapat bahwa orang yg merokok adalah orang yg tidak bisa menghargai dirinya sendiri. Jika sudah begitu, tentu orang tersebut juga tidak bisa menghargai orang lain kan? Bagaimana bisa dia menghargai orang lain, jika apa yg dilakukannya, yaitu merokok justru lebih membahayakan orang lain daripada dirinya sendiri. Jika hanya dirinya sendiri yang sakit atau mati, sih gak masalah. Tapi, jika hal tersebut justru mengakibatkan kanker atau bahkan kematian bagi orang lain, kan berabe tuh....&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/S_moV7_Kn9I/AAAAAAAAADc/YeMPsrPw6WU/s1600/rokok1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="114" src="http://1.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/S_moV7_Kn9I/AAAAAAAAADc/YeMPsrPw6WU/s200/rokok1.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kerugian akibat merokok bukan hanya dari sisi kesehatan, tapi juga mencakup kerugian ekonomi, politik dan agama. Lho, kok bisa?? Ya, bisa donk, mari kita lihat fakta-fakta berikut:&lt;br /&gt;1. Total penduduk dunia 6.5 Milyar.&lt;br /&gt;2. Total Muslim dunia 1.3 Milyar.&lt;br /&gt;3. Total perokok di dunia 1.15 Milyar.&lt;br /&gt;4. Total Muslim yang merokok tidak kurang dari : 400 juta orang dan 140 juta orang adalah kaum Muslimin di Indonesia.&lt;br /&gt;5. Produser rokok terbesar di dunia adalah Phillip Morris.&lt;br /&gt;6. Donasi Phillip Morris kepada Israel adalah 12% dari profit yang mereka raih.&lt;br /&gt;7. Kalau kaum Muslimin yang merokok menghabiskan satu bungkus/hari, berarti mereka membakar 400 juta bungkus rokok/hari.&lt;br /&gt;8. Kalau harga rokok rata-rata $ 1.00/bungkus, berarti konsumsi mereka untuk rokok $ 400 juta/hari&lt;br /&gt;9. Kalau 50% kaum Muslimin yang merokok membeli produk Philip Morris, berarti mereka menghisap 200 juta bungkus rokok produk Philip Morris/hari.&lt;br /&gt;10. Total dana kaum Muslim yang masuk ke Morris sekitar $200 juta/hari&lt;br /&gt;11. Rata-rata keuntungan rokok produk Philip Morris : 10% /bungkus&lt;br /&gt;12. Berarti profit Philip Morris dari belanja rokok kaum Muslimin $ 20 juta/hari&lt;br /&gt;13. Dengan demikian, kamu Muslim yang merokok menyumbang ke Israel $ 2.4 juta/hari dan $ 28.8 juta/tahun atau $ 288 juta/10 tahun&lt;br /&gt;Ini fakta terkait dengan sumbangan kaum Muslilimin di dunia kepada negera Yahudi. Bayangkan, mereka yang merokok membakar uang sebanyak $ 400 juta/hari, sambil merusak diri sendiri (kesehatan sendiri) serta menyumbang pula ke Israel. Padahal menurut para Mujahidin Palestina, untuk memerdekakan Palestina dan Masjid Aqsha dari penjajahan bangsa yahudi diperlukan dana $ 500 juta/tahun. Sedangkan orang yang merokok menghabiskan untuk belanja rokok saja $ 400 juta/hari, atau sekitar $ 4.8 Milyar / tahun? Apakah ini perbuatan yang bisa diterima akal sehat? Apakah perbuatan ini tidak akan memancing murka Allah?&lt;br /&gt;Dana yang dihabiskan untuk merokok akan lebih baik digunakan kepada hal-hal yang bermanfaat lainnya, di antaranya tabungan untuk menunaikan ibadah haji misalnya. Jika kita menabung setiap hari senilai satu bungkus rokok, atau sekitar Rp 10,000 maka uang kita akan terkumpul sebanyak Rp 300.000/bulan, atau sekitar Rp 3.6 juta pertahun. Dalam sepuluh tahun kita akan mampu menunaikan ibadah Haji yang biayanya tahun ini hanya sekitar Rp 30 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada orang yang merokok selam 30 tahun, maka orang tersebut akan mampu berangkat haji dan dengan dua orang anggota keluarga yang lain. Tapi, biasanya alasan yang keluar adalah saya belum bisa menunaikan ibadah haji karena Allah belum memberi rezki yang cukup. Faktanya adalah, orang yang merokok dengan sengaja membakar setiap hari sebagian rezki yang Allah berikan itu dan digunakan untuk merusak diri sendiri, orang-orang lain di sekitar Anda. Dan lebih miris lagi, secara tidak sadar mereka menyumbang kepada Israel yang sedang mencaplok tempat suci kaum muslimin sendiri dan setiap hari membunuh saudara-saudara mereka di Palestina? &lt;br /&gt;Walaupun hukum merokok adalah mubah, namun besarnya mudharat akibat merokok menempatkan sang perokok sebagai orang yang kurang bersyukur akan nikmat Allah. Bahkan membahayakan kaum muslimin yang lain. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang lupa bersyukur kepada Allah. Sebagaimana janji Allah sebagai balasan orang-orang yang bersyukur dan mengingkari nikmat Allah:&lt;br /&gt;"Jika kamu bersyukur pasti Kutambah nikmatKu kepadamu; sebaliknya jika kamu mengingkari nikmat itu, tentu siksaanku lebih dahsyat. (Ibrahim: 7) &lt;br /&gt;Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu atas seruanku ini, kecuali hanya kasih sayang dalam kekeluargaan. Siapa yang mengerjakan kebaikan, Kami lipat gandakan kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Penilai. (Ash-Syura: 23)&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishawab…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: http://eramuslim.com/berita/tahukah-anda/believe-it-or-not.htm&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-7051418107860575034?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/7051418107860575034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=7051418107860575034' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/7051418107860575034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/7051418107860575034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2010/04/rokokohrokok.html' title='Rokok...Oh...Rokok....'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/S_moV7_Kn9I/AAAAAAAAADc/YeMPsrPw6WU/s72-c/rokok1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-7581423401235808186</id><published>2009-08-17T08:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:03:55.358-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><title type='text'>PERJUANGAN SYARIAH DAN KHILAFAH BUKANLAH TERORISME</title><content type='html'>Peristiwa meledaknya bom di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton pada hari Jum’at tanggal 17 Juli 2009 lalu membuat isu terorisme yang sempat “mendingin” di Indonesia menjadi topik hangat kembali di tengah-tengah masyarakat Indonesia dan dunia. Isu terorisme semula populer setelah runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) yang kemudian menjadi titik tolak persepsi untuk memerangi apa yang diklaim Amerika sebagai Terorisme Internasional. Pembentukan opini global seperti ini telah berlangsung selama 8 tahun sehingga dampaknya terasa juga di Indonesia, seperti adanya tuduhan-tuduhan yang keji seakan-akan sarang teroris berada di Indonesia. Bahkan ada upaya untuk mengkaitkan terorisme dengan perjuangan syariah dan khilafah dengan menganggapnya sebagai ideologi kekerasan, semata-mata karena yang dituduh sebagai pelaku pemboman juga mencita-citakan hal yang sama. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan opini ummat Islam yang memperjuangkan syariah dan khilafah adalah teroris. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Faktor rendahnya pemahaman terhadap Islam adalah akar utama munculnya terorisme. Dengan kesahihan dan komprehensivitas pemahaman Islam, terorisme justru tidak akan dapat hidup. Sebab, di antara muatan dakwah Islam yang komprehensif mengajarkan syariah mengharamkan tindakan teror atau menakut-nakuti penduduk sipil. Pelaku teror diancam dengan hukuman mati. Dengan demikian, upaya dakwah justru dapat mengikis pemikiran dan tindakan teror. Sikap tersebut meneladani dakwah Rasulullah SAW yang tanpa kekerasan. Perjuangan syariah Islam dan Khilafah pada hakekatnya adalah mengubah masyarakat Jahiliah (tidak Islam) menjadi masyarakat Islam. Metode perjuangan Nabi SAW dalam mengubah masyarakat Jahiliah menjadi masyarakat Islam di Madinah dengan melakukan pertarungan pemikiran dan perjuangan politik sekaligus mensterilkan perjuangannya itu dari kekerasan fisik dan angkat senjata. Ancaman-ancaman fisik yang diterima beliau dan para sahabatnya dihadapi dengan thalab an-nushrah (menggalang dukungan/pertolongan). Nabi SAW tidak melakukan aktifitas fisik karena saat itu memang belum Allah Swt. perintahkan. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;”Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, “Tahanlah tangan kalian (dari berperang), dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih takut lagi dari itu.” (QS an-Nisa’ [4]: 77).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan atas dasar pergolakan pemikiran dan perjuangan politik itulah yang merupakan hakikat dakwah tanpa kekerasan. Jangan sampai kaum Muslimin terperosok ke dalam jebakan yang hendak mengalihkan konfrontasi pemikiran dan politik menjadi konfrontasi kekuatan fisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2009/08/08/terorisme-dan-stigmatif-negatif-perjuangan-syariah-dan-khilafah/&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2009/07/26/bola-liar-bom-marriot-calton/&lt;br /&gt;Khoiri Sulaiman, “Mencabut Terorisme dengan Dakwah”,  Jawa Pos Kamis, 13 Agustus 2009&lt;br /&gt;MR Kurnia, “Dakwah Tanpa Kekerasan”, Senin,1 Agustus 2009, http://iinsolihin.wordpress.com/2008/10/11/dakwah-tanpa-kekerasan/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-7581423401235808186?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/7581423401235808186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=7581423401235808186' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/7581423401235808186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/7581423401235808186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2009/08/perjuangan-syariah-dan-khilafah.html' title='PERJUANGAN SYARIAH DAN KHILAFAH BUKANLAH TERORISME'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-237374306931364380</id><published>2008-12-25T09:03:00.000-08:00</published><updated>2010-05-23T15:04:10.354-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lucu-lucuan'/><title type='text'>Just For Fun</title><content type='html'>Kepada Rekan-Rekan yang punya simpanan di Perbankan Indonesia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon kiranya bagi siapa yg memiliki rekening di bank yg tercantum dibawah ini agar waspada dan terus memonitor&lt;br /&gt;perkembangan bank dimaksud sebelum terjadi kesulitan utk mencairkan dananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"DAFTAR BANK YANG AKAN TUTUP"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARENA KRISIS GLOBAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan krisis global yang melanda dunia secara menyeluruh , maka nasabah saat ini harus pandai2 menilai &amp; memilih bank yg sehat sebagai partner, dalam aktivitas usaha ataupun tempat untuk menyimpan dana. Dengan belum tentunya Barack Obama memenangkan Pemilihan Presiden di Amerika membuat pasar bursa dan perbankan tetap dihantui krisis panjang yang bias berakibat resesi besar seperti tahun 1929, dari para pengamat financial internasional di Bursa Saham Jakarta secara tersirat menyatakan akan ada beberapa bank lagi yang akan tutup, berdasarkan hasil investigasi yang kami peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar bank bank yang akan tutup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Bank Bukopin&lt;br /&gt;2. Bank BRI&lt;br /&gt;3. Bank Mandiri&lt;br /&gt;4. Bank BTN&lt;br /&gt;5. Bank Danamon&lt;br /&gt;6. Bank BCA&lt;br /&gt;7. Bank BII&lt;br /&gt;8. Bank Permata&lt;br /&gt;9. Bank Niaga&lt;br /&gt;10. Bank Agro&lt;br /&gt;11. Bank ABN&lt;br /&gt;12. Citibank&lt;br /&gt;13. Bank HSBC&lt;br /&gt;14. Bank Panin&lt;br /&gt;15. Bank Standard Chartered&lt;br /&gt;16. Bank BNI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank-bank tersebut di atas akan tutup sore hari setiap harinya sekitar pukul 17.00 dan akan dibuka kembali esok pagi setiap harinya sekitar pukul 08.00.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-237374306931364380?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/237374306931364380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=237374306931364380' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/237374306931364380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/237374306931364380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/12/just-for-fun.html' title='Just For Fun'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-9075052198938203361</id><published>2008-12-23T10:03:00.000-08:00</published><updated>2010-05-23T15:04:49.110-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah Hari Ini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Ditilang Polisi , dan Polisi itu temenku</title><content type='html'>Cerita ini dari milis klubtmi98uii:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala&lt;br /&gt;hijau.&lt;br /&gt;Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat.&lt;br /&gt;Apalagi ia tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah&lt;br /&gt;biasanya menyala cukup lama.&lt;br /&gt;Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning.&lt;br /&gt;Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera.&lt;br /&gt;Tiga meter menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang,&lt;br /&gt;haruskah ia berhenti atau terus saja.&lt;br /&gt;"Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak," pikirnya&lt;br /&gt;sambil terus melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Priiiit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya&lt;br /&gt;berhenti.&lt;br /&gt;Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati.&lt;br /&gt;Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu&lt;br /&gt;asing.&lt;br /&gt;Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.&lt;br /&gt;Hati Jono agak lega.&lt;br /&gt;Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.&lt;br /&gt;"Hai, Bob.. Senang sekali ketemu kamu lagi!"&lt;br /&gt;"Hai, Jon." Tanpa senyum.&lt;br /&gt;"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.&lt;br /&gt;Istri saya sedang menunggu di rumah.."&lt;br /&gt;"Oh ya?"&lt;br /&gt;Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan&lt;br /&gt;segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."&lt;br /&gt;"Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu&lt;br /&gt;melintasi lampu merah di persimpangan ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti&lt;br /&gt;strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu&lt;br /&gt;merah.. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan&lt;br /&gt;menutup kaca jendelanya.&lt;br /&gt;Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya. Beberapa saat&lt;br /&gt;kemudian Bobi mengetuk kaca jendela.&lt;br /&gt;Jono memandangi wajah Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela&lt;br /&gt;itu sedikit.&lt;br /&gt;Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa&lt;br /&gt;berkata-kata Bobi kembali ke posnya..&lt;br /&gt;Jono mengambil surat tilang yang diselipkan Bobi di sela-sela kaca&lt;br /&gt;jendela.&lt;br /&gt;Tapi, hei apa ini. Ternyata SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota.&lt;br /&gt;Kenapa ia tidak menilangku.&lt;br /&gt;Lalu nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka&lt;br /&gt;dan membaca nota yang berisi tulisan tangan Bobi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak&lt;br /&gt;perempuan.&lt;br /&gt;Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos&lt;br /&gt;lampu merah.&lt;br /&gt;Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa&lt;br /&gt;bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.&lt;br /&gt;Sedangkan anak kami satu-satunya sudah tiada.&lt;br /&gt;Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan&lt;br /&gt;mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk.&lt;br /&gt;Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya.&lt;br /&gt;Begitu juga kali ini.. Maafkan aku Jon. Doakan agar permohonan kami&lt;br /&gt;terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi.&lt;br /&gt;Namun, Bobi sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana.&lt;br /&gt;Sepanjang jalan pulang ia mengemudi perlahan dengan hati tak menentu&lt;br /&gt;sambil berharap&lt;br /&gt;kesalahannya dimaafkan... ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************ ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain.&lt;br /&gt;Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita.&lt;br /&gt;Hidup ini sangat berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drive Safely Guys..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-9075052198938203361?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/9075052198938203361/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=9075052198938203361' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/9075052198938203361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/9075052198938203361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/12/ditilang-polisi-dan-polisi-itu-temenku.html' title='Ditilang Polisi , dan Polisi itu temenku'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-2373790071633263786</id><published>2008-11-29T07:49:00.000-08:00</published><updated>2008-11-29T21:29:39.256-08:00</updated><title type='text'>BEWARE</title><content type='html'>Astaghfirullah.....&lt;br /&gt;Sungguh berat memang berjuang di jalan dakwah ini&lt;br /&gt;di harakah yang sy yakini kokoh ini.&lt;br /&gt;Bagi teman-teman yang telah membaca blog Kang Oleh Sholihin harap jangan buru-buru membuat kesimpulan sendiri. Walaupun saya tidak tau masalah yang sebenarnya, tapi dengan membaca blog tersebut sy malah melihat alasan mengapa Kang Oleh bisa diberikan sanksi. Sungguh sedih melihat seorang pejuang mencoba menyelesaikan masalah dengan tidak ma'ruf. Sy berprasangka baik saja bahwa InsyaAllah Kang Oleh  ikhlas lillahi ta'ala ingin menyelesaikan masalah, namun sangat disayangkan dengan cara yang tidak ma'ruf.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sy juga jadi mengerti mengapa orang-orang yang dipermasalahkan oleh Kang Oleh tidak kunjung mengklarifikasi, karena justru ingin menyembunyikan aib Kang Oleh. Namun, lewat blognya justru Kang Oleh menampakkan aibnya sendiri. Sungguh Sayang.....&lt;br /&gt;Ada baiknya sebelum kita meyakini sesuatu, kita lakukan cross check dulu...&lt;br /&gt;Kita telah diberikan tuntunan yang tidak akan pernah menyesatkan kita selamanya, yaitu Al-Qur'an dan Hadits. Maka, marilah berjalan di muka bumi ini dengan menyesuaikan semua tindakan dan pemikiran kita dengan 2 tuntunan ini.&lt;br /&gt;Semoga Allah menguatkan kita semua dalam jalan dakwah ini&lt;br /&gt;Dan semoga Allah menjauhkan kita dari prasangka dan godaan dunia yang dapat menyesatkan kita selamanya....&lt;br /&gt;Amiiin.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-2373790071633263786?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/2373790071633263786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=2373790071633263786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2373790071633263786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2373790071633263786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/11/beware.html' title='BEWARE'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-183534478282140514</id><published>2008-11-18T04:44:00.000-08:00</published><updated>2010-05-23T15:19:20.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lucu-lucuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Susahnya Membahagiakan Seorang Wanita</title><content type='html'>Jika dikatakan cantik dikira menggoda,&lt;br /&gt;Jika dibilang jelek di sangka menghina&lt;br /&gt;Bila dibilang lemah dia protes,&lt;br /&gt;Bila dibilang perkasa dia nangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maunya emansipasi, tapi disuruh benerin genteng, nolak&lt;br /&gt;(sambil ngomel masa disamakan dengan cowok)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maunya emansipasi, tapi disuruh berdiri di bis malah cemberut&lt;br /&gt;(sambil ngomel, egois amat sih cowok ini tidak punya perasaan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maunya emansipasi, sono narik becak&lt;br /&gt;(sambil ngomel, baikan gw jualan pecal dah)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Maunya emansipasi, disuruh angkat beras, muka masam&lt;br /&gt;(sambil ngomel, cowo apa ne.. dah tau beban gw berat (2 mountains)&lt;br /&gt;masi disuruh angkat beginian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di tanyakan siapa yang paling di banggakan, kebanyakan bilang Ibunya,&lt;br /&gt;tapi kenapa ya... lebih bangga jadi wanita karir,&lt;br /&gt;padahal ibunya adalah ibu rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kesalahannya diingatkankan, mukanya merah...&lt;br /&gt;Bila di ajari mukanya merah,&lt;br /&gt;Bila di sanjung mukanya merah,&lt;br /&gt;Jika marah mukanya merah,&lt;br /&gt;Kok sama semua? bingung !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tanya ya atau tidak, jawabnya : diam&lt;br /&gt;Ditanya tidak atau ya, jawabnya : diam&lt;br /&gt;Ditanya ya atau ya, jawabnya : diam&lt;br /&gt;Ditanya tidak atau tidak, jawabnya : diam&lt;br /&gt;Ketika didiamkan malah marah (repot kita disuruh jadi dukun yang bisa&lt;br /&gt;nebak jawabannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bilang ceriwis marah,&lt;br /&gt;Dibilang berisik ngambek,&lt;br /&gt;Dibilang banyak mulut tersinggung,&lt;br /&gt;Tapi kalau dibilang Supel wadow seneng banget... padahal sama saja maksudnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibilang gemuk engga senang padahal maksud kita sehat gitu lho,&lt;br /&gt;Dibilang kurus malah senang padahal maksud kita "kenapa elo jadi begini&lt;br /&gt;!!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah WANITA, makin kita bingung makin senang dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Dikutip dari email yang dikirim seorang teman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-183534478282140514?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/183534478282140514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=183534478282140514' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/183534478282140514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/183534478282140514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/11/susahnya-membahagiakan-seorang-wanita.html' title='Susahnya Membahagiakan Seorang Wanita'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-3653332158135700576</id><published>2008-10-14T02:05:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:05:06.353-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanita'/><title type='text'>Surat Untuk Calon Suamiku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Assalamu'alaikum…apa kabar buat calon suamiku. Semoga Allah sentiasa&lt;br /&gt;merahmati dan memberkati dirimu yang tidak pernah kutemui, namun doaku tidak&lt;br /&gt;pernah putus mengiringi setiap langkahmu demi meraih keridhaanNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah bersabda: "Seindah perhiasan dunia adalah wanita yang&lt;br /&gt;solehah,"&lt;br /&gt;Alhamdulillah, itulah anjuran Islam melalui Rasulullah SAW yang kita cintai.&lt;br /&gt;Pilihlah wanita yang mampu menyejukkan pandanganmu dan juga rumah tangga&lt;br /&gt;muslim yang bakal dibina saat menikah nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai calon suamiku,&lt;br /&gt;"Dinikahi seorang wanita karena empat perkara, karena hartanya,&lt;br /&gt;keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, maka&lt;br /&gt;beruntunglah kedua tanganmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebuah pijakan utama buatmu memilih calon isteri. Sebuah pijakan&lt;br /&gt;utama itu telah menjadi hafalanku sejak aku beranjak dewasa (baca; baligh).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wahai calon suamiku,&lt;br /&gt;Jika harta yang engkau idamkan, maka ketahuilah diriku bukanlah orang yang&lt;br /&gt;berada. Tiada harta yang dapat kupersembahkan dalam ijab-kabul kita nanti.&lt;br /&gt;Tiada harta sebagai jaminan bahwa engkau akan menikmati sedikit kesenangan&lt;br /&gt;apabila ijab-kabul telah dilafazkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu&lt;br /&gt;isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa&lt;br /&gt;tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi&lt;br /&gt;kaum yang berfikir". (QS Ar Ruum: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika keturunan yang engkau dambakan, ketahuilah bahwa aku hanyalah manusia&lt;br /&gt;biasa dari keluarga yang biasa pula. Namun apa yang pasti. Aku adalah&lt;br /&gt;keturunan yang mulia, ayahanda adalah Nabi Adam as dan bunda Siti Hawa as,&lt;br /&gt;sama seperti mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"…Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang&lt;br /&gt;yang bertawakkal kepada-Nya. Jika Allah menolong kamu, Maka tak adalah orang&lt;br /&gt;yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi&lt;br /&gt;pertolongan), Maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari&lt;br /&gt;Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin&lt;br /&gt;bertawakkal. (QS. Ali Imran: 159-160)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan, itulah pandangan pertama setiap insan. Malah aku meyakini bahwa&lt;br /&gt;engkau juga tidak terlepas seperti manusia yang lainnya. Ketahuilah wahai&lt;br /&gt;calon suamiku, jika kecantikan itu yang engkau inginkan dari diriku, maka&lt;br /&gt;engkau telah salah langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kecantikan yang terlihat orang lain yang dapat kupertontonkan padamu.&lt;br /&gt;Telah aku hijabkan (baca; jilbab) kecantikan diriku ini dengan amalan&lt;br /&gt;ketaatan kepada tuntutan agama yang kucintai. Engkau hanya akan sia-sia jika&lt;br /&gt;hanya menginginkan kecantikan lahiriah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku tidak dapat menjanjikan, bahwa aku mampu membahagiakan rumahtangga&lt;br /&gt;kita nantinya, karena aku memerlukan engkau untuk bersamaku untuk menegakkan&lt;br /&gt;dakwah islam ini, dan aku merelakan diri ini menjadi penolongmu untuk&lt;br /&gt;membangunkan sebuah markaz dakwah dan tarbiyah islamiyah ke arah jihad&lt;br /&gt;hambaNya kepada Penciptanya yang agung, Allahu Rabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari ilmu agama secara bersama, marilah kita jadikan pernikahan ini&lt;br /&gt;sebagai risalah demi meneruskan perjuangan Islam. Aku masih kekurangan ilmu&lt;br /&gt;agama, tetapi berbekal ilmu agama yang ada ini, aku ingin menjadi isteri&lt;br /&gt;yang sentiasa mendapat keridhaan dari Allah dan suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu tak lain untuk memudahkan aku membentuk rumah tangga muslim antara&lt;br /&gt;aku, engkau dan anak-anak kita nantinya untuk dibina dan diberikan&lt;br /&gt;pendidikan dengan ketaatan kepada Allah SWT. Aku pun hanya akan bercita-cita&lt;br /&gt;untuk bisa bergelar pendamping solehah bagi sang suami, seperti yang&lt;br /&gt;dijanjikan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan&lt;br /&gt;kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan&lt;br /&gt;dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang&lt;br /&gt;banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya&lt;br /&gt;kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". (QS An Nisa: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Calon Suamiku yang dirahmati Allah&lt;br /&gt;"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah&lt;br /&gt;telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain&lt;br /&gt;(wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari&lt;br /&gt;harta mereka". (QS. An Nisaa: 34.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku yakin bahawa engkau adalah pemimpin untuk diriku dan anak-anakku sebagai&lt;br /&gt;pewaris dakwah Islam. Maka, jadikanlah pernikahan ini nantinya sebagai asas&lt;br /&gt;pembangunan iman, bukannya untuk memuaskan bisikan syaitan yang menjadikan&lt;br /&gt;ikatan pernikahan sebagai hawa nafsu semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga diriku dan dirimu sentiasa didampingi rahmat dan keridhaanNya.&lt;br /&gt;Lakukanlah tanggungjawabmu itu dengan nilai kesabaran, dan ketabahan. Semoga&lt;br /&gt;kita akan menjadi salah satu daripada jamaah menuju ke syurga, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai calon suamiku, bahwa aku tidak pernah mendambakan mas&lt;br /&gt;khawin yang hanya akan menyebabkan hatiku buta dalam menilai arti kita&lt;br /&gt;dipertemukan Allah atas dasar agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah seandainya, maharku adalah sebuah qalam mulia, Al-Quran, karena aku&lt;br /&gt;meyakini qalam itu mampu memimpin rumahtangga kita untuk meraih keridhaanNya&lt;br /&gt;bukan kekayaan dunia yang bersifat hanya sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantulah aku dalam memperjuangkan dakwah Allah ini melalui pernikahan,&lt;br /&gt;karena ia adalah tempat untuk aku menyempurnakan separuh daripada agamaku,&lt;br /&gt;insyaAllah. Akhlakmu yang terdidik indah oleh ibu bapa dan orang&lt;br /&gt;sekelilingmu, itulah yang aku harapkan daripada harta duniawi yang ingin kau&lt;br /&gt;sediakan untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutitipkan sebagian dari pengetahuanku melalui buku "Jalan Dakwah" karya&lt;br /&gt;Syaikh Mustafa Masyhur, yang tidak lagi berwujud keborosan dan kebakhilan&lt;br /&gt;karena semuanya berada di dalam sikap qana'ah (berpuas hati dengan apa yang&lt;br /&gt;ada), ridha dan yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai calon suamiku,&lt;br /&gt;Lihatlah rumahtangga Rasulullah SAW, terkadang sebulan pernah dapurnya tidak&lt;br /&gt;berasap karena tidak ada bahan makanan yang dapat dimasak. Namun, walau&lt;br /&gt;begitu susahnya, rumahtangga Rasulullah SAW tetap menjadi rumahtangga yang&lt;br /&gt;paling bahagia, yang tidak ada bandingnya hingga hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu panjang rasanya aku mencoretkan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ini. Cukup dahulu aku buat&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ini, andai diizinkan aku akan kembali menitipkankan lagi kiriman&lt;br /&gt;bertintakan hati ini. Akhirnya, saya mohon maaf, biarlah rindu ini&lt;br /&gt;ditumpahkan dalam tinta daripada jemu tatkala kita disatukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;*Dikutip dari situs myquran.com&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-3653332158135700576?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/3653332158135700576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=3653332158135700576' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/3653332158135700576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/3653332158135700576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/10/surat-untuk-calon-suamiku.html' title='Surat Untuk Calon Suamiku'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-797400266106830948</id><published>2008-08-06T07:32:00.000-07:00</published><updated>2008-11-29T21:39:50.522-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sujud Syukur'/><title type='text'>Sudahkah kita bersyukur hari ini ?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Suatu hari, ada seorang teman berkata padaku :&lt;br /&gt;“Aku pengen kasih hadiah untuk Teteh. Tapi aku bingung mo kasih apa, habisnya teteh dah punya semuanya sih. Sebenarnya teteh lagi pengen apa sih ?”&lt;br /&gt;Aku tertegun ketika dia mengatakan itu.&lt;br /&gt;Bukan…… bukan karena terharu atas perhatiannya yang luar biasa.&lt;br /&gt;Bukan juga karena kaget ada yang mo kasih hadiah di hari yang bukan hari ulang tahunku.&lt;br /&gt;Tapi lebih karena kata-kata “Teteh dah punya semuanya sih” yang buat aku tersadar betapa beruntungnya hidupku selama ini.&lt;br /&gt;Dia benar….&lt;br /&gt;Aku tidak mengingkari itu…&lt;br /&gt;Namun betapa sering aku melupakannya……&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku memiliki rejeki yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhanku…&lt;br /&gt;Dari kecil, rejekiku memang bagus…&lt;br /&gt;Waktu kecil, aq sering banget dapat undian dari tabungan di bank yang tercatat atas namaku. Walaupun hadiahnya berupa barang, tapi barang-barang tersebut cukup mahal untuk ukuran waktu itu.&lt;br /&gt;Ketika aku kul S2, aku tidak perlu mikirin uang kuliah lagi karena ada beasiswa yang membuatku tidak perlu bayar SPP ataupun uang SKS-nya.&lt;br /&gt;Dan sekarang pun, ketika beasiswa ku habis masa berlakunya, aku dapat bantuan dana yang lumayan untuk mencukupi semua kebutuhanku.&lt;br /&gt;Belum cukup sampai disitu, gajiku tetap jalan ketika aku kuliah coz sebenarnya kuliah bagian dari pekerjaanku, sehingga aku msh bisa belanja2 barang2 yg gak ‘penting’ seperti sepatu, tas or baju.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dan rejeki tidak selalu berupa uang kan…&lt;br /&gt;Salah satu bentuk rejeki adalah prestasi dan prestasiku dari kecil gak jelek2 amat…&lt;br /&gt;Waktu SD, sering diikutkan perlombaan dan olimpiade2, walaupun prestasi paling tinggi cuma sampai juara 3, tapi tidak semua orang kan dapat kesempatan itu…&lt;br /&gt;Waktu SD pun, ranking di kelas gak pernah lebih jelek dari ranking 3 dan nilai NEM-ku lumayan bagus. Dan karena itulah aku bisa masuk SMP dengan mulus sementara banyak siswa lainnya masuk dengan menyogok…&lt;br /&gt;Begitu terus sampai SMA hingga akhirnya masuk universitas swasta di Yogya…&lt;br /&gt;Walaupun swasta, tapi uang kuliahku termasuk yang rendah di antara mahasiswa lainnya…&lt;br /&gt;Hal ini bisa terjadi coz nilai ujian masukku yang lumayan bagus sehingga uang pangkalnya tidak terlalu besar dan pernah dapat beasiswa gratis SPP gara2 dapat IPK tertinggi untuk satu jurusan.&lt;br /&gt;Gak cukup sampai disitu, setelah lulus, aku cuma nganggur 1 bulan (padahal rencananya sih mo nganggur dulu selama 6 bulan) dan langsung dapat pekerjaan….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memiliki orang tua, teman2 dan sahabat2 yang begitu penuh kasih sayang dan cinta….&lt;br /&gt;Orang tuaku sangat pengertian…&lt;br /&gt;Ketika aku ngotot untuk pake kerudung di ulang tahunku yang ke-17, mama dengan ikhlas bikinin baju panjang untuk sekolah hanya dalam waktu 3 hari….&lt;br /&gt;Ketika aku pake jilbab, mama sengaja ngubah sekat rumah supaya aku gak perlu lari2 terus di rumah kalo ada tamu datang….&lt;br /&gt;Teman2 dan sahabat2 ku selalu ada ketika aku membutuhkan mereka…&lt;br /&gt;Ketika orang lain mengeluh tidak punya teman untuk berbagi…&lt;br /&gt;Aku tinggal memilih mo curhat ama siapa….&lt;br /&gt;Bahkan ketika aku murung or aku datang sambil menangis, mereka segera berhenti dari aktivitas mereka untuk mendengarkan aku….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh luar biasa nikmat yg kudapat….&lt;br /&gt;Kenapa selama ini aku buta…&lt;br /&gt;Begitu sering aku mengeluh ini, mengeluh itu…. Seakan-akan apa yang didapat tidak pernah cukup….&lt;br /&gt;Betapa sering aku mengutuk kekuranganku, padahal kekurangan2 itu adalah qadha Allah untuk menyatakan bahwa aku memang cuma manusia…..&lt;br /&gt;Bukan bidadari yang cantik rupa dan sempurna…..&lt;br /&gt;Bukan malaikat yang tidak pernah berbuat salah….&lt;br /&gt;Dan betapa seringnya aku lupa untuk bersyukur….&lt;br /&gt;Untuk segala nikmat yang telah kuperoleh selama ini….&lt;br /&gt;Betapa banyak kemudahan yang telah Allah berikan untukku…&lt;br /&gt;Dan yg kulakukan hanya ucapan Alhamdulillah…&lt;br /&gt;Cukupkah itu…?&lt;br /&gt;Sudahkah aku tunaikan kewajiban2ku pada Allah ?&lt;br /&gt;Sudahkah aku berikan hak Allah ?&lt;br /&gt;Sudahkah aku dedikasikan hidupku hanya untuk Allah ?&lt;br /&gt;Betapa sering aku lalai dalam menjaga tertunainya kewajiban2 ku…&lt;br /&gt;Betapa sering aku lupa akan hak Allah atas diriku…&lt;br /&gt;Dan betapa sering aku lupa akan tujuan aku di ciptakan…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, aku mohon ampun atas kelalaianku…&lt;br /&gt;Sungguh, aku mohon maaf atas ke-alpa-anku….&lt;br /&gt;Dan sungguh, Ya Allah…..&lt;br /&gt;Aku berterima kasih atas segala kasih sayang-Mu padaku…..&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan&lt;/em&gt; ?” (&lt;strong&gt;Q.S. Ar-Rahman 13&lt;/strong&gt;)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-797400266106830948?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/797400266106830948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=797400266106830948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/797400266106830948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/797400266106830948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/08/sudahkah-kita-bersyukur-hari-ini.html' title='Sudahkah kita bersyukur hari ini ?'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-5679738368743875247</id><published>2008-07-02T06:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T07:02:35.489-07:00</updated><title type='text'>Murung...</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sedih.....&lt;br /&gt;Tahun ini adalah tahun yang sedih&lt;br /&gt;Tahun yang penuh dengan kesedihan&lt;br /&gt;Tahun yang penuh dengan orang-orang yang bersedih&lt;br /&gt;Entah karena kematian, sakit, kecelakaan&lt;br /&gt;Atau karena semakin besarnya himpitan dan kesulitan hidup&lt;br /&gt;Karena kebijakan pemerintah yang tidak pernah berpihak pada rakyatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susah....&lt;br /&gt;Tahun ini adalah tahun yang susah&lt;br /&gt;Tahun yang penuh dengan kesusahan&lt;br /&gt;Tahun yang penuh dengan bertambahnya orang-orang susah&lt;br /&gt;Lagi-lagi karena kebijakan pemerintah yang tidak pernah berpihak pada rakyatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit....&lt;br /&gt;Tahun ini adalah tahun yang sulit&lt;br /&gt;Tahun yang penuh dengan kesulitan&lt;br /&gt;Tahun yang penuh dengan orang-orang yang semakin sulit hidupnya&lt;br /&gt;Entah karena harga-harga barang yang semakin naik&lt;br /&gt;Tapi gaji tidak kunjung ikut naik&lt;br /&gt;Ato karena masalah-masalah pribadi yang tidak kunjung selesai&lt;br /&gt;Yach..... seperti tesisku mungkin yang dah gak jelas mo kemana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, dibalik ini semua&lt;br /&gt;aku tidak melihat ada harapan&lt;br /&gt;aku tidak melihat ada cahaya yang akan datang menyongsong&lt;br /&gt;Sehingga aku pun tidak punya gambaran akan solusinya........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-5679738368743875247?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/5679738368743875247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=5679738368743875247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/5679738368743875247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/5679738368743875247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/07/murung.html' title='Murung...'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-2887198502163337236</id><published>2008-06-09T22:46:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T23:22:07.505-07:00</updated><title type='text'>Finally.....</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-weight: bold;" lang="EN-US"&gt;Alhamdulillah…. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: Wingdings; font-weight: bold;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;:D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Akhirnya SKB Ahmadiyah keluar juga. Walaupun tidak menuntaskan masalah tapi setidaknya ada kemajuan. Walaupun tidak dibubarkan tapi Ahmadiyah sudah diperingatkan untuk tidak menunjukkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya. Tapi, ternyata SKB ini tidak memuaskan kedua pihak, baik yang pro maupun yang kontra. Untuk yang pro mengatakan melanggar HAM, sedangkan yang kontra tetep aja gak ada kepastian. Tapi, apapun itu, yach setidaknya ada kemajuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Dan sesuai dengan janjinya yang di video ala Osama bin Laden itu, Munarman akhirnya menyerahkan diri ke kepolisian. Okelah, dia sportif. Itu baru pengacara namanya. Geli juga ngeliat ekspresinya Munarman ketika dia dtng k kepolisian, kayak rada” bahagia gitu. Gimana gak bhagia, di hebohin satu Indonesia, terus di komentarin banyak orang, terus komentarnya lucu” lagi. Kayak Gus Dur tuh, bilang kalo’ Munarman di lindungi ama perwira tinggi polisi. Terus, ada sms aneh yang bilang kalo Munarman dah tewas dengan mengenaskan di hutan karet batujajar, Cimahi. Dalam bayanganku, Munarman tuh setiap hari melototin tipi ngeliat berita setiap saatnya, memonitor setiap perkembangan dan komentar yang ada. Bukannya sedih or panik diberitain tapi dia malah senang banget bisa jadi selebritis dadakan walopun mungkin cuma untuk bulan ini doank… &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Padahal, aq kira dia bakal ngumpet sebulan ini, terus aq bayangin dia dah ngelist pertandingan Euro 2008 untuk bulan ini untuk ngabisin waktu nungguin SKB terbit. Cukup ngaco ya bayanganku, dipikir dia gak punya kerjaan lain apa ? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tapi, Alhamdulillah satu hal yang patut disyukuri, seluruh ulama bersepakat dalam satu hal bahwa insiden ini tujuannya untuk memecah belah umat Islam dan bahwa fokus utama dalam mslh ini adalah ketidakjelasan dalam masalah Ahmadiyyah. Kecuali para ulama yang dibayar ame Amerika kayak yang ada di JIL, Wahid Institut and Gus Dur boo…. Mereka mah tujuannya buat ngebubarin FPI and MUI,jadi rada” gak nyambung gitu….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Soal Gus Dur juga, ada berita yang gak kalah heboh, setelah siangnya berkoar-koar tentang pembubaran FPI akibat insiden monas, malamnya dia ke Amerika buat nerima penghargaan sebagai sekutu Israel yang paling setia. Ceilee….. jadi pembantu setianya Israel nih Gus…. Ck..Ck… hebat ya….????&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Yach, semoga semua amalanmu diterima oleh Allah ya, Gus…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-2887198502163337236?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/2887198502163337236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=2887198502163337236' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2887198502163337236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2887198502163337236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/06/finally.html' title='Finally.....'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-3252973252939780998</id><published>2008-06-04T09:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:05:18.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Terorisme'/><title type='text'>Hidup Dakwah Tanpa Kekerasan.....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Wuahh.... Kangen oi nulis di sini....&lt;br /&gt;Alhamdulillah masih punya selera buat nulis lagi. &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;A lot&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; has been happening....&lt;br /&gt;2 minggu kemarin, emosiku dah gak jelas, seminggu nangis terus, terus minggu berikutnya marah-marah, terus nangis lagi.... kacau banget. Emang lagi banyak masalah sih, tapi kayaknya aku gak bisa cerita semua di sini, intinya berkaitan dengan tesis, stress, tesis, stress, tesis, stress, he..he..he... sama aja ya.. ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, aku lagi gak kepengen cerita itu di sini, tapi aku mo cerita soal 'insiden monas' yang terjadi tanggal 1 Juni kemaren yang sekarang lagi jadi topik puanas di tipi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, mungkin aku ceritain dulu secara singkat kronologis peristiwanya. Terjadi bentrok antara FPI dan Aliansi Kebangsaan (AK) yang lagi demo di monas. Dan bentrok ini mengakibatkan banyak yang luka-luka dan FPI dituduh sebagai biang keributan. Padahal yang terjadi di lapangan adalah awalnya ada Komando Laskar Islam (KLI) yg merupakan gabungan berbagai ormas Islam yg memiliki laskar, yg hendak bergabung dengan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sedang berdemo tentang kenaikan harga BBM. Pada saat itu juga ada massa dari PDI-P yg juga sedang mengadakan acara di bagian lain dari monas. Lalu, tiba" dtang massa dari AK sambil membawa ibu" dan anak", padahal ijin mereka tidak menyertakan route demo ke monas. (Aneh....?) Sebenarnya kepolisian sdh mengingatkan AK agar tidak berdemo di monas karena selain tidak ada ijinnya, juga dikhawatirkan akan mengakibatkan keributan karena berdekatan dengan massa lainnya. Tapi, peringatan itu tidak dipatuhi.&lt;br /&gt;Lalu,provokasi dimulai. Orator dari AK ada yg mulai menyebutkan FPI sebagai laskar setan dan laskar kafir. Mulailah keributan terjadi, lalu ada pihak-pihak dari AK yg mulai menghina Islam dgn kata" seperti '&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Islam anjing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;' dan '&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Orang Islam anjing&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;' (Astaghfirullah....?) Bahkan ada pihak" dari AK yg membawa-bawa senjata api seperti sdh disiapkan dari awal.&lt;br /&gt;Dan selanjutnya terjadilan insiden monas itu, tapi FPI tidak pernah menyentuh ibu" dan anak", seperti yang dituduhkan oleh AK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, di satu sisi seharusnya simpatisan FPI bisa menahan diri, menggunakan logika mereka daripada emosi. Bukannya katanya cowok itu lebih rasional dari cewek ? Apalagi cowok" ini sering diistilahkan dengan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;ikhwan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; coz mereka juga mengkaji Islam. (Padahal ikhwan tuh artinya cowok dlm bhs Indonesia) Katanya kan ikhwan itu sudah terwarnai oleh Islam jadi menilai segala sesuatunya dengan Islam dan hnya Islam. Jadi, kenapa bisa terpancing oleh provokasi murahan macam itu ?&lt;br /&gt;Dan memang FPI memiliki track record yang cukup buruk coz aktivitas fisik (baca: kekerasan) yang sering mereka lakukan. Padahal ada banyak cara lain untuk menyuarakan kebenaran.&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua, apa yang dilakukan oleh AK juga sama sekali tdk terpuji, bahkan ada kesan disengaja. Kata" yang dilontarkan saat demo sangat provokatif sehingga sebenarnya sudah bisa diprediksi bakal ribut. Bahkan fitnah" terus dilancarkan pasca insiden monas. Salah satunya, foto Panglima KLI, Munarman yang juga seorang advokat sedang mencekik orang yang kmdian diklaim orang AK padahal itu orangnya FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, sedih melihat kelanjutan cerita ini. Bagaimana tidak, 57 simpatisan FPI ditangkap dan diinterogasi. Sedangkan dari AK belum jg diperiksa oleh kepolisian, padahal MUI sdh menyarankan agar kepolisian seimbang dalam pemeriksaan. Lebih sedih lagi melihat tanggapan Munarman ketika mengklarifikasi foto yang menjadi sasaran fitnah. Gimana gak, Munarman mengancam akan menyerbu Tempo jika Gunawan Muhammad (redaktur Tempo) tidak sujud meminta maaf padanya. Itukan sombong banget ??? Terus nyuruh orang sujud, yg bener aja donk... kita kan cuma boleh sujud sama Allah ??? (Sebel....sebel.....) Padahal Munarman itu kan pengacara, seharusnya dia tau donk kalo semua omongan dia itu bisa digunakan dalam pengadilan dan bisa memberatkan dia. Bodoh.....!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, aku jadi esmosi nih.....&lt;br /&gt;Soalnya sebel ngeliat seorang pengacara berpengalaman 15 tahun gak bisa mengendalikan kata-katanya. Seharusnya dia menata kata-katanya agar bisa meraih dukungan publik. Bukan kemudian malah membuat citranya menjadi semakin negatif. Terus, sekarang dia gak juga menyerahkan diri padahal kepolisian dah nyuruh dia untuk datang. Terus, katanya dia gak akan menyerahkan diri sebelum kepolisian menindaklanjuti laporan FPI. Waduuuh..... Dia emangnya mo ngatur polisi ?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, selama ini pemerintah kita tuh buta dan tuli. Cuma nurutin maunya orang" yang punya duit. Tapi, bukan berarti kita menghalalkan segala cara kan untuk menyembuhkan penyakit pemerintah kita ???? Memang, kita ingin Islam diterapkan secara menyeluruh coz di Al-Qur'an kita diperintahkan untuk masuk Islam secara kaffah. Tapi, kita juga diwajibkan untuk berlaku ma'ruf dalam dakwah kan ?? Mengerti situasi umat, menyampaikan dengan santun agar umat menerima adalah salah satu caranya. Bahkan kita harusnya melebur dengan umat, tidak berbeda dengan umat sehingga umat pun otomatis terwarnai dengan kita. Bagaimana umat bisa menerima kita kalo kita kayak nantangin mereka ?&lt;br /&gt;Yach, aku juga bisa berdo'a semoga yang haq akan terlihat sebagai yang haq dan yang bathil akan terlihat kebathilannya. Amiin....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: georgia;font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-3252973252939780998?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/3252973252939780998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=3252973252939780998' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/3252973252939780998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/3252973252939780998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/06/hidup-dakwah-tanpa-kekerasan.html' title='Hidup Dakwah Tanpa Kekerasan.....'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-2593359066441340937</id><published>2008-05-22T21:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:05:36.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah Hari Ini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='hikmah'/><title type='text'>Teman Lama</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing" style="line-height: 115%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Alhamdulillah bisa nulis lagi....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Kali ini pengen cerita soal teman lama yang udah lama gak ketemu. Dulu, waktu awal" di Bandung aku langsung punya warung tenda favorit, Tenda Milan namanya yang terletak di Simpang Dago.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku suka warung ini ?&lt;br /&gt;Coz selain masakannya yang sedap, terutama ayam rica-rica nya, teteh yang jualan juga cantik dan ramah. Jadi, kalo nungguin ayamnya dimasak,aku suka ngobrol" ama teteh-nya. Kita sebut aja namanya Teh Milan ya....Ketika awal aku ketemu teh Milan, yang terbayang di kepalaku adalah teh Milan pasti suaminya tajir, secara tetehnya cantik banget. Dan pasti teh Milan jualan cuma buat nyalurin hobi dagang aja, tapi gak niat dapatin keuntungan. Tapi,selama ngobrol ama si teteh, gak pernah sekalipun aku dengar cerita tentang suaminya. Ini bikin aku sibuk menduga-duga, jangan" teh Milan gak punya suami, makanya dia jualan, ato jangan" teteh ini 'kecelakaan' (karena dia dah punya anak yang cuantik buanget) tapi gak married jadilah untuk menopang hidup dia jualan. (Duh...jahat banget ya pikiranku....!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ternyata itu semua salah besar....&lt;br /&gt;Ternyata, Teh Milan suaminya sering kerja di luar kota jadi sering ninggalin keluarga,makanya tetehnya tinggal dekat dengan tempat tinggal ibunya. Terus, tetehnya itu sebenarnya asli Bandung tapi suaminya orang Sulawesi, makanya dia bisa bikin ayam rica-rica. Lalu,mereka tuh keluarga sederhana sehingga untuk bantuin suaminya + biar gak nganggur di rumah,teteh itu jualan di Simpang Dago. Padahal teh Milan kalo jualan sendirian lho dan sekalian ngemong anaknya yang masih berumur sekitar 4 tahun gitu. Hebat ya beliau.....&lt;br /&gt;Dulu, aku selalu mengira orang cantik pasti suaminya tajir coz biasanya cowok tajir nyarinya yang cantik" dan yang cantik nyari cowok yang tajir biar bisa manikur, pedikur, tekukur...... Ini memang pengaruh dari pandangan masyarakat yang ngaco bin ajaib yang seringkali dijadikan peraturan tidak tertulis (baca : norma) yang berlaku di masyarakat. Tapi, ternyata tidak terbukti tuh, contohnya Teh Milan ini....&lt;br /&gt;Teh Milan itu cantik banget dan kelihatan kayak masih gadis padahal udah punya anak 1. Mungkin dulu ada banyak kumbang yang deketin beliau dan ternyata jadinya ama suaminya yang sekarang. Padahal mungkin kalo Teh Milan mau, dia bisa dapatin suami yang cakep sekaligus berkecukupan...... yach.... yang kalo mo' beli mobil cukup uangnya, mo' beli rumah cukup uangnya, mo' umrah dan naik haji, juga cukup. He...he....(kok...rasanya garing ya....?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach....itulah yang dinamakan jodoh kali ya ? Mo kita bermimpi kayak apa juga, tetep aja kalo jodohnya yang itu, ya...dapatnya yang itu juga. Itulah yang namanya Qadha Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong" soal Qadha Allah, cerita Teh Milan tadi ada lanjutannya lagi. Nah, waktu aku semester 2, Teh Milan tiba-tiba bilang kalo dia ditawarin orang untuk jualan di Gerlong. Jadi,modal awal dikasih ama tuh orang, Teh Milan cuma tinggal jalanin aja. Bahkan Teh Milan dikasih pegawai 3 biji....eh ..... 3 orang...&lt;br /&gt;Jadi Teh Milan bakal pindah ke Gerlong biar makin lancar. Lagipula Teh Milan bakal dikasih paviliun jadi gak perlu mikirin biaya sewa lagi. Ya udah deh..... berarti aku harus nyari tempat maem yang lain kalo' gitu.&lt;br /&gt;Lalu, setelah 1 tahun,tiba-tiba aku liat ada Tenda Milan lagi di Simpang Dago. Nama yang sama, tempat yang sama, bahkan menunya juga sama. Jangan-jangan......&lt;br /&gt;Bener, ternyata Teh Milan balik lagi. Akhirnya,menu favoritku ada lagi, habisnya susye banget nyari ayam rica-rica yang enak. Setelah kangen-kangenan, mengalirlah cerita Teh Milan. Jadi, Teh Milan emang dikasih modal ama orang untuk running warung yang ada internet-nya, lalu dikasih pegawai 3 orang, dikasih paviliun n banyak kemudahan lainnya. Awalnya sih rame tuh warung, tapi lama" makin sepi coz promosinya gak gencar + tidak ada palang yang nunjukkin kalo selain ada internet ada warung di situ. Akhirnya setelah berjuang 1 tahun, Teh Milan memutuskan untuk balik aja lagi ke Simpang Dago coz sebenarnya kondisinya sama aja. Malah lebih baik di Simpang Dago coz dekat ama ortunya + gak beban mikirin modal orla yang harus dibalikin tiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah, walaupun kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetap Allah juga yang penentu 'kebijakan'. Ketika Allah berkehendak, maka jadilah. Kun fayakun. Tapi, justru itulah yang membuat manusia 'membumi'. Jadi, walaupun mimpi udah setinggi langit tapi ketika Allah tdk berkehendak, ya... tidak akan terjadi. Dan itu mencegah manusia untuk merasa superior, bahwa manusia punya batasan, punya banyak kelemahan dan gak punya kuasa apapun sama hidupnya. Tapi, tetep manusia berkewajiban untuk berusaha semampu dia bisa. Masalah hasil, itu hak Allah buat ngasih. Makanya yang ntar di mintai pertanggung jawaban tuh usahanya, bukan hasilnya. Gak bakal Allah nanya,&lt;br /&gt;"Kenapa IPK kamu cuma 3.5 kok gak 4 sekalian ?"&lt;br /&gt;Ato....&lt;br /&gt;"Kenapa kamu cuma dapatin duit 10.000 hari ini ? Seharusnya kan bisa dapat 100.000 ?"&lt;br /&gt;Tapi, yang bakal ditanyain tuh:&lt;br /&gt;"Gimana cara kamu dapatin IPK 3.5 ? Nyontek ya ?"&lt;br /&gt;Ato....&lt;br /&gt;"Dapat duit 1.000.000 darimana ? Goyang ngebor ya ?"&lt;br /&gt;kira-kira gitu deh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah Allah kasih aturan biar kita, manusia-manusia lemah ini, bisa milih mau pake jalan yang mana. Mau jalan yang mulus tapi akhirnya sengsara ato jalan yang berbatu, terjal tapi akhirnya happy forever ?&lt;br /&gt;Tapi, bukan berarti tujuan gak penting lho ya.... Penting punya cita-cita setinggi langit, tapi kalo gak kesampaian, ya udah gak usah pake menangis darah, meraung-raung, guling-gulingan di jalan (Busyet....dashyat banget ya...!). Tawaqalillah aja. Ikhlas di awal, tengah dan akhir perbuatan. InsyaAllah, hidup kita bakal tenang, aman, ceria, bahagia, selamat sentosa hingga akhir masa.....Horeee.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sekian..........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-2593359066441340937?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/2593359066441340937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=2593359066441340937' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2593359066441340937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2593359066441340937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/05/teman-lama.html' title='Teman Lama'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-8882997175413972882</id><published>2008-05-16T06:00:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T06:02:05.820-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melamar Yukkk'/><title type='text'>Lowongan Yang Pasti Diterima</title><content type='html'>Sebuah lowongan istimewa telah dipersiapkan                    sebelum alam ini diciptakan. Lowongan ini terbuka bagi semua                    orang tanpa pengecualian, tanpa melihat pengalaman kerja,                    tanpa ijazah, tanpa koneksi. Lowongan ini terbuka bagi semua                    pengangguran maupun yang sedang bekerja dengan latar belakang                    apapun, baik direktur, gubernur, tukang becak, perampok,                    koruptor, pembunuh, pendeta, kyai, para dermawan, dll. Setiap                    pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang                    disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun pasti diterima                    !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :&lt;br /&gt;A.                    Penghuni Syurga&lt;br /&gt;B. Penghuni Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK POSISI A                    DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum                    kandidat diberi fasilitas final berupa Syurga yang kekal                    abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan                    indoor, berupa :&lt;br /&gt;1. Nikmat kubur.&lt;br /&gt;2. Jaminan                    perlindungan di Padang Mahsyar.&lt;br /&gt;3. Keselamatan meniti                    Sirath-al mustaqim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syurga memiliki berbagai kenikmatan                    yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia.                    Rasulullah bersabda, “Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat                    ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang                    tersisa di jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia” (HR                    Muslim). Nikmat yang lebih indah dari syurga adalah                    ‘merasakan’ ridha Allah dan kesempatan merasakan ‘wajah’                    Allah, inilah puncak segala kenikmatan, inilah kenikmatan yang                    tak mampu dibayangkan manusia, yaitu keindahan menikmati                    sifat-sifat dan kalam murni Allah yang Maha Pengasih dan Maha                    Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK POSISI B DIPASTIKAN AKAN MENIKMATI                    BERAGAM KESEMPATAN DIBAWAH INI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandidat dipastikan                    mendapat berbagai fasilitas Neraka berupa alam terbuka dengan                    fasilitas pemanas ruangan yang bertemperatur sangat luar biasa                    panasnya. Bahkan bila sebutir pasir neraka dijatuhkan ke muka                    bumi maka mengeringlah seluruh samudera di muka bumi ini dan                    mendidihlah kutub es yang ada di muka bumi ini. Bahkan bila                    seseorang dikeluarkan dari dalamnya sekejab kemudian                    dipindahkan ke tumpukan api unggun yang menyala-nyala di muka                    bumi ini maka iapun akan merasa lega.&lt;br /&gt;Neraka sangat luas,                    jadi para pelamar posisi ini tidak perlu khawatir tidak                    kebagian tempat. Para pelamar posisi ini juga tak perlu                    khawatir segera mati kalau dibakar, karena tubuh kita akan                    dibuat sedemikian rupa hingga mampu memuai kalau dibakar                    (seperti kerupuk bila digoreng). Rasulullah saw bersabda, “Di                    neraka gigi seorang kafir akan (memuai) hingga sebesar gunung                    Uhud, dan (tebal) kulitnya membentang sejauh tiga hari                    perjalanan” (diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim). Dalam                    hadits lain, Rasulullah saw bersabda, “Neraka dipegang oleh                    tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh                    tujuhpuluh ribu malaikat” M(HR Muslim). Rasulullah saw                    bersabda, “Allah mempunyai malaikat yang jarak antara kedua                    belah matanya adalah sepanjang seratus tahun perjalanan” (Abu                    Daud, Ibn Hanbal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya. Fasilitas ini juga meliputi                    makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang                    mampu membocorkan usus serta fasilitas kolam renang gratis                    yang berisi nanah dan darah. Beberapa pembantu gratis juga                    disiapkan untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti                    hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang                    tidak membayar zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fasilitas tersebut, para                    kandidat akan melewati masa training yang lamanya mencapai                    ribuan tahun, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Training indoor didalam kubur                    berupa siksa kubur dan ‘hidup’ dalam kesengsaraan ditemani                    ular dan makhluk aneh lainnya serta wajah-wajah buruk selama                    bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung                    kualitas amal ibadahnya dan dosa-dosa yang ia lakukan.&lt;br /&gt;2.                    Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan                    tahun, dalam suasana kepanikan dan huru-hara yang luar biasa.                    Bapak, ibu, anak dan saudara-saudara kita tak mampu menolong                    kita karena setiap orang sibuk dengan urusannya                    sendiri-sendiri. Bahkan para nabipun tidak mampu menolong,                    kecuali nabi Muhammad SAW yang akan menolong umatnya yang                    rajin bersholawat padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT                    PELAMAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak diperlukan ijazah&lt;br /&gt;- Tidak diperlukan                    koneksi atau uang sogok.&lt;br /&gt;- Tidak perlu bawa harta&lt;br /&gt;-                    Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap                    atau&lt;br /&gt;seksi.&lt;br /&gt;Cukup membawa dokumen asli dari keimanan dan                    amal karya Anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAKTU WAWANCARA                    :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah                    pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah                    SAW: "Sesungguhnya bila jenazah seseorang diletakkan di dalam                    kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang                    mengantarnya ke kuburan pada saat mereka meninggalkan tempat                    itu (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal). Perlu                    diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh                    ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan                    ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara tahap 2 : Hanya Allah lah yang                    tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LOKASI DAN LAMA WAWANCARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara                    tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama                    beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang                    dilamarnya.&lt;br /&gt;Wawancara tahap II, dilakukan pada hari                    penghisaban (hari perhitungan) selama beberapa hari hingga                    ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. Dalam salah                    satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda bahwa jarak waktu                    masa pengadilan antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin                    adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin selama di                    dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta                    pertanggungjawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang                    akan diminta                    pertanggungjawabannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEWAWANCARA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancara                    tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan                    Nakir.&lt;br /&gt;Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang                    Penguasa Hari Kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAWANCARA HANYA BERISI 6                    PERTANYAAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siapa Tuhanmu ?&lt;br /&gt;2. Apa agamamu                    ?&lt;br /&gt;3. Siapa nabimu?&lt;br /&gt;4. Apa kitabmu?&lt;br /&gt;5. Dimana kiblatmu                    ?&lt;br /&gt;6. Siapa saudaramu?&lt;br /&gt;Sungguh 6 pertanyaan yang sangat                    mudah, tapi sayangnya tidak bisa dihapal dari sekarang karena                    keimanan dan amal kitalah yang akan                    menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA MELAMAR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalilagi, ini                    benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak perlu                    melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun                    Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk                    sekaliber malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda                    kapan dan dimana saja (bisa jadi sebentar                    lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BENARKAH LOWONGAN INI ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simaklah                    hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam                    ini yang tidak mampu kita ketahui, apalagi mengenai                    akhirat.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya aku mampu                    melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara                    gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya,                    tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun                    karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud                    kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa                    yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan                    pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak                    menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah                    bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya                    kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak)                    untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah                    (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia                    timpakan” ( HR Tirmidzi &amp;amp; Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara                    jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang                    bersujud kepada Allah, dan sementara Malaikat peniup                    Sangkakala sudah siap di depan trompetnya sejak alam ini                    diciptakan, sementara itu pula masih banyak diantara kita yang                    masih terlena dengan dunia ini. Tidak sadar ia bahwa dirinya                    sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di                    akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAU MELAMAR KE POSISI B ?&lt;br /&gt;Mudah saja,                    hiduplah sesuka anda...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-8882997175413972882?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/8882997175413972882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=8882997175413972882' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/8882997175413972882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/8882997175413972882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/05/lowongan-yang-pasti-diterima.html' title='Lowongan Yang Pasti Diterima'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-6986797128732954585</id><published>2008-05-16T05:55:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T05:59:08.113-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Orang Baik'/><title type='text'>Ada Berjuta Orang Baik Yang Tidak Kita Kenal</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 1.3em;"&gt;Di Baqi' yang                    hening, kampung kecil di pinggiran Madinah, Rasulullah seperti                    biasa menyampaikan nasehat-nasehatnya. "Siapa yang pada hari                    ini mengeluarkan shadaqah, maka aku akan memberikan kesaksian                    baginya di sisi Allah pada hari kiamat," begitu Rasulullah                    mengabarkan berita gembira.&lt;br /&gt;Tak lama, datang seorang                    penduduk. Orang itu begitu hitam kulit mukanya, paling pendek                    diantara penduduk yang lain. Bahkan lelaki itu selama ini                    dianggap paling hina diantara mereka. Lelaki itu datang                    membawa seekor unta yang sangat bagus. Tidak ada seekor unta                    pun yang lebih bagus dari unta miliknya.&lt;br /&gt;"Apakah unta ini                    untuk shadaqah?" tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;"Benar wahai                    Rasulullah," jawab lelaki itu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ada orang yang                    berkomentar mengejeknya, "Dia menshadaqahkan untanya? Padahal                    unta itu lebih bagus dari dirinya?"&lt;br /&gt;Mendengar perkataan                    itu. Rasulullah tidak senang dan berkata, "Kamu sangat keliru,                    itu tidak benar. Bahkan orang ini lebih baik dari dirimu dan                    dari untanya. engkau keliru."&lt;br /&gt;Rasulullah bahkan mengulang                    perkataan itu tiga kali. Lalu menambahkan, "Beruntunglah orang                    yang zuhud, dan juga berusaha, beruntunglah orang yang zuhud                    dan juga berusaha."&lt;br /&gt;Begitulah, lelaki hitam dan penduduk                    Baqi' itu, adalah fragmen tentang orang baik yang dilecehkan.                    Ia bukan saja tidak terkenal, bahkan ia dianggap paling hina                    di antara sesama warga kampung itu. Wajahnya hitam, tubuhnya                    pendek. Untanya lebih "ganteng" dari dirinya.&lt;br /&gt;Pola pikir                    "Lelaki pendek, hitam, lebih jelek dari untanya" seperti itu,                    sesungguhnya hari-hari ini begitu mewabah. Kita hidup di                    tengah masyarakat yang hanya melihat harga orang lain dari                    tampilan luarnya. Maka disini berlaku hukum ketenaran,                    keterkenalan, kemasyhuran. Sesuatu yang sangat mudah                    direka-reka oleh industri media yang menggurita. Raksasa media                    hanya punya satu bahasa: bila kamu tidak terkenal, maka kamu                    bukan siapa-siapa. Kamu, hanyalah "Lelaki pendek, hitam, yang                    lebih jelek dari unta".&lt;br /&gt;Industi media semakin mengokohkan,                    bahwa menjadi terkenal saat ini tidak harus karena kebaikan.                    Ia bisa membuat yang buruk tampil terkesan baik, alami,                    manusiawi, dan bagian dari hak asasi. Sebaliknya, ia bisa pula                    menampilkan orang-orang baik, dalam format yang kumal, lusuh,                    dan tak punya gairah hidup.&lt;br /&gt;Semua itu telah memaksa orang                    dengan perlahan namun sangat massif, untuk merekam dibawah                    alam sadarnya, bahwa orang-orang besar ialah mereka yang                    berulang-ulang muncul di televisi, tampil diatas panggung,                    menyeruak di atas pentas. Maka segalanya menjadi sumpek dan                    sangat terbatas. Padahal, ada berjuta orang baik yang tak kita                    kenal. Ada berjuta orang baik yang tak pernah dikenal. Ada                    berjuta orang baik, yang seumur hidupnya, hingga akhir                    hayatnya, tak pernah sedetikpun muncul di                    televisi.&lt;br /&gt;Memahami prinsip ini sangat penting. Tidak semata                    soal ketika menghormati sesama. Lebih dari itu, sikap ini,                    kali pertama kepentingannya adalah untuk kita sendiri. Ialah                    agar kita tidak pernah sedikitpun merasa lebih baik dari orang                    lain, dalam hal apa saja. Agar kita tidak mengukur kebaikan                    dengan kacamata diri sendiri. Selalu memandang bahwa orang                    lain tidak sebaik dirinya. Sungguh, itu adalah kesalahan                    besar.&lt;br /&gt;Dunia yang luas ini, semestinya memberi kita ruang                    kesadaran, bahwa ada begitu banyak orang yang tak kita kenal.                    Terlebih orang-orang baik diantara mereka. Berapakah saudara                    kita? Yang dengan mudah kita eja nama-namanya? Berapakah                    sahabat, kenalan, teman dan karib kerabat kita? Yang dengan                    ringan bisa kita sebut namanya? Seratus, dua ratus? Seribu?                    Kawan bermain di masa sekolah saja, mungkin kita sudah                    lupa.&lt;br /&gt;Seperti perlombaan di awan yang gelap, seperti itulah                    hidup kita. Kita semua berlari, mengejar apa yang layak kita                    persembahkan untuk kehidupan akhirat kelak. Baik buruk, ke                    surga atau ke neraka. Begitupun orang lain. Disini, di negeri                    ini, atau di negeri asing nun jauh disana. Di sekitar kita,                    atau jauh di pelosok-pelosok desa. Dalam lari yang panjang di                    medan amal itu, kita tidak pernah tahu, sejauh mana orang lain                    yang berjuta-juta jumlahnya di dunia ini, telah sampai pada                    kadar kebaikannya.&lt;br /&gt;Dalam makna yang lebih mendalam,                    Rasulullah, seperti disampaikan Anas bin Malik, bersabda,                    "Berapa banyak orang yang kusut dan berdebu, memakai selembar                    pakaian lusuh, yang tidak mengundang perhatian, namun                    sekiranya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah                    mengabulkannya." (HR. Turmudzi)&lt;br /&gt;Siapapun kita, sejujurnya                    kita bukan siapa-siapa. Dilihat dari kenyataan bahwa ada                    berjuta orang lain disana, yang mungkin tidak pernah kita                    kenal selamanya. Sangat mungkin diantara mereka, adalah                    orang-orang yang jauh lebih baik, lebih terhormat, lebih                    banyak kebajikannya, lebih luas pengetahuannya, lebih khusyu'                    penghambaannya, dan lebih kuat pengharapannya kepada Allah SWT                    daripada kita.&lt;br /&gt;Syafi'i sendiri, mengajarkan kepada kita,                    bahwa menjadi baik, tidak harus terkenal, ketika ia berkata,                    "saya ingin sekali manusia mengetahui ilmu ini, dan tidak                    menisbahkannya sedikitpun pada saya selama-lamanya" Ia lantas                    memberi alasan, "Agar aku diberi pahala karenanya, dan mereka                    tidak memuji aku."&lt;br /&gt;Menjadi baik, tidak serta merta                    terkenal. Sebagaimana orang-orang terkenal, kesohor, bukan                    berarti ia orang-orang yang layak ditiru. Inilah adalah zaman                    dimana ketenaran bisa dengan modal murahan, termasuk                    menggadaikan kehormatan dan jati diri.&lt;br /&gt;Di hari-hari yang                    penuh fitnah ini, kita harus yakin, ada begitu banyak orang                    yang tak pernah kita kenal, tapi mereka jauh lebih baik dari                    kita. Kesadaran ini, akan memacu dua hal sekaligus: kita akan                    terus berbenah, menata diri, dan meningkatkan kebaikan. Kedua,                    bahwa kita tidak boleh merasa cukup, merasa lebih baik, sebab,                    hanya kelak di akhirat, kita akan tahu, dalam persidangan                    massal seluruh penduduk bumi, apakah kita baik atau tidak                    baik.&lt;br /&gt;Ada banyak orang baik yang memilih tidak dikenal.                    Mereka mencintai pilihan hidup yang juga dicintai Allah,                    seperti disabdakan Rasulullah, "Sesungguhnya Allah menyukai                    orang-orang yang sembunyi-sembunyi, miskin, bertakwa dan                    berbuat kebajikan. Jika mereka tidak tampak maka mereka tidak                    dicari orang, dan apabila mereka tampak mereka juga tidak                    dikenali orang. Hati mereka adalah pelita-pelita petunjuk.                    Mereka keluar dari segala cobaan yang buta dan gelap."&lt;br /&gt;Ada                    berjuta orang-orang yang memilih jalan itu. Ya, ternyata, ada                    berjuta orang baik yang tak kita kenal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; line-height: 1.3em;"&gt;&lt;i&gt;Dari buku karangan Ahmad Zairofi AM, Tarbawi                    Press, dengan judul yang sama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-6986797128732954585?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/6986797128732954585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=6986797128732954585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/6986797128732954585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/6986797128732954585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/05/ada-berjuta-orang-baik-yang-tidak-kita.html' title='Ada Berjuta Orang Baik Yang Tidak Kita Kenal'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-269232181275125366</id><published>2008-05-10T21:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-23T15:06:02.333-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dakwah'/><title type='text'>Ahad, 11 Mei 2008</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Hari ini satu lagi sahabatku, teman seperjuanganku gugur lagi. Jatuh di jalan dakwah yang keras dan berbatu ini. Sedih, itu yang kurasakan. Satu demi satu pejuang di jalan ini berjatuhan. Kenapa sih ini mesti terjadi ? Begitu sulitkah bergabung dengan partai yang sahih ? Perjuangan ini memang keras, memang tidak sekeras dan sekejam ketika masa Rasulullah dahulu, tapi perjuangan ini begitu menyita tenaga dan air mata. Jika aku mengikuti perasaanku mungkin aku pun sudah jatuh sekarang. Kadang, ada saat-saat di mana aku ingin berhenti. Tapi, kemudian aku ingat apa tujuan aku berada di sini, mengapa aku mau bergabung di sini. Lalu, aku kemudian ingat apa sih yang membuat aku ingin berhenti. Bukan karena idenya yang salah, tapi lebih karena orang-orang yang ada di dalamnya. Ada oknum-oknum pemimpin umat yang mungkin belum sanggup untuk memimpin umat namun dia dipercaya bisa untuk belajar dengan cepat. Kadang, proses belajar memerlukan pengorbanan, tapi pantaskah jika orang lain yang dikorbankan ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Kadang kita ingin protes dan mencoba mengajukan keberatan. Tapi, sudah pantaskah kita untuk merasa berat ? karena mungkin jika kita dalam posisi yang sama, kita tidak dapat melakukan dengan lebih baik. Jujur saja, dalam bulan-bulan terakhir ini aku sendiri merasa sendiri, sepi bahkan aku merasa sudah terlepas dari kewajiban-kewajibanku. Salatku gak lagi bener, bahkan aku tidak merasa berat meninggalkan beberapa kewajibanku. Makanya, aku seperti orang kehilangan arah, tidak tahu harus menuju ke mana. Jika ini dibiarkan terus, bukan tidak mungkin aku akan hancur berkeping-keping. Aku meminta ampun kepada Allah, tapi anehnya tidak merasa bersalah dalam hati. Aku takut masuk neraka&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;N&lt;/span&gt;ya, tapi anehnya tidak berat untukku meninggalkan kewajibanku kepada-Nya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Namun, aku tetap bertahan di sini, di harakah ini. Karena aku tahu ide-idenya tidak ada yang salah. Karena aku tahu ideolog&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;ini telah mengubahku 180 derajat. &lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Aku menjadi diriku yang seperti sekarang karena agama ini telah mengubahku menjadi manusia yang sesungguhnya. Manusia berguna yang tahu tujuannya di dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Biarlah air mata yang jatuh hari ini menjadi saksi bahwa di hatiku ada setitik penyesalan atas segala kekeliruan yang telah kulakukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-269232181275125366?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/269232181275125366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=269232181275125366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/269232181275125366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/269232181275125366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/05/ahad-11-mei-2008.html' title='Ahad, 11 Mei 2008'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-5202483325879442121</id><published>2008-05-02T21:54:00.000-07:00</published><updated>2008-05-02T21:59:42.638-07:00</updated><title type='text'>Curhat</title><content type='html'>Assalamu'alaikum......&lt;br /&gt;Duh, lama..... banget rasanya gak posting di sini (padahal baru posting sekali juga, hi..hi.. ). Tapi, aku sudah bertekad, ni blog akan dioptimalkan mulai sekarang. Pengennya sih bener-bener di jadiin diary, jadi ajang curhat kalo-kalo ada yang mo diceritain. Semoga bisa ngambil hikmah, dapatin pengalamannya, dll.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-5202483325879442121?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/5202483325879442121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=5202483325879442121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/5202483325879442121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/5202483325879442121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/05/curhat.html' title='Curhat'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-6191242116627815866</id><published>2008-02-25T19:44:00.000-08:00</published><updated>2008-02-25T19:46:39.112-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah Hari Ini'/><title type='text'>Artikel Taufik Ismail tentang Krismansyah Rahadi (Chrisye)</title><content type='html'>Kisah ini saya dapatkan dari seorang teman di ITB. Kisah ini benar adanya dan di muat di biografi Chrisye :&lt;br /&gt;Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007) di majalah sastra HORISON.Krismansyah Rahadi (1949-2007): KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA&lt;br /&gt;TaUFIQ ISMAIL&lt;br /&gt;Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, "Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius. Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, " Chris, maaf ya, macet. Sori." Saya akan kembalikan pita rekaman itu. Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin.&lt;br /&gt;Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, &lt;br /&gt;A'udzubillahi minasy syaithonirrojim. "Alyauma nakhtimu 'alaa afwahihim,  wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun" saya berhenti.  Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan." Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!&lt;br /&gt;Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.&lt;br /&gt;Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah selesai". Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali. Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye ? Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu satunya lirik  dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada  kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi.Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya. "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk&lt;br /&gt;tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya. Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!&lt;br /&gt;Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa  menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu,&lt;br /&gt;itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!&lt;br /&gt;Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benarbenar meluluhkan perasaan. Itulah&lt;br /&gt;pengalaman batin saya yang paling dalam selama menyanyi. Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak.&lt;br /&gt;Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut. "Kenapa Bang, kurang?" Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima sesuatu yang bukan hak saya. Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi. Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar. "Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi. Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada Allah. Tuhan Maha Pengampun 'kan?"&lt;br /&gt;Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya solusi Chrisye saya terima.&lt;br /&gt;Chrisye senang, saya pun senang.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di&lt;br /&gt;Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album sountrack, 20 album solo dan 2 filem. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid&lt;br /&gt;setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal&lt;br /&gt;salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga&lt;br /&gt;terbuka lebar baginya. Amin. #&lt;br /&gt;Ketika Tangan dan Kaki Berkata &lt;br /&gt;Lirik : Taufiq Ismail&lt;br /&gt;Lagu : Chrisye&lt;br /&gt;Akan datang hari mulut dikunci&lt;br /&gt;Kata tak ada lagi&lt;br /&gt;Akan tiba masa tak ada suara&lt;br /&gt;Dari mulut kita&lt;br /&gt;Berkata tangan kita&lt;br /&gt;Tentang apa yang dilakukannya&lt;br /&gt;Berkata kaki kita&lt;br /&gt;Kemana saja dia melangkahnya&lt;br /&gt;Tidak tahu kita bila harinya&lt;br /&gt;Tanggung jawab tiba&lt;br /&gt;Rabbana&lt;br /&gt;Tangan kami&lt;br /&gt;Kaki kami&lt;br /&gt;Mulut kami&lt;br /&gt;Mata hati kami&lt;br /&gt;Luruskanlah&lt;br /&gt;Kukuhkanlah&lt;br /&gt;Di jalan cahaya.... sempurna&lt;br /&gt;Mohon karunia&lt;br /&gt;Kepada kami&lt;br /&gt;HambaMu yang hina&lt;br /&gt;1997&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-6191242116627815866?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/6191242116627815866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=6191242116627815866' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/6191242116627815866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/6191242116627815866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/02/artikel-taufik-ismail-tentang.html' title='Artikel Taufik Ismail tentang Krismansyah Rahadi (Chrisye)'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1139221392079127163.post-2417751391996699728</id><published>2008-02-24T21:57:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T21:59:16.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perkenalan'/><title type='text'>Salam Pertama</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Wr. Wb&lt;br /&gt;Ini coba-coba nih bikin blog sendiri, walaupun masih bingung mau diisi apa. Bagi yang tertarik untuk ikut berpartisipas, silakan kontak saya....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1139221392079127163-2417751391996699728?l=muridiary.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muridiary.blogspot.com/feeds/2417751391996699728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1139221392079127163&amp;postID=2417751391996699728' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2417751391996699728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1139221392079127163/posts/default/2417751391996699728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muridiary.blogspot.com/2008/02/salam-pertama.html' title='Salam Pertama'/><author><name>Muriani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14101583016048921170</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_E3myVb7_EHA/TIz9HMeZrSI/AAAAAAAAAF0/xycXIcT_H-U/S220/kawah+putih+5.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
